Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Peningkatan Fungsi Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu

View through CrossRef
Kebijakan persampahan saat ini adalah pencapaian sasaran cakupan pelayanan 60% pada tahun 2010 dan pengurangan kuantitas sampah hingga 20% pada tahun 2010 (Jakstra PU, 2009). Salah satu strategi yang ditetapkan dalam  Peraturan Menteri  PU  Nomor  21  Tahun  2006  adalah  melalui  pengurangan sampah semaksimal mungkin dimulai dari sumbernya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengelolaan sampah berbasis 3 R di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST). Dari hasil evaluasi terhadap program TPST di201 kota di Indonesia tahun 2007 - 2009, sebanyak 30% yang berfungsi baik dan 70% nya kurang optimal (PLP PU Cipta Karya, 2009). Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi faktor-faktor penyebab ketidak berhasilan, potensi, peluang dan solusi untuk mengoptimalkan fungsi TPST dengan studi kasus di TPST Tampomas di Perumahan Baros Kencana, Kelurahan Baros, Kecamatan Baros Kota Sukabumi. Metode pengumpulan data melalui observasi lapangan, kuesioner, wawancara, focuss  group  discussion  dan sampling  komposisi sampah.  Analisis dengan deskriptif evaluatif kinerja pengelolaan sampah  di  TPST, potensi pengolahan sampah dan upaya yang dilakukan dalam memfungsikan kembali TPST. Disimpulkan bahwa untuk  memfungsikan kembali TPST perlu adaya pendampingan masyarakat dalam pengelolaan secara teknis, kelembagaan dan pendanaan. Perlunya dukungan Pemerintah terkait peningkatan sarana dan  sarana,  legalitas  kelembagaan  dan  teknis  pengelolaan  persampahan. TPST  dapat  dikembangkan sebagai tempat pengolahan sampah melalui pengomposan dan daur ulan g sampah anorganik. Dukungan masyarakat dilakukan melalui pelibatan masyarakat dan ibu-ibu rumah tangga dalam pengelolaan sampah.
Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan
Title: Peningkatan Fungsi Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu
Description:
Kebijakan persampahan saat ini adalah pencapaian sasaran cakupan pelayanan 60% pada tahun 2010 dan pengurangan kuantitas sampah hingga 20% pada tahun 2010 (Jakstra PU, 2009).
Salah satu strategi yang ditetapkan dalam  Peraturan Menteri  PU  Nomor  21  Tahun  2006  adalah  melalui  pengurangan sampah semaksimal mungkin dimulai dari sumbernya.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengelolaan sampah berbasis 3 R di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST).
Dari hasil evaluasi terhadap program TPST di201 kota di Indonesia tahun 2007 - 2009, sebanyak 30% yang berfungsi baik dan 70% nya kurang optimal (PLP PU Cipta Karya, 2009).
Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi faktor-faktor penyebab ketidak berhasilan, potensi, peluang dan solusi untuk mengoptimalkan fungsi TPST dengan studi kasus di TPST Tampomas di Perumahan Baros Kencana, Kelurahan Baros, Kecamatan Baros Kota Sukabumi.
Metode pengumpulan data melalui observasi lapangan, kuesioner, wawancara, focuss  group  discussion  dan sampling  komposisi sampah.
 Analisis dengan deskriptif evaluatif kinerja pengelolaan sampah  di  TPST, potensi pengolahan sampah dan upaya yang dilakukan dalam memfungsikan kembali TPST.
Disimpulkan bahwa untuk  memfungsikan kembali TPST perlu adaya pendampingan masyarakat dalam pengelolaan secara teknis, kelembagaan dan pendanaan.
Perlunya dukungan Pemerintah terkait peningkatan sarana dan  sarana,  legalitas  kelembagaan  dan  teknis  pengelolaan  persampahan.
TPST  dapat  dikembangkan sebagai tempat pengolahan sampah melalui pengomposan dan daur ulan g sampah anorganik.
Dukungan masyarakat dilakukan melalui pelibatan masyarakat dan ibu-ibu rumah tangga dalam pengelolaan sampah.

Related Results

SOSIALISASI PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI DESA TRUKO
SOSIALISASI PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI DESA TRUKO
ABSTRACTOne of the problems in Truko Village is the waste problem. Based on the observations, the waste comes from household waste, both organic and inorganic waste. Trucko Village...
EDUKASI DAN PELATIHAN KELOMPOK MASYARAKAT TENTANG BANK SAMPAH
EDUKASI DAN PELATIHAN KELOMPOK MASYARAKAT TENTANG BANK SAMPAH
ABSTRAK Sampah selalu menjadi masalah sulit bagi masyarakat yang tidak peduli dengan lingkungan. Ketika orang tidak menjaga kebersihan, mereka dapat meninggalkan timbunan sa...
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 10/ 2010 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH (STUDI KASUS DI KOTA MALANG)
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 10/ 2010 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH (STUDI KASUS DI KOTA MALANG)
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah serta Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 mengamanatkan perlunya perubahan paradigma yang mendasar dalam pengelola...
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA SUKAMENAK
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA SUKAMENAK
Abstrak.  Volume sampah di kota Bandung meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk.  TPA sudah tidak dapat menampung lebih banyak lagi, akibatnya sampah meluap dan berser...
ANALISIS DIAGRAM FISHBONE DALAM KEBIJAKAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA SURABAYA
ANALISIS DIAGRAM FISHBONE DALAM KEBIJAKAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA SURABAYA
Sampah masih menjadi salah satu permasalahan yang kompleks, sehingga perlu mendapat perhatian khusus dalam penanganannya. Jumlah sampah di Indonesia terus mengalami peningkatan sei...
Bank Sampah Sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Di Perkotaan
Bank Sampah Sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Di Perkotaan
Permasalahan terkait dengan sampah adalah permasalahan yang ada di wilayah perkotaan. Pengelolaan sampah yang baik sangat diperlukan di wilayah perkotaan, salah satu cara mengelola...
Krisis Sampah Rumah Tangga Menyebabkan Pencemaran Lingkungan Desa Kalialang Kecamatan Kalibawang
Krisis Sampah Rumah Tangga Menyebabkan Pencemaran Lingkungan Desa Kalialang Kecamatan Kalibawang
Sampah di Indonesia merupakan masalah yang tidak kunjung terselesaikan. Timbulan sampah dari waktu ke waktu masih fluktuatif jumlahnya. Pembuangan sampah rumah tangga sembarangan j...

Back to Top