Javascript must be enabled to continue!
KONSEP GURU IDEAL PERSPEKTIF AL-GHAZALI DALAM KITAB IHYA’ ULUMUDDIN
View through CrossRef
Tuntutan profesional sebagai guru sangat diwajibkan dimiliki oleh seorang guru, tuntutan utamanya yaitu mendidik, membimbing, mengajar, melatih, mengarahkan, menilai, serta mengevaluasi peserta didik. Seperti yang kita ketahui, guru merupakan sosok yang di gugu dan ditiru. Maka dari itu, guru yang dapat dijadikan figure, yang mampu menjadi panutan dan selalu memberi teladan, dapat menguasai ilmunya dengan baik itu dapat di kategori kan dengan guru ideal. Abu Hamid Muhammad al-Ghazali atau yang sering kita ketahui dengan panggilan al-Ghazali merupakan sufiyah yang banyak mengulas masalah keguruan, serta menempatkan posisi guru sebagai profesi yang sangat mulia. Fokus penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsep guru ideal perspektif al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin dan merelevansikan antara konsep guru ideal perspektif al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin dengan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis-faktual (factual approach) dengan jenis penelitian studi pustaka (library research). Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan bahan primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, konsep guru ideal perspektif al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin meliputi; 1.) Menyayangi Peserta Didik; 2.) mengajar dengan Ikhlas; 3.) menyampaikan Materi secara Komprehensif; 4.) Bijaksana; 5.) Menghormati Ilmu lain; 6.) Memahami Perbedaan Kecerdasan; 7.) Fleksibilitas dan Adaptabilitas; serta 7.) Sebagai Uswatun Hasanah. Sedangkan relevansi nya dapat kita lihat dari beberapa konsep yang dijelaskan dalam Kurikulum Merdeka. Konsep guru ideal yang tercantum dalam kitab Ihya’ Ulumuddin memiliki pengertian dan tujuan yang selaras dengan Kurikulum Merdeka tentang beberapa konsep guru ideal diantaranya; mendorong peningkatan prestasi akademik peserta didik, kreatif dalam mengajar, aktif dalam mengembangkan diri, mendorong tumbuh kembang peserta didik secara holistik, menjadi teladan, serta menjadi agen transformasi bagi sistem pendidikan.
Title: KONSEP GURU IDEAL PERSPEKTIF AL-GHAZALI DALAM KITAB IHYA’ ULUMUDDIN
Description:
Tuntutan profesional sebagai guru sangat diwajibkan dimiliki oleh seorang guru, tuntutan utamanya yaitu mendidik, membimbing, mengajar, melatih, mengarahkan, menilai, serta mengevaluasi peserta didik.
Seperti yang kita ketahui, guru merupakan sosok yang di gugu dan ditiru.
Maka dari itu, guru yang dapat dijadikan figure, yang mampu menjadi panutan dan selalu memberi teladan, dapat menguasai ilmunya dengan baik itu dapat di kategori kan dengan guru ideal.
Abu Hamid Muhammad al-Ghazali atau yang sering kita ketahui dengan panggilan al-Ghazali merupakan sufiyah yang banyak mengulas masalah keguruan, serta menempatkan posisi guru sebagai profesi yang sangat mulia.
Fokus penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsep guru ideal perspektif al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin dan merelevansikan antara konsep guru ideal perspektif al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin dengan Kurikulum Merdeka.
Penelitian ini menggunakan pendekatan historis-faktual (factual approach) dengan jenis penelitian studi pustaka (library research).
Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan bahan primer dan sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, konsep guru ideal perspektif al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin meliputi; 1.
) Menyayangi Peserta Didik; 2.
) mengajar dengan Ikhlas; 3.
) menyampaikan Materi secara Komprehensif; 4.
) Bijaksana; 5.
) Menghormati Ilmu lain; 6.
) Memahami Perbedaan Kecerdasan; 7.
) Fleksibilitas dan Adaptabilitas; serta 7.
) Sebagai Uswatun Hasanah.
Sedangkan relevansi nya dapat kita lihat dari beberapa konsep yang dijelaskan dalam Kurikulum Merdeka.
