Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

CENGKEH SEBAGAI INSPIRASI PENGEMBANGAN MOTIF BATIK BERBASIS DIGITAL DI KABUPATEN BULELENG

View through CrossRef
Batik is one of the textile products that began to develop in Buleleng Regency. The presence of batik in the Buleleng district is used as an alternative for souvenirs and souvenirs that have an attraction for tourists. However, the lack of innovation in the creation of batik motifs and limited human resources have urged the creation of innovations to maintain the existence of batik, especially in the Buleleng Regency. Along with the growth of technology in the current digital era, batik must be able to grow without eroding its philosophical meaning of batik. This study aims to maintain the existence of batik, especially in Buleleng Regency by applying digital design in the design of motifs so that it can accelerate the process of making batik. The method used in this study uses a qualitative method with a three-stage approach to the creation of works of art, namely exploration, design, and embodiment. In the design process, the motifs used took inspiration from the clove plant in the Buleleng district in collaboration with the typical Buleleng motif, Singaraja. This motif was designed using the Adobe Illustrator application with the final result in the form of a batik design mockup. This research is expected to develop the potential of batik in Buleleng Regency by developing variations of the typical motifs of Buleleng Regency. The application of digital technology in designing batik is carried out to accelerate the batik production process to meet market demand.Keywords: cloves, motif development, digital based. AbstrakBatik menjadi salah satu produk tekstil yang mulai berkembang di Kabupaten Buleleng. Hadirnya batik di Kabupaten Buleleng dijadikan alternatif cenderamata maupun oleh-oleh yang mempunyai daya tarik untuk turis. Namun inovasi yang kurang dalam penciptaan motif batik serta keterbatasan SDM mendesak penciptaan inovasi baru guna mempertahankan keberadaan batik khususnya di Kabupaten Buleleng. Seiring dengan pertumbuhan teknologi di era digital sekarang, batik wajib bisa bertumbuh tanpa mengikis makna filosofi dari batik. Penelitian ini bertujuan untuk mempertahankan eksistensi batik khususnya di Kabupaten Buleleng dengan menerapkan desain digital dalam perancangan motif sehingga dapat mempercepat proses pembuatan batik. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan 3 tahapan penciptaan karya seni, yakni eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Pada proses perancangan, motif yang digunakan mengambil inspirasi dari tanaman cengkeh di Kabupaten Buleleng yang dikolaborasikan dengan motif khas Buleleng yakni singaraja. Motif ini dirancang menggunakan aplikasi Adobe Illustrator dengan hasil akhir berupa mockup desain batik. Penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan potensi batik di Kabupaten Buleleng dengan mengembangkan variasi motif khas Kabupaten Buleleng. Penerapan teknologi digital dalam mendesain batik ini dilakukan agar dapat mempercepat proses produksi batik guna memenuhi permintaan pasar.Kata Kunci: cengkeh, pengembangan motif, berbasis digital. Authors:Ni Gusti Ayu Paramita : Institut Seni Indonesia DenpasarI Wayan Mudra : Institut Seni Indonesia DenpasarAnak Agung Gede Rai Remawa : Institut Seni Indonesia Denpasar References:Data Statistik Kabupaten Buleleng. (2017). Statistik Jumlah Produksi Komuniti Cengkeh Kabupaten Buleleng. https://bulelengkab.bps.go.id/staticta (diakses tanggal 17 April 2022).Natalia, D. A. W. N., Budhyani, I. D. A. M., & Angendari, M. D. (2019). Batik Bali pada Industri Sari Amerta Batik Collection di Desa Batubulan Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar. Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, 9(2), 76-87.Gustami, S. P. (2004). Proses Penciptaan Seni Kriya: Untaian Metodelogis. Yogyakarta: Program Pascasarjana S2 Penciptaan Dan Pengkajian Seni ISI Yogyakarta.
Title: CENGKEH SEBAGAI INSPIRASI PENGEMBANGAN MOTIF BATIK BERBASIS DIGITAL DI KABUPATEN BULELENG
Description:
Batik is one of the textile products that began to develop in Buleleng Regency.
The presence of batik in the Buleleng district is used as an alternative for souvenirs and souvenirs that have an attraction for tourists.
However, the lack of innovation in the creation of batik motifs and limited human resources have urged the creation of innovations to maintain the existence of batik, especially in the Buleleng Regency.
Along with the growth of technology in the current digital era, batik must be able to grow without eroding its philosophical meaning of batik.
This study aims to maintain the existence of batik, especially in Buleleng Regency by applying digital design in the design of motifs so that it can accelerate the process of making batik.
The method used in this study uses a qualitative method with a three-stage approach to the creation of works of art, namely exploration, design, and embodiment.
In the design process, the motifs used took inspiration from the clove plant in the Buleleng district in collaboration with the typical Buleleng motif, Singaraja.
This motif was designed using the Adobe Illustrator application with the final result in the form of a batik design mockup.
This research is expected to develop the potential of batik in Buleleng Regency by developing variations of the typical motifs of Buleleng Regency.
The application of digital technology in designing batik is carried out to accelerate the batik production process to meet market demand.
Keywords: cloves, motif development, digital based.
 AbstrakBatik menjadi salah satu produk tekstil yang mulai berkembang di Kabupaten Buleleng.
Hadirnya batik di Kabupaten Buleleng dijadikan alternatif cenderamata maupun oleh-oleh yang mempunyai daya tarik untuk turis.
Namun inovasi yang kurang dalam penciptaan motif batik serta keterbatasan SDM mendesak penciptaan inovasi baru guna mempertahankan keberadaan batik khususnya di Kabupaten Buleleng.
Seiring dengan pertumbuhan teknologi di era digital sekarang, batik wajib bisa bertumbuh tanpa mengikis makna filosofi dari batik.
Penelitian ini bertujuan untuk mempertahankan eksistensi batik khususnya di Kabupaten Buleleng dengan menerapkan desain digital dalam perancangan motif sehingga dapat mempercepat proses pembuatan batik.
Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan 3 tahapan penciptaan karya seni, yakni eksplorasi, perancangan dan perwujudan.
Pada proses perancangan, motif yang digunakan mengambil inspirasi dari tanaman cengkeh di Kabupaten Buleleng yang dikolaborasikan dengan motif khas Buleleng yakni singaraja.
Motif ini dirancang menggunakan aplikasi Adobe Illustrator dengan hasil akhir berupa mockup desain batik.
Penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan potensi batik di Kabupaten Buleleng dengan mengembangkan variasi motif khas Kabupaten Buleleng.
Penerapan teknologi digital dalam mendesain batik ini dilakukan agar dapat mempercepat proses produksi batik guna memenuhi permintaan pasar.
Kata Kunci: cengkeh, pengembangan motif, berbasis digital.
 Authors:Ni Gusti Ayu Paramita : Institut Seni Indonesia DenpasarI Wayan Mudra : Institut Seni Indonesia DenpasarAnak Agung Gede Rai Remawa : Institut Seni Indonesia Denpasar References:Data Statistik Kabupaten Buleleng.
(2017).
Statistik Jumlah Produksi Komuniti Cengkeh Kabupaten Buleleng.
https://bulelengkab.
bps.
go.
id/staticta (diakses tanggal 17 April 2022).
Natalia, D.
A.
W.
N.
, Budhyani, I.
D.
A.
M.
, & Angendari, M.
D.
(2019).
Batik Bali pada Industri Sari Amerta Batik Collection di Desa Batubulan Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar.
 Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, 9(2), 76-87.
Gustami, S.
P.
(2004).
Proses Penciptaan Seni Kriya: Untaian Metodelogis.
Yogyakarta: Program Pascasarjana S2 Penciptaan Dan Pengkajian Seni ISI Yogyakarta.

