Javascript must be enabled to continue!
Kajian Perubahan Garis Pantai Muara Gembong, Bekasi
View through CrossRef
Abstrak. Secara geografis, wilayah Pesisir Muara Gembong berbatasan secara langsung dengan Laut Jawa sehingga sangat rentan tehadap bencana abrasi yang serius dan perlu untuk dilakukan pemantauan secara kontinu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui luasan abrasi yang terjadi dan mendapatkan alternatif penanggulangan abrasi di lokasi penelitian. Penelitian ini menggunakan metode tumpang tindih (overlay) citra satelit Landsat tahun 2012 dan tahun 2020 dengan menggunakan program ER Mapper untuk memperbaiki kualitas citra sebelum diolah selanjutnya dan program ArcGIS untuk tumpang tindih (overlay) citra serta prediksi perubahan garis pantai untuk tahun 2030 menggunakan program GENESIS. Penelitian dilakukan pada bulan Februari – Juli tahun 2020 di Pantai Muara Gembong, Bekasi. Hasil tumpang tindih Citra Landsat tahun 2012 dan tahun 2020 menunjukkan bahwa luasan abrasi di Muara Gembong adalah 252.071,71 m2. Tinggi muka air laut rata-rata adalah 0,60 m dengan surut terendah 0,49 m dan pasang tertinggi 0,62 m. Berdasarkan hasil analisis pasang surut maka dapat diketahui tinggi rencana bangunan pantai yang akan dibangun yaitu 2,87 m. Berdasarkan hasil simulasi yang dilakukan maka bangunan pantai yang tepat untuk mengatasi persoalan abrasi yang terjadi di lokasi penelitian adalah breakwater.Coastline Change Study in Muara Gembong, BekasiAbstract. Geographically, the Muara Gembong Coastal area is directly bordering to the Java Sea, so it is very vulnerable to serious abrasion disasters and it is necessary to carry out monitoring continuously. The aim of this research is to determine the extent of abrasion that occurs and to find alternatives to abrasion control at the research location. This research using the overlay method of Landsat imagery in 2012 and 2020 using the ER Mapper program to improve image quality before further processing and the ArcGIS program to overlay images and predict changes in coastlines for 2030 using the GENESIS program. The research was conducted in February - July 2020 at Muara Gembong Beach, Bekasi. The overlay results of Landsat imagery in 2012 and 2020 show that the area of abrasion in Muara Gembong is 252,071.71 m2. The mean sea level is 0.60 m with the lowest tide is 0.49 m and the highest tide is 0.62 m. Based on the results of the tidal analysis, it can be seen that the planned height of the coastal buildings to be built is 2.87 m. Based on the results of the simulations carried out, the beach protection building suitable for abrasion problems at the study location is the breakwater.
Title: Kajian Perubahan Garis Pantai Muara Gembong, Bekasi
Description:
Abstrak.
Secara geografis, wilayah Pesisir Muara Gembong berbatasan secara langsung dengan Laut Jawa sehingga sangat rentan tehadap bencana abrasi yang serius dan perlu untuk dilakukan pemantauan secara kontinu.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui luasan abrasi yang terjadi dan mendapatkan alternatif penanggulangan abrasi di lokasi penelitian.
Penelitian ini menggunakan metode tumpang tindih (overlay) citra satelit Landsat tahun 2012 dan tahun 2020 dengan menggunakan program ER Mapper untuk memperbaiki kualitas citra sebelum diolah selanjutnya dan program ArcGIS untuk tumpang tindih (overlay) citra serta prediksi perubahan garis pantai untuk tahun 2030 menggunakan program GENESIS.
Penelitian dilakukan pada bulan Februari – Juli tahun 2020 di Pantai Muara Gembong, Bekasi.
Hasil tumpang tindih Citra Landsat tahun 2012 dan tahun 2020 menunjukkan bahwa luasan abrasi di Muara Gembong adalah 252.
071,71 m2.
Tinggi muka air laut rata-rata adalah 0,60 m dengan surut terendah 0,49 m dan pasang tertinggi 0,62 m.
Berdasarkan hasil analisis pasang surut maka dapat diketahui tinggi rencana bangunan pantai yang akan dibangun yaitu 2,87 m.
Berdasarkan hasil simulasi yang dilakukan maka bangunan pantai yang tepat untuk mengatasi persoalan abrasi yang terjadi di lokasi penelitian adalah breakwater.
Coastline Change Study in Muara Gembong, BekasiAbstract.
Geographically, the Muara Gembong Coastal area is directly bordering to the Java Sea, so it is very vulnerable to serious abrasion disasters and it is necessary to carry out monitoring continuously.
The aim of this research is to determine the extent of abrasion that occurs and to find alternatives to abrasion control at the research location.
This research using the overlay method of Landsat imagery in 2012 and 2020 using the ER Mapper program to improve image quality before further processing and the ArcGIS program to overlay images and predict changes in coastlines for 2030 using the GENESIS program.
The research was conducted in February - July 2020 at Muara Gembong Beach, Bekasi.
The overlay results of Landsat imagery in 2012 and 2020 show that the area of abrasion in Muara Gembong is 252,071.
71 m2.
The mean sea level is 0.
60 m with the lowest tide is 0.
49 m and the highest tide is 0.
62 m.
Based on the results of the tidal analysis, it can be seen that the planned height of the coastal buildings to be built is 2.
87 m.
Based on the results of the simulations carried out, the beach protection building suitable for abrasion problems at the study location is the breakwater.
Related Results
Keupayaan Aplikasi Indeks Spektrum dalam Penentuan Perubahan Pantai
Keupayaan Aplikasi Indeks Spektrum dalam Penentuan Perubahan Pantai
Pