Javascript must be enabled to continue!
FALAGA SEBUAH BUDAYA POP ANAK MUDA PANTAI SORAKE (KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK)
View through CrossRef
Bahasa muncul ada hubungannya dengan latar belakang konteks budayanya. Tujuan penelitian ini adalah mendesksripsikan latar belakang munculnya kata falaga sebagai budaya pop di kalangan anak muda pantai Sorake yang berlokasi di Pulau Nias tepatnya Kabupaten Nias Selatan yang secara administratif tergabung dalam Propinsi Sumatera Utara. Pantai Sorake terkenal dengan ombak yang sangat strategis untuk olahraga selancar air (surfing), sehingga pantai tersebut banyak dikunjungi oleh turis asing. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan ilmu antropolinguistik. Peneliti melakukan pengumpulan data dengan cara wawancara, parsipatif observasi dan dokumentasi. Partisipan dari penelitian berjumlah 10 orang. Peneliti menggunakan teori Miles, Huberman dan Saldana sebagai teori analisis data dan hasil yang ditemukan bahwa kata falaga pada awalnya digunakan oleh masyarakat Nias artinya menyabung ayam atau mengadu ayam. Namun seiring dengan waktu, anak muda pantai Sorake sering melihat para turis asing yang pada umumnya adalah surfer mengadakan pesta di pinggir pantai dan minum bir di gelas namun sebelumnya mereka bersulang, mereka berteriak mengucapkan kata cheers. Para pemuda pantai Sorake ingin melakukan hal yang serupa namun mereka menggunakan kata yang familiar dengan mereka yaitu falaga. Falaga pun menjadi budaya pop di kalangan anak pantai Sorake. Falaga menjadi populer di kalangan anak muda dan menjadi identitas anak muda Pantai Sorake. Falaga juga semacam kode bahwa mereka adalah bagian dari Pantai Sorake. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kata falaga muncul karena ada sebuah konteks budaya tertentu yaitu budaya barat. Falaga menjadi budaya pop di kalangan anak muda Sorake akibat masuknya budaya lain, yaitu budaya barat. Saran yang dapat diberikan oleh peneliti hendaknya kata falaga dapat diarahkan menjadi makna yang positif yang bukan mengarah untuk budaya pesta minum bir namun dapat pula menjadi istilah untuk budaya positif pemuda pantai. Bahkan dapat menjadi simbol gerakan anak muda Sorake yang dapat membawa dampak kemajuan Pulau Nias secara khusus dan Indonesia pada umumnya.
Atma Jaya Catholic University of Indonesia
Title: FALAGA SEBUAH BUDAYA POP ANAK MUDA PANTAI SORAKE (KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK)
Description:
Bahasa muncul ada hubungannya dengan latar belakang konteks budayanya.
Tujuan penelitian ini adalah mendesksripsikan latar belakang munculnya kata falaga sebagai budaya pop di kalangan anak muda pantai Sorake yang berlokasi di Pulau Nias tepatnya Kabupaten Nias Selatan yang secara administratif tergabung dalam Propinsi Sumatera Utara.
Pantai Sorake terkenal dengan ombak yang sangat strategis untuk olahraga selancar air (surfing), sehingga pantai tersebut banyak dikunjungi oleh turis asing.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan ilmu antropolinguistik.
Peneliti melakukan pengumpulan data dengan cara wawancara, parsipatif observasi dan dokumentasi.
Partisipan dari penelitian berjumlah 10 orang.
Peneliti menggunakan teori Miles, Huberman dan Saldana sebagai teori analisis data dan hasil yang ditemukan bahwa kata falaga pada awalnya digunakan oleh masyarakat Nias artinya menyabung ayam atau mengadu ayam.
Namun seiring dengan waktu, anak muda pantai Sorake sering melihat para turis asing yang pada umumnya adalah surfer mengadakan pesta di pinggir pantai dan minum bir di gelas namun sebelumnya mereka bersulang, mereka berteriak mengucapkan kata cheers.
Para pemuda pantai Sorake ingin melakukan hal yang serupa namun mereka menggunakan kata yang familiar dengan mereka yaitu falaga.
Falaga pun menjadi budaya pop di kalangan anak pantai Sorake.
Falaga menjadi populer di kalangan anak muda dan menjadi identitas anak muda Pantai Sorake.
Falaga juga semacam kode bahwa mereka adalah bagian dari Pantai Sorake.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah kata falaga muncul karena ada sebuah konteks budaya tertentu yaitu budaya barat.
Falaga menjadi budaya pop di kalangan anak muda Sorake akibat masuknya budaya lain, yaitu budaya barat.
Saran yang dapat diberikan oleh peneliti hendaknya kata falaga dapat diarahkan menjadi makna yang positif yang bukan mengarah untuk budaya pesta minum bir namun dapat pula menjadi istilah untuk budaya positif pemuda pantai.
Bahkan dapat menjadi simbol gerakan anak muda Sorake yang dapat membawa dampak kemajuan Pulau Nias secara khusus dan Indonesia pada umumnya.
Related Results
KARAKTERISTIK PANTAI PULAU LAUT-SEKATUNG (SALAH SATU PULAU TERLUAR NKRI)
KARAKTERISTIK PANTAI PULAU LAUT-SEKATUNG (SALAH SATU PULAU TERLUAR NKRI)
Pulau Laut-Sekatung adalah salah satu pulau terluar Negara Republik Indonesia yang berbatasan dengan perairan Malaysia Timur. Pulau ini terletak di laut Cina Selatan sebagai bagian...
Sosialisasi Perlindungan Anak Terhadap Prostitusi Anak Dan Kekerasan Terhadap Anak
Sosialisasi Perlindungan Anak Terhadap Prostitusi Anak Dan Kekerasan Terhadap Anak
Beberapa temuan ada ratusan ribu anak-anak Indonesia yang menjadi korban prostitusi anak dan kekerasan pada anak tiap tahunnya. Eksploitasi anak untuk prostitusi sangat membahayaka...
DATARAN TOILI WISATA ALAM : SERIBU CEMARA DI PANTAI MINAHAKI
DATARAN TOILI WISATA ALAM : SERIBU CEMARA DI PANTAI MINAHAKI
Wisata Alam kini menjadi icon favorit bagi masyarakat Lokal khususnya dataran Toili dengan icon terbaru yang menjadi andalan masyarakat sekitar adalah Pantai minahaki yang menawark...
Pop κουλτούρα και pop art στη Νέα Υόρκη της δεκαετίας του 1960
Pop κουλτούρα και pop art στη Νέα Υόρκη της δεκαετίας του 1960
Η εργασία ερευνά το εικαστικό κίνημα της Pop Art όπως εξελίχθηκε στη Νέα Υόρκη της δεκαετίας του 1960 αναδεικνύοντας το γενικότερο πολιτιστικό πλαίσιο της αμερικανικής πραγματικότη...
Ancaman Budaya Populer terhadap Pelestarian Budaya Maena di Desa Lologolu Kecamatan Mandrehe Kabupaten Nias Barat
Ancaman Budaya Populer terhadap Pelestarian Budaya Maena di Desa Lologolu Kecamatan Mandrehe Kabupaten Nias Barat
Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak perkembangan budaya populer, khususnya yang bersumber dari budaya barat, terhadap pelestarian budaya maena di Desa Lologolu. Fokusnya...
Analisis Potensi Objek Wisata Pantai Binalatung Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara
Analisis Potensi Objek Wisata Pantai Binalatung Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara
Abstrak
Pariwisata merupakan salah satu sektor yang bisa di andalkan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) suatu wilayah. Kota Tarakan memiliki kondisi geografis ke...
PEMBANGUNAN BELIA POSITIF DALAM PROGRAM KEM RAKAN MUDA JIRAN MUDA
PEMBANGUNAN BELIA POSITIF DALAM PROGRAM KEM RAKAN MUDA JIRAN MUDA
ABSTRAK Kajian ini menjelaskan penerapan elemen pembangunan belia positif dalam perencanaan, perlaksanaan dan penilaian Program Kem Rakan Muda Jiran Muda. Pembangunan Belia Positi...
PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM
PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM
Perlindungan anak terhadap anak yang bermasalah dengan hukum, sebagai bagian utama peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia, karena anak adalah kelompok strategis berkelanjutan...

