Javascript must be enabled to continue!
KARAKTERISTIK LIMBAH BIOMASSA KULIT BATANG SAGU SEBAGAI BAHAN BAKU ENERGI ALTERNATIF DI PROVINSI RIAU
View through CrossRef
The availability of fossil energy is decreasing and one day will experience scarcity. For this reason, it is necessary to look for various alternative materials for new renewable energy sources, one of which is by utilizing biomass energy. Sago waste is a form of biomass derived from non-timber forest products. Sago waste found in Meranti Islands Regency has the opportunity to be used as alternative energy raw materials such as biopellets, biobriquettes, and bio gas. Biomass has certain properties according to its type, where it grows, and environmental conditions. Therefore, it is necessary to understand the properties of biomass before use. This study aims to study the physical and chemical properties of sago husk waste as a bioenergy raw material. The method in this research is to analyze the properties of chemical balances in the laboratory and the data obtained are analyzed descriptively. The results of the study of the chemical properties of sago stems were extractive substances of 3.2%, holocellulose content of 53.33%. Hemicellulose 23,58 %, alpha cellulose 29,75 5 and lignin 32, 29 %. As for the physical properties, the water content is 11.29%, the ash content is 1.87%, and the air content is 80.64%. Based on the chemical and physical properties based on laboratory tests, sago husk is mostly used as a raw material for bio gas but is also suitable for the manufacture of biobriquettes, bio pellets and charcoal.Keywords: extractive, holocellulose, lignin, sago bark AbstrakKetersediaan energi fosil semakin lama semakin berkurang dan suatu saat akan mengalami kelangkaan. Untuk itu perlu dicari berbagai bahan alternatif sumber energi baru terbarukan, salah satunya memanfaatkan energi biomassa. Limbah sagu merupakan salah bentuk biomassa, yang berasal dari hasil hutan bukan kayu. Limbah Sagu yang terdapat di Kabupaten Kepulauan Meranti berpotensi untuk dijadikan bahan baku energi alternatif seperti bio pelet, bio briket, bio gas. Biomassa memiliki sifat spesifik sesuai dengan jenis, tempat tumbuhnya dan kondisi lingkungan. Oleh karena itu perlu dipahami sifat-sifat biomassa sebelum dimanfaatkan. Tujan penelitian ini adalah mempejari sifat fisik kimia limbah kulit batang sagu sebagai bahan baku bioenergi. Metode dalam penelitian ini melakukan analisis sifat sisik kimia secara laboratorium dan data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian dari sifat kimia batang sagu adalah zat ekstraktif 3,2 %, kadar holoselulosa 53,33%. Hemiselulosa 23,58 %, alpheselulosa 29,75 5 dan lignin 32, 29 %. Sedangkan untuk sifat fisik yaitu kadar air 11, 29 %, kadar abu 1,87%, kadar zat erbang 80,64 %. Berdasarkan sifat kimia dan fisis berdasarkan uji laboratorium, kulit batang sagu lebih cocok digunakan sebagai bahan baku bio gas tetapi berpotensi juga dijadikan bio briket, bio pelet dan arang.Kata kunci : ekstraktif, holoselulusa, lignin, kulit batang sagu
Title: KARAKTERISTIK LIMBAH BIOMASSA KULIT BATANG SAGU SEBAGAI BAHAN BAKU ENERGI ALTERNATIF DI PROVINSI RIAU
Description:
The availability of fossil energy is decreasing and one day will experience scarcity.
For this reason, it is necessary to look for various alternative materials for new renewable energy sources, one of which is by utilizing biomass energy.
Sago waste is a form of biomass derived from non-timber forest products.
Sago waste found in Meranti Islands Regency has the opportunity to be used as alternative energy raw materials such as biopellets, biobriquettes, and bio gas.
Biomass has certain properties according to its type, where it grows, and environmental conditions.
Therefore, it is necessary to understand the properties of biomass before use.
This study aims to study the physical and chemical properties of sago husk waste as a bioenergy raw material.
The method in this research is to analyze the properties of chemical balances in the laboratory and the data obtained are analyzed descriptively.
The results of the study of the chemical properties of sago stems were extractive substances of 3.
2%, holocellulose content of 53.
33%.
Hemicellulose 23,58 %, alpha cellulose 29,75 5 and lignin 32, 29 %.
As for the physical properties, the water content is 11.
29%, the ash content is 1.
87%, and the air content is 80.
64%.
Based on the chemical and physical properties based on laboratory tests, sago husk is mostly used as a raw material for bio gas but is also suitable for the manufacture of biobriquettes, bio pellets and charcoal.
Keywords: extractive, holocellulose, lignin, sago bark AbstrakKetersediaan energi fosil semakin lama semakin berkurang dan suatu saat akan mengalami kelangkaan.
Untuk itu perlu dicari berbagai bahan alternatif sumber energi baru terbarukan, salah satunya memanfaatkan energi biomassa.
