Javascript must be enabled to continue!
Kejang Demam
View through CrossRef
Kejang demam adalah bangkitan kejang yang timbul akibat kenaikan suhu tubuh (suhu rektal diatas 38̊ C) yang disebabkan oleh proses ekstrakranial. Beberapa faktor yang berperan menyebabkan kejang demam antara lain adalah demam, demam setelah imunisasi DPT dan morbili, efek toksin dari mikroorganisme, respon alergi atau keadaan imun yang abnormal akibat infeksi, perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit. Kejang demam sederhana adalah kejang yang berlangsung kurang dari 15 menit, kejang tonik klonik umum, sembuh spontan, tanpa kejang fokal, dan tidak berulang dalam 24 jam. Kejang demam tipe ini adalah 80% di antara seluruh kejang demam. Kejang demam kompleks adalah kejang fokal atauparsial, berlangsung lebih dari 15 menit, berulang dalam 24 jam, didapatkan abnormalitas status neurologi. Pemeriksaan laboratorium yang dapat dikerjakan atas indikasi misalnya darah perifer, elektrolit, dan gula darah. Pemeriksaan cairan serebrospinal dilakukan untuk menegakkan atau menyingkirkan kemungkinan meningitis. Pemeriksaan elektroensefalografi (EEG) tidak dapat memprediksi berulangnya kejang, atau memperkirakan kemungkinan kejadian epilepsi pada pasien kejang demam
Title: Kejang Demam
Description:
Kejang demam adalah bangkitan kejang yang timbul akibat kenaikan suhu tubuh (suhu rektal diatas 38̊ C) yang disebabkan oleh proses ekstrakranial.
Beberapa faktor yang berperan menyebabkan kejang demam antara lain adalah demam, demam setelah imunisasi DPT dan morbili, efek toksin dari mikroorganisme, respon alergi atau keadaan imun yang abnormal akibat infeksi, perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit.
Kejang demam sederhana adalah kejang yang berlangsung kurang dari 15 menit, kejang tonik klonik umum, sembuh spontan, tanpa kejang fokal, dan tidak berulang dalam 24 jam.
Kejang demam tipe ini adalah 80% di antara seluruh kejang demam.
Kejang demam kompleks adalah kejang fokal atauparsial, berlangsung lebih dari 15 menit, berulang dalam 24 jam, didapatkan abnormalitas status neurologi.
Pemeriksaan laboratorium yang dapat dikerjakan atas indikasi misalnya darah perifer, elektrolit, dan gula darah.
Pemeriksaan cairan serebrospinal dilakukan untuk menegakkan atau menyingkirkan kemungkinan meningitis.
Pemeriksaan elektroensefalografi (EEG) tidak dapat memprediksi berulangnya kejang, atau memperkirakan kemungkinan kejadian epilepsi pada pasien kejang demam.
Related Results
Hubungan Kadar Hemoglobin dan Hematokrit dengan Kejadian Kejang Demam Pasien Anak yang di Rawat Inap di RSUD Umar Wirahadikusumah Januari - Juli 2025
Hubungan Kadar Hemoglobin dan Hematokrit dengan Kejadian Kejang Demam Pasien Anak yang di Rawat Inap di RSUD Umar Wirahadikusumah Januari - Juli 2025
Abstract. Febrile seizures are one of the most common neurological conditions in children and often cause significant concern for parents. Various factors are thought to influence ...
Karakteristik Kejang Demam pada Anak di RSUD Tabanan pada Tahun 2021-2022
Karakteristik Kejang Demam pada Anak di RSUD Tabanan pada Tahun 2021-2022
Kejang demam merupakan kasus kegawatdaruratan yang sering terjadi pada anak usia 6 bulan-5 tahun dan menjadi kasus anak terbanyak di rawat inap RSUD Tabanan tahun 2021. Faktor risi...
Hubungan antara Kadar Hemoglobin dengan Terjadinya Kejang Demam pada Anak Usia Balita
Hubungan antara Kadar Hemoglobin dengan Terjadinya Kejang Demam pada Anak Usia Balita
Abstrak
Kejang demam adalah kelainan pada neurologis yang biasa ditemukan pada anak. Penyakit ini mampu diakibatkan oleh tingkat hemoglobin. Jika hemoglobin berkadar rendah, ma...
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENANGANAN KEJANG DEMAM PADA BALITA
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENANGANAN KEJANG DEMAM PADA BALITA
Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal lebih dari 38oC) yang tidak disebabkan oleh proses intracranial Yein Concita Lingga (n.d.). ...
Rasio neutrofil limfosit sebagai faktor risiko terjadinya kejang pascastroke pada pasien stroke iskemik
Rasio neutrofil limfosit sebagai faktor risiko terjadinya kejang pascastroke pada pasien stroke iskemik
Background: Ischaemic stroke is a leading cause of death and disability. About 3.3% of patients experience post-stroke seizures, which worsen outcomes. Seizures are classified into...
Tugas Metodologi Penelitian
Tugas Metodologi Penelitian
Latar Belakang : Congestive Heart Failure atau lebih sering dikenal dengan penyakit gagal jantung adalah penyakit sindrom klinis yang ditandai dengan sesak nafas saat istirahat ata...
Kejadian Demam Neutropenia pada Anak dengan Keganasan
Kejadian Demam Neutropenia pada Anak dengan Keganasan
Latar belakang. Demam merupakan salah satu manifestasi awal dari infeksi berat, terutama selama periode neutropenia. Infeksi menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada p...
Laporan Kasus RSI Ibnu Sina
Laporan Kasus RSI Ibnu Sina
Dialami sejak lima tahun sebelum MRS. Kejang berupa sentakan diawali pada tungkai kanan tanpa disertai penurunan kesadaran. Pada satu minggu terakhir kondisi pasien memberat denga...

