Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

OPTIMALISASI DESAIN RESTROOM PADA BANGUNAN PUBLIK DI SURAKARTA

View through CrossRef
Restroom is as a supporting facility in a public building functioning to be a room for such activities as washing hand, washing face, urinating, and defecating. This room is equipped with a variety of toilet sets including wastafel (was basin), and some forms of closet, bidet and urinoir and other room facilities such as tissue paper and rubbish basket. Surakarta as a cultural, business, and trading business have many public buildings. Attention should be paid to how those buildings can have supporting facilities such as restroom with good sanitation, comfortable, and cultured as the form of good public service to children, adult, and disabled. This applied research aims to answer the problem related to the function of sanitation and restroom form existing in Surakarta and to give design-related solution based on field and literature data. The research procedure included identification, design experiment, and design trial. To explore data of artifact, literature, and informant, observation, literature study, interview, and documentation techniques were used. Design experiment was conducted using design approach and confirmed with evocative, educative, psychological, and social-cultural approaches. Out put this research in the form of an optimal restroom design on local content aspects by including Surakarta batik motifs including ‘kawung’, ‘truntum’, and ‘sidomukti’ to be applied to the walls of the room. Restroom design also incorporates ‘lingga’and ‘yoni’ shape transformation into wastafel design.  Keywords: optimization, restroom design, public building, Surakarta
Title: OPTIMALISASI DESAIN RESTROOM PADA BANGUNAN PUBLIK DI SURAKARTA
Description:
Restroom is as a supporting facility in a public building functioning to be a room for such activities as washing hand, washing face, urinating, and defecating.
This room is equipped with a variety of toilet sets including wastafel (was basin), and some forms of closet, bidet and urinoir and other room facilities such as tissue paper and rubbish basket.
Surakarta as a cultural, business, and trading business have many public buildings.
Attention should be paid to how those buildings can have supporting facilities such as restroom with good sanitation, comfortable, and cultured as the form of good public service to children, adult, and disabled.
This applied research aims to answer the problem related to the function of sanitation and restroom form existing in Surakarta and to give design-related solution based on field and literature data.
The research procedure included identification, design experiment, and design trial.
To explore data of artifact, literature, and informant, observation, literature study, interview, and documentation techniques were used.
Design experiment was conducted using design approach and confirmed with evocative, educative, psychological, and social-cultural approaches.
Out put this research in the form of an optimal restroom design on local content aspects by including Surakarta batik motifs including ‘kawung’, ‘truntum’, and ‘sidomukti’ to be applied to the walls of the room.
Restroom design also incorporates ‘lingga’and ‘yoni’ shape transformation into wastafel design.
 Keywords: optimization, restroom design, public building, Surakarta.

Related Results

ARSITEKTUR KONTEKSTUAL PADA RANCANGAN BANGUNAN GALERI NASIONAL INDONESIA
ARSITEKTUR KONTEKSTUAL PADA RANCANGAN BANGUNAN GALERI NASIONAL INDONESIA
Pada tahun 2013, Galeri Nasional Indonesia bersama dengan Ikatan Arsitek Indonesia Jakarta menggagas pengembangan bangunan Galeri Nasional Indonesia bersamaan dengan rencana utama ...
Analisis Kehilangan Energi pada Berbagai Bentuk Bangunan Peralihan
Analisis Kehilangan Energi pada Berbagai Bentuk Bangunan Peralihan
AbstrakSaluran terbuka adalah aliran di saluran dimana air mengalir dengan permukan bebas. Pada saluran terbuka, umum ditemukan bangunan pelestarian. Khusunya pada jaringan irigasi...
Evaluasi Kesesuaian Pola Bangunan Lembaga Pembinaan Khusus Anak dan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan
Evaluasi Kesesuaian Pola Bangunan Lembaga Pembinaan Khusus Anak dan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan
Fungsi dan Tujuan dari pendirian Lembaga Pemasyarakatan menjadikan pembangunannya tak dapat dilakukan secara asal, diperlukan standar dan standarisasi agar bangunan Lembaga Pemasya...
PERANAN KOMISI INFORMASI DALAM MENSOSIALISASIKAN PERATURAN KOMISI INFORMASI UNTUK KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DI PROVINSI BALI
PERANAN KOMISI INFORMASI DALAM MENSOSIALISASIKAN PERATURAN KOMISI INFORMASI UNTUK KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DI PROVINSI BALI
Keterbukaan informasi ini harus dikawal secara serentak oleh publik dan badan publik, keterbukaan informasi mampu mensejahterakan masyarakat, menjadi alat menuju pada percepatan pe...
Public Value Management: Model Tata Kelola Pelayanan Publik
Public Value Management: Model Tata Kelola Pelayanan Publik
Buku ini menghadirkan gagasan baru tentang bagaimana cara mengelola pelayanan publik. Berbeda dengan gagasan sebelumnya yaitu manajemen publik tradisional yang didominasi oleh pera...
Analisis Struktur Bangunan Rumah Tinggal di Desa Jumoyo yang Berisiko Terhadap Banjir Lahar Dingin Gunung Merapi
Analisis Struktur Bangunan Rumah Tinggal di Desa Jumoyo yang Berisiko Terhadap Banjir Lahar Dingin Gunung Merapi
Desa Jumoyo merupakan daerah rawan bencana yang salah satunya disebabkan oleh banjir lahar dingin. Banjir lahar dingin dari erupsi Gunung Merapi telah menyebabkan kerusakan banguna...
Persepsi Pemilik Bangunan dalam Melestarikan Bangunan Cagar Budaya di Kawasan Braga Kota Bandung
Persepsi Pemilik Bangunan dalam Melestarikan Bangunan Cagar Budaya di Kawasan Braga Kota Bandung
Abstract. Cultural heritage buildings are valuable assets and must be preserved. Because cultural heritage buildings are one of the remnants of the past and also a form of identity...

Back to Top