Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS KINERJA ANGKUTAN UMUM BUS TRANS METRO DEWATA
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Bus Trans Metro Dewata (TMD) pada koridor 2B (Terminal Ubung dengan Bandara Ngurah Rai). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasi langsung dan analisis data kuantitatif, dimana survei statis dilakuakan untuk mengumpulkan data terkait headway, load factor, kecepatan perjalanan, lay over time, dan waktu perjalanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima indikator kinerja yang dianalisis, hanya dua indikator yang memenuhi standar pelayanan yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, yaitu headway dengan nilai rata-rata 10 menit dan lay over time dengan nilai rata-rata 10 menit. Indikator lainnya, yaitu kecepatan perjalanan rata-rata 15,94 km/jam, waktu perjalanan rata-rata 3 jam 10 menit, dan load factor rata-rata 6%, belum memenuhi standar yang telah ditetapkan. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun ada perbaikan dalam beberapa aspek, kinerja operasional Trans Metro Dewata masih perlu ditingkatkan untuk mencapai standar pelayanan yang optimal.
Jurnal Santiaji Pendidikan of Mahasaraswati Denpasar University
Title: ANALISIS KINERJA ANGKUTAN UMUM BUS TRANS METRO DEWATA
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Bus Trans Metro Dewata (TMD) pada koridor 2B (Terminal Ubung dengan Bandara Ngurah Rai).
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasi langsung dan analisis data kuantitatif, dimana survei statis dilakuakan untuk mengumpulkan data terkait headway, load factor, kecepatan perjalanan, lay over time, dan waktu perjalanan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima indikator kinerja yang dianalisis, hanya dua indikator yang memenuhi standar pelayanan yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, yaitu headway dengan nilai rata-rata 10 menit dan lay over time dengan nilai rata-rata 10 menit.
Indikator lainnya, yaitu kecepatan perjalanan rata-rata 15,94 km/jam, waktu perjalanan rata-rata 3 jam 10 menit, dan load factor rata-rata 6%, belum memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun ada perbaikan dalam beberapa aspek, kinerja operasional Trans Metro Dewata masih perlu ditingkatkan untuk mencapai standar pelayanan yang optimal.
Related Results
PENGARUH ANGKUTAN UMUM ONLINE TERHADAP ANGKUTAN UMUM KONVENSIONAL (STUDI KASUS ANGKUTAN ADL DAN MAXIM DI KOTA MALANG)
PENGARUH ANGKUTAN UMUM ONLINE TERHADAP ANGKUTAN UMUM KONVENSIONAL (STUDI KASUS ANGKUTAN ADL DAN MAXIM DI KOTA MALANG)
Munculnya transportasi berbasis online menimbulkan aksi demonstrasi besar diwilayah jawa timur salah satunya dikota Malang,aksi dilakukan oleh para pengemudi angkutan konvensional ...
EVALUASI KINERJA ANGKUTAN UMUM DI KOTA PALU
EVALUASI KINERJA ANGKUTAN UMUM DI KOTA PALU
Pelayanan angkutan umum di Kota Palu saat ini mengalami penurunan, yang ditandai dengan jumlah
penumpang yang semakin sedikit setiap tahunnya. Namun demikian, angkutan umum m...
Model Transformasi Angkutan Umum di Kota Makassar
Model Transformasi Angkutan Umum di Kota Makassar
Abstract. This research aims to determine changes in the choice of public transport in the city of Makassar and directions that can be taken to support its development. This resear...
ANALISIS KINERJA LAYANAN PADA BUS (TMD) TRANS METRO DEWATA BALI: (STUDI KASUS PADA KORIDOR 3B TERMINAL UBUNG - MATAHARI TERBIT SANUR)
ANALISIS KINERJA LAYANAN PADA BUS (TMD) TRANS METRO DEWATA BALI: (STUDI KASUS PADA KORIDOR 3B TERMINAL UBUNG - MATAHARI TERBIT SANUR)
Trans Metro Dewata adalah layanan teman bus di Provinsi Bali yang merupakan lanjutan layanan angkutan massal perkotaan yang dikendalikan oleh Kementerian Perhubungan. Penelitian be...
Analisis Kepuasan Penumpang Kereta Api Terhadap Angkutan Umum di Stasiun Madiun
Analisis Kepuasan Penumpang Kereta Api Terhadap Angkutan Umum di Stasiun Madiun
ABSTRAK: Sistem pelayanan angkutan umum yang ada di Kota Madiun yaitu menggunakan sistem jaringan trayek. Meskipun demikian, jasa angkutan umum yang diterima angkutan di stasiun Ma...
STUDI PREFERENSI PENGGUNA MODA ANGKUTAN PRIBADI BERDASARKAN KUALITAS PELAYANAN ANGKUTAN UMUM DAN PREFERENSI ANGKUTAN PRIBADI
STUDI PREFERENSI PENGGUNA MODA ANGKUTAN PRIBADI BERDASARKAN KUALITAS PELAYANAN ANGKUTAN UMUM DAN PREFERENSI ANGKUTAN PRIBADI
Salah satu faktor penyebab kemacetan yakni pertambahan jumlah kendaraan yang tidak sebanding denganpertambahan volume jalan. Pada masa sekarang ini umumnya masyarakat lebih memilih...
PENGAWASAN ANGKUTAN PENUMPANG UMUM KOTA LHOKSEUMAWE
PENGAWASAN ANGKUTAN PENUMPANG UMUM KOTA LHOKSEUMAWE
Penelitian ini berjudul “Pengawasan Angkutan Penumpang Umum Di Kota Lhokseumawe” masih kurangnya pengawasan terhadap angkutan Labi-labi yang menurunkan...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...