Limbah sagu merupakan salah bentuk biomassa, yang berasal dari hasil hutan bukan kayu.
Limbah Sagu yang terdapat di Kabupaten Kepulauan Meranti berpotensi untuk dijadikan bahan baku energi alternatif seperti bio pelet, bio briket, bio gas.
Biomassa memiliki sifat spesifik sesuai dengan jenis, tempat tumbuhnya dan kondisi lingkungan.
Oleh karena itu perlu dipahami sifat-sifat biomassa sebelum dimanfaatkan.
Tujan penelitian ini adalah mempejari sifat fisik kimia limbah kulit batang sagu sebagai bahan baku bioenergi.
Metode dalam penelitian ini melakukan analisis sifat sisik kimia secara laboratorium dan data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif.
Hasil penelitian dari sifat kimia batang sagu adalah zat ekstraktif 3,2 %, kadar holoselulosa 53,33%.
Hemiselulosa 23,58 %, alpheselulosa 29,75 5 dan lignin 32, 29 %.
Sedangkan untuk sifat fisik yaitu kadar air 11, 29 %, kadar abu 1,87%, kadar zat erbang 80,64 %.
Berdasarkan sifat kimia dan fisis berdasarkan uji laboratorium, kulit batang sagu lebih cocok digunakan sebagai bahan baku bio gas tetapi berpotensi juga dijadikan bio briket, bio pelet dan arang.
Kata kunci : ekstraktif, holoselulusa, lignin, kulit batang sagu.
Related Results
Studi Karakteristik Bio-briket Berbahan Baku Limbah Kulit Batang Sagu dan Tempurung Kelapa
Studi Karakteristik Bio-briket Berbahan Baku Limbah Kulit Batang Sagu dan Tempurung Kelapa
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik biobriket yang dihasilkan dari kombinasi limbah kulit batang sagu dan tempurung kelapa. Metode yang digunakan dalam pene...
Analisis Pemanfaatan Abu Ampas Sagu Terhadap Nilai Karakteristik dan Deformasi Pada Campuran Beton Aspal
Analisis Pemanfaatan Abu Ampas Sagu Terhadap Nilai Karakteristik dan Deformasi Pada Campuran Beton Aspal
Di Indonesia potensi tumbuhan sagu tumbuh di beberapa daerah seperti Papua, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Jambi, dan R...
Diversifikasi Tanaman Sagu
Diversifikasi Tanaman Sagu
Tujuan dilakukannya diversifikasi sagu adalah untuk membuka wawasan bagi masyarakat luas tentang pengolahan pangan berbahan dasar sagu. Diversifikasi tanaman sagu dilatarbelakang...
Pemanfaatan Kulit Pisang (Musa paradisiaca) Menjadi Donat Tinggi Kalsium
Pemanfaatan Kulit Pisang (Musa paradisiaca) Menjadi Donat Tinggi Kalsium
Tujuan dari penelitian ini adalah: memanfaatkan limbah kulit pisang menjadi salah satu produk pangan tinggi kalsium yaitu berupa donat dan mengetahui formulasi tepung terigu : kuli...
PENGEMBANGAN PRODUK SEMIR SEPATU DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH KULIT PISANG KEPOK (Musa Paradisiaca L.)
PENGEMBANGAN PRODUK SEMIR SEPATU DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH KULIT PISANG KEPOK (Musa Paradisiaca L.)
Kota makassar yang terkenal dengan kuliner olahan buah pisang yang dapat menghasilkan limbah organik, memanfaatkan limbah kulit pisang sisa olahan kuliner agar dapat digunakan deng...
Shabrina Devinta Poetry
Shabrina Devinta Poetry
Limbah merupakan suatu barang atau zat yang akan dibuang setelah digunakan atau bisa juga disebut sebagai “ampas” dari suatu produk yang tidak dapat digunakan lagi dan akhirnya aka...
Sago SENTRA PENGOLAHAN PATI SAGU DI KAMPUNG TAMBAT KABUPATEN MERAUKE
Sago SENTRA PENGOLAHAN PATI SAGU DI KAMPUNG TAMBAT KABUPATEN MERAUKE
Abstrak
Potensi sagu di Kabupaten Merauke sangat besar apabila dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Papua. Sagu adalah tanaman dengan nilai sosial budaya dan eko...
Analisis Kuat Tarik Tidak Langsung Dengan Durabilitas Penggunaan Abu Ampas Sagu Sebagai Filler pada Campuran
Analisis Kuat Tarik Tidak Langsung Dengan Durabilitas Penggunaan Abu Ampas Sagu Sebagai Filler pada Campuran
Salah satu upaya yang juga dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja pelayanan dari perkerasan jalan adalah dengan menerapkan suatu melakukan inovasi dengan menggunakan bahan tamb...

