Javascript must be enabled to continue!
KAJIAN UTILITAS KENDARAAN ANGKUTAN KOTA YANG BERNILAI ERGONOMI DENGAN PENDEKATAN ANTROPOMETRI
View through CrossRef
Teknologi yang dikembangkan selama ini adalah untuk memenuhi kebutuhan manusia, maka semestinya manusia harus dimanjakan. Tetapi jika ternyata semua itu tidak membuat manusia merasa aman, nyaman, sehat dan mudah, maka berarti dalam proses perancangan, pengambilan keputusan dan pembangunannya telah mengalami penyimpangan orientasi. Sarana transportasi Angkutan Umum di Kota Makassar mestinya dibuat dengan memperhatikan aspek ergonomis, namun tidak demikian halnya dengan sarana transportasi untuk umum. Masalah mengenai kendaraan umum meliputi akses turun naik, hangar, tata kursi kurang sesuai dengan pengguna kendaraan. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji utilitas kendaraan umum yang bernilai ergonomis dengan pendekatan antropometri., untuk menganalisis bagian-bagian tubuh yang tidak sesuai dengan utilitas kendaraan. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah pengukuran dimensi tubuh pada penumpang lalu dianalisis dengan pendekatan antropometri yang ergonomi. Berdasar hasil penelitian ukuran utilitas kendaraan umum yang bernilai ergonomi dengan pendekatan antropometri untuk bagian hangar diperoleh ukuran 104,78 cm, ukuran tinggi tangga pertama 23,75 cm, dan lebar tangga 24,25 cm, Ukuran lebar kursi/bangku 36,21 cm, ukuran tinggi kursi 44,45 cm dan ukuran tinggi sandaran 29, 84 cm. Tinggi hangar disesuaikan dengan tinggi siku berdiri sehingga pengguna lebih fleksibel untuk menjangkau hangga, tinggi tangga pertama disesuai dengan tinggi lutut diambil ½ tinggi lutut untuk memudahkah penguna pada saat melangkah ketangga, kemudian lebar tangga disesuaikan dengan panjang telapak kaki, sedangkan untuk tata kursi lebar kursi/bangku disesuikan dengan pantat keperut supaya bila kita duduk merasakan kenyamanan dan tinggi kursi disesuikan dengan tinggi popliteal ke lantai, dan tinggi sandaran disesuikan bagian belakang tubuh agar tubuh bagian belakang tidak terbentur dengan benda keras.
Title: KAJIAN UTILITAS KENDARAAN ANGKUTAN KOTA YANG BERNILAI ERGONOMI DENGAN PENDEKATAN ANTROPOMETRI
Description:
Teknologi yang dikembangkan selama ini adalah untuk memenuhi kebutuhan manusia, maka semestinya manusia harus dimanjakan.
Tetapi jika ternyata semua itu tidak membuat manusia merasa aman, nyaman, sehat dan mudah, maka berarti dalam proses perancangan, pengambilan keputusan dan pembangunannya telah mengalami penyimpangan orientasi.
Sarana transportasi Angkutan Umum di Kota Makassar mestinya dibuat dengan memperhatikan aspek ergonomis, namun tidak demikian halnya dengan sarana transportasi untuk umum.
Masalah mengenai kendaraan umum meliputi akses turun naik, hangar, tata kursi kurang sesuai dengan pengguna kendaraan.
Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji utilitas kendaraan umum yang bernilai ergonomis dengan pendekatan antropometri.
, untuk menganalisis bagian-bagian tubuh yang tidak sesuai dengan utilitas kendaraan.
Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah pengukuran dimensi tubuh pada penumpang lalu dianalisis dengan pendekatan antropometri yang ergonomi.
Berdasar hasil penelitian ukuran utilitas kendaraan umum yang bernilai ergonomi dengan pendekatan antropometri untuk bagian hangar diperoleh ukuran 104,78 cm, ukuran tinggi tangga pertama 23,75 cm, dan lebar tangga 24,25 cm, Ukuran lebar kursi/bangku 36,21 cm, ukuran tinggi kursi 44,45 cm dan ukuran tinggi sandaran 29, 84 cm.
