Javascript must be enabled to continue!
PENGARUH WAKTU PERENDAMAN SABUT KELAPA DALAM EKSTRAK DAUN JATI MUDA DENGAN FIKSATOR KAPUR TOHOR (CaO) TERHADAP INTENSITAS DAN TAHAN LUNTUR WARNA KAIN PADA PEWARNAAN KAIN KATUN
View through CrossRef
“Penggunaan pewarna alami pada tekstil dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan sumber daya alam seperti daun jati muda dan sabut kelapa, sehingga juga dapat meminimalkan penggunaan pewarna sintetis yang dapat membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan. dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh perendaman sabutkelapa dalam ekstrak daun jati muda terhadap intensitas warna dan ketahanan luntur warna kain katun setelah dicuci dengan sabun, serta pengaruh kapur tohor (CaO) sebagai fiksator terhadap intensitas warna dan daya tahan luntur warna kain katun yang telah dicuci dengan sabun. Penelitian ini meliputi beberapa tahapan. Pertama, daun jati muda diekstraksi dengan teknik perebusan dengan perbandingan 1 kilogram per 10 liter, menggunakan air sebagai pelarut dan memanaskan campuran pada suhu 100°C selama 30 menit. Kedua, merendam sabut kelapa selama 24 atau 48 jam pada ekstrak daun jati muda. Ketiga, cara mencelupkan kain pada ekstrak daun jati muda dengan merendamnya selama 24, 48, dan tidak direndam sama sekali. Keemepat, proses fiksasi menggunakan kapur tohor (CaO) 10gr/1liter air. Kelima, proses pengujian intensitas warna menggunakan spektrofotometer UV-Vis 2401 PC dan pengujian tahan luntur warna terhadap pencucian menggunakan sabun menggunakan grey schale. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sampel tanpa perlakuan perendaman menunjukan intensitas warna yang lebih rendah dengan nilai R% (9,45) dibandingkan dengan sampel pada perendaman selama 24 dengan nilai R% (18,24)) dan 48 jam dengan nilai R% (24,06). Pada pengujian tahan luntur warna ketiganya memiliki nilai luntur warna yang cukup baik dengan nilai (4-5). Pada perlakuan pemberian fiksator dapat mempengaruhi intensitas warna menjadi lebih tinggi sehingga warna yang dihasilkan menjadi lebih cerah, baik pada perendaman menggunakan sabut kelapa maupun tanpa perendaman. Sampel dengan fiksator dan tanpa perendaman memiliki nilai R% yang lebih rendah (26) dibandingankan sampel dengan fiksator dan perendaman selama 24 jam memiliki nilai R% ( 62,38), sampel dengan fiksator dan perendaman selama 48 jam memiliki nilai R% (72,11).
Universitas Wahid Hasyim Semerang
Title: PENGARUH WAKTU PERENDAMAN SABUT KELAPA DALAM EKSTRAK DAUN JATI MUDA DENGAN FIKSATOR KAPUR TOHOR (CaO) TERHADAP INTENSITAS DAN TAHAN LUNTUR WARNA KAIN PADA PEWARNAAN KAIN KATUN
Description:
“Penggunaan pewarna alami pada tekstil dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan sumber daya alam seperti daun jati muda dan sabut kelapa, sehingga juga dapat meminimalkan penggunaan pewarna sintetis yang dapat membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan.
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh perendaman sabutkelapa dalam ekstrak daun jati muda terhadap intensitas warna dan ketahanan luntur warna kain katun setelah dicuci dengan sabun, serta pengaruh kapur tohor (CaO) sebagai fiksator terhadap intensitas warna dan daya tahan luntur warna kain katun yang telah dicuci dengan sabun.
Penelitian ini meliputi beberapa tahapan.
Pertama, daun jati muda diekstraksi dengan teknik perebusan dengan perbandingan 1 kilogram per 10 liter, menggunakan air sebagai pelarut dan memanaskan campuran pada suhu 100°C selama 30 menit.