Konsep guru ideal yang tercantum dalam kitab Ihya’ Ulumuddin memiliki pengertian dan tujuan yang selaras dengan Kurikulum Merdeka tentang beberapa konsep guru ideal diantaranya; mendorong peningkatan prestasi akademik peserta didik, kreatif dalam mengajar, aktif dalam mengembangkan diri, mendorong tumbuh kembang peserta didik secara holistik, menjadi teladan, serta menjadi agen transformasi bagi sistem pendidikan.
Related Results
Revitalisasi Nilai Pendidikan Islam Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin
Revitalisasi Nilai Pendidikan Islam Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin
The revitalization of Islamic education values has become essential in addressing the moral and spiritual challenges of modern society. Ihya’ Ulumuddin by Imam Al-Ghazali strengthe...
POLARISASI SUFISTIK DAN HADIS PADA POPULARITAS IHYA’ ‘ULUMUDDIN DI NUSANTARA
POLARISASI SUFISTIK DAN HADIS PADA POPULARITAS IHYA’ ‘ULUMUDDIN DI NUSANTARA
<p><a name="_Hlk39758655"></a><span>Imam al-Ghazali sebagai pengarang kitab <em>Ihya’ ‘Ulumuddin </em>memiliki latar belakang hidup yang beragam...
Karakteristik Kompetensi Professional Guru Dalam Perspektif Imam Al-Ghazali Pada Kitab Ihya’ Ulumuddin
Karakteristik Kompetensi Professional Guru Dalam Perspektif Imam Al-Ghazali Pada Kitab Ihya’ Ulumuddin
Problematika dalam dunia pendidikan seringkali terjadi pada saat ini. Salah satunya adalah kekerasan yang dilakukan oleh guru sebagai tindakan hukuman yang wajar. Berdasarkan perma...
Kriteria Pemimpin Perspektif Imam Ghazali Dalam Kitab Ihya' Ulumuddin
Kriteria Pemimpin Perspektif Imam Ghazali Dalam Kitab Ihya' Ulumuddin
Artikel ini di susun bertujuan untuk mengkaji kriteria pemimpin perspektif imam Al- Ghazali dalam kitab Ihya’ ulumuddin berkembang pesat di kalangan kaum salafus sholeh Dengan p...
Konsep Dan Peran Kompetensi Kepribadian Guru Menurut Kitab Adab Al-Alim Wa Al-Muta�allim Karya Syaikh Hasyim Asy'ari
Konsep Dan Peran Kompetensi Kepribadian Guru Menurut Kitab Adab Al-Alim Wa Al-Muta�allim Karya Syaikh Hasyim Asy'ari
Peneitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Konsep kompetensi kepribadian guru menurut kitab Adab Al-Alim Wa Al-Muta�allim karya Syaikh Hasyim Asy'ari. (2) Peran guru menurut kit...
Konsep Guru Menurut Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali (Imam Al-Ghazali)
Konsep Guru Menurut Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali (Imam Al-Ghazali)
Guru dalam konteks kependidikan mempunyai peranan yang sangat penting. Hal ini dikarenakan gurulah yang berada di barisan terdepan dalam pelaksanaan pendidikan. Gurulah yang langsu...
Mistik Kebahagiaan Dalam Perspektif Imam Al-Ghazali
Mistik Kebahagiaan Dalam Perspektif Imam Al-Ghazali
Bahasa Mistik adalah bahasa yang digunakan untuk sesuatu yang tidak dapat dipahami oleh rasio, tetapi kadang-kadang mempunyai bukti yang empirik, bahasa tersebut diperoleh melalui ...
KONSEP KESEHATAN MENTAL PERSPEKTIF IMAM AL-GHAZALI DALAM KITAB IHYA ULUMUDDIN
KONSEP KESEHATAN MENTAL PERSPEKTIF IMAM AL-GHAZALI DALAM KITAB IHYA ULUMUDDIN
Mental health is a condition where individuals are free from all forms of symptoms of mental disorders. Individuals who are mentally healthy will function normally in carrying out ...