Tinggi hangar disesuaikan dengan tinggi siku berdiri sehingga pengguna lebih fleksibel untuk menjangkau hangga, tinggi tangga pertama disesuai dengan tinggi lutut diambil ½ tinggi lutut untuk memudahkah penguna pada saat melangkah ketangga, kemudian lebar tangga disesuaikan dengan panjang telapak kaki, sedangkan untuk tata kursi lebar kursi/bangku disesuikan dengan pantat keperut supaya bila kita duduk merasakan kenyamanan dan tinggi kursi disesuikan dengan tinggi popliteal ke lantai, dan tinggi sandaran disesuikan bagian belakang tubuh agar tubuh bagian belakang tidak terbentur dengan benda keras.
Related Results
PENGARUH ANGKUTAN UMUM ONLINE TERHADAP ANGKUTAN UMUM KONVENSIONAL (STUDI KASUS ANGKUTAN ADL DAN MAXIM DI KOTA MALANG)
PENGARUH ANGKUTAN UMUM ONLINE TERHADAP ANGKUTAN UMUM KONVENSIONAL (STUDI KASUS ANGKUTAN ADL DAN MAXIM DI KOTA MALANG)
Munculnya transportasi berbasis online menimbulkan aksi demonstrasi besar diwilayah jawa timur salah satunya dikota Malang,aksi dilakukan oleh para pengemudi angkutan konvensional ...
ANALISIS RISIKO ERGONOMI DI UD.MAWAR SARI
ANALISIS RISIKO ERGONOMI DI UD.MAWAR SARI
UD. Mawar Sari merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan tempe. Berdasarkan hasil pra-penelitian berupa wawancara kuesioner NBM terhadap 4 pekerja penggilingan dan 8 ...
KAJIAN UTILITAS KENDARAAN ANGKUTAN KOTA MAKASSAR YANG BERNILAI ERGONOMI
KAJIAN UTILITAS KENDARAAN ANGKUTAN KOTA MAKASSAR YANG BERNILAI ERGONOMI
Pentingnya transportasi dengan semakin meningkatnya kebutuhan jasa angkutan bagi mobilitas orang serta barang dari suatu tanah air bahkan keseluruh dunia, Dengan peningkatan pemban...
ANALISIS TARIF ANGKUTAN UMUM BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) (TRAYEK CIANJUR-CIPANAS)
ANALISIS TARIF ANGKUTAN UMUM BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) (TRAYEK CIANJUR-CIPANAS)
Perkembangan transportasi di Indonesia saat ini sangat pesat. Hal ini dikarenakan perkembangan teknologi dan taraf hidup masyarakat yang semakin meningkat, peningkatan ini dipicu k...
STUDI PREFERENSI TRANSFORMASI MODA ANGKUTAN PRIBADI BERDASARKAN PREFERENSI ANGKUTAN PRIBADI
STUDI PREFERENSI TRANSFORMASI MODA ANGKUTAN PRIBADI BERDASARKAN PREFERENSI ANGKUTAN PRIBADI
ABSTRAKSalah satu faktor penyebab kemacetan yakni pertambahan jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan pertambahan volume jalan. Pada masa sekarang ini umumnya masyarakat lebih...
ANALISIS FUNGSI PENGAWASAN UJI BERKALA OLEH DINAS PERHUBUNGAN KOTA BATAM TERHADAP ANGKUTAN KOTA
ANALISIS FUNGSI PENGAWASAN UJI BERKALA OLEH DINAS PERHUBUNGAN KOTA BATAM TERHADAP ANGKUTAN KOTA
Dalam rangka penertiban angkutan umum, sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 5 ayat 2 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menjelaskan bahwa “Pembina...
EVALUASI KINERJA ANGKUTAN UMUM DI KOTA PALU
EVALUASI KINERJA ANGKUTAN UMUM DI KOTA PALU
Pelayanan angkutan umum di Kota Palu saat ini mengalami penurunan, yang ditandai dengan jumlah
penumpang yang semakin sedikit setiap tahunnya. Namun demikian, angkutan umum m...
STUDI PREFERENSI TRANSFORMASI MODA ANGKUTAN PRIBADI BERDASARKAN KUALITAS PELAYANAN ANGKUTAN UMUM
STUDI PREFERENSI TRANSFORMASI MODA ANGKUTAN PRIBADI BERDASARKAN KUALITAS PELAYANAN ANGKUTAN UMUM
Salah satu faktor penyebab kemacetan yakni pertambahan jumlah kendaraan yang tidak sebanding denganpertambahan volume jalan. Pada masa sekarang ini umumnya masyarakat lebih memilih...