Related Results

PERANCANGAN FILM DOKUMENTER BATIK DRUJU SEBAGAI MEDIA PENGENALAN BATIK KHAS MALANG
PERANCANGAN FILM DOKUMENTER BATIK DRUJU SEBAGAI MEDIA PENGENALAN BATIK KHAS MALANG
PERANCANGAN FILM DOKUMENTER BATIK DRUJUSEBAGAI MEDIA PENGENALAN BATIK KHAS MALANG Hindam Basith Rafiqi1721073411Penciptaan Fotografi Pascasarjana ISI YogyakartaEmail : hindambasith...
KAJIAN MOTIF BATIK PRING SEDAPUR KARYA NUNUNG WIJAYANTI DI GROBOGAN MENGGUNAKAN KONSEP PENCIPTAAN KRIYA
KAJIAN MOTIF BATIK PRING SEDAPUR KARYA NUNUNG WIJAYANTI DI GROBOGAN MENGGUNAKAN KONSEP PENCIPTAAN KRIYA
ABSTRAK Batik merupakan salah satu perwujudan dari kebudayaan Indonesia yang dituangkan dalam selembar kain. Batik Grobogan merupakan salah satu ikon yang menggambarkan karakterist...
Analisis Ekonomi terhadap Biaya Produksi, Harga Pokok, dan Penawaran ‘Ibu Paini’ di Kawasan Batik Kabupaten Bojonegoro
Analisis Ekonomi terhadap Biaya Produksi, Harga Pokok, dan Penawaran ‘Ibu Paini’ di Kawasan Batik Kabupaten Bojonegoro
Abstract. The purpose of this research is to analyze production costs, basic prices, and batik offers. The object of her study is Mrs. Paini's batik which is in the Bojonegoro bati...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MOTIF BATIK INCUNG
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MOTIF BATIK INCUNG
Abstrak: Motif batik Incung dalam motif batik yang hanya terdapat di wilayah Kerinci (Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh) yang menjadikan batik ini menjadi batik khas dari wil...
PELATIHAN BATIK TULIS ARIMBI SEBAGAI VALUE CO-CREATION KAMPOENG DJAWI WONOSALAM
PELATIHAN BATIK TULIS ARIMBI SEBAGAI VALUE CO-CREATION KAMPOENG DJAWI WONOSALAM
Abstract: Local wisdom can support in overcoming various problems that exist in the community. Local wisdom which is part of cultural heritage has the potential to be used as a dev...
Penciptaan Batik Inspirasi Tradisi Boyong Grobog
Penciptaan Batik Inspirasi Tradisi Boyong Grobog
Abstract. The Boyong Grobog Carnival is one of the original traditions of Grobogan which commemorates the anniversary of Grobogan Regency and is always celebrated by the people eve...
PENGEMBANGAN MODEL MANAJEMEN PENDIDIKAN MUATAN LOKAL BATIK
PENGEMBANGAN MODEL MANAJEMEN PENDIDIKAN MUATAN LOKAL BATIK
The purpose of this study is to generate a model of education management of “batik” as alocal content for elementary and junior high school teachers as an effort to preserve anddev...

Back to Top