Kedua, merendam sabut kelapa selama 24 atau 48 jam pada ekstrak daun jati muda.
Ketiga, cara mencelupkan kain pada ekstrak daun jati muda dengan merendamnya selama 24, 48, dan tidak direndam sama sekali.
Keemepat, proses fiksasi menggunakan kapur tohor (CaO) 10gr/1liter air.
Kelima, proses pengujian intensitas warna menggunakan spektrofotometer UV-Vis 2401 PC dan pengujian tahan luntur warna terhadap pencucian menggunakan sabun menggunakan grey schale.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sampel tanpa perlakuan perendaman menunjukan intensitas warna yang lebih rendah dengan nilai R% (9,45) dibandingkan dengan sampel pada perendaman selama 24 dengan nilai R% (18,24)) dan 48 jam dengan nilai R% (24,06).
Pada pengujian tahan luntur warna ketiganya memiliki nilai luntur warna yang cukup baik dengan nilai (4-5).
Pada perlakuan pemberian fiksator dapat mempengaruhi intensitas warna menjadi lebih tinggi sehingga warna yang dihasilkan menjadi lebih cerah, baik pada perendaman menggunakan sabut kelapa maupun tanpa perendaman.
Sampel dengan fiksator dan tanpa perendaman memiliki nilai R% yang lebih rendah (26) dibandingankan sampel dengan fiksator dan perendaman selama 24 jam memiliki nilai R% ( 62,38), sampel dengan fiksator dan perendaman selama 48 jam memiliki nilai R% (72,11).
Related Results
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Penggunaan Ekstrak Dari Tiga Jenis Daun Jati (Daun Jati Lokal, Daun Jati Super, dan Daun Jati Belanda) sebagai Pewarna Alami pada Sirup
Penggunaan Ekstrak Dari Tiga Jenis Daun Jati (Daun Jati Lokal, Daun Jati Super, dan Daun Jati Belanda) sebagai Pewarna Alami pada Sirup
Daun jati merupakan salah satu jenis tumbuhan yang dapat menghasilkan pewarna alami dan tumbuhan yang dianggap sebagai limbah karena pemanfaatannya yang masih kurang oleh masyaraka...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Pemanfaatan, Daun Ketapang, Daun Jambu Biji dan Daun Jarak Sebagai Pewarna Alami Pada Pembuatan Ecoprint Teknik Iron Blanket)
Pemanfaatan, Daun Ketapang, Daun Jambu Biji dan Daun Jarak Sebagai Pewarna Alami Pada Pembuatan Ecoprint Teknik Iron Blanket)
ABSTRACT Pewarna texstil alami memiliki karakter tersendiri hasil warnanya cenderung warna kusam sehingga untuk mendapatkan hasil bagus perlu inovasi. Inovasi yang dapat digunakan...
PEWARNAAN SIMPUL, SISI, WILAYAH PADA GRAF DAN PENERAPANNYA
PEWARNAAN SIMPUL, SISI, WILAYAH PADA GRAF DAN PENERAPANNYA
Pewarnaan graf merupakan pemetaan warna-warna pada unsur graf. Terdapat 3 jenis pewarnaan yang digunakan pada pewarnaan graf yaitu pewarnaan simpul, pewarnaan sisi, dan pewarnaan w...
Pengaruh Mordan Tawas, Tunjung, dan Kapur Sirih Terhadap Hasil Pencelupan Kain Katun Mori Prima Dengan Campuran Ekstrak Kulit Bawang Merah dan Daun Harendong
Pengaruh Mordan Tawas, Tunjung, dan Kapur Sirih Terhadap Hasil Pencelupan Kain Katun Mori Prima Dengan Campuran Ekstrak Kulit Bawang Merah dan Daun Harendong
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kulit bawang merah dan daun harendong yang memiliki pigmen warna yaitu tanin dan antosianin, serta untuk memanfaatkan limbah di lingkungan. Pe...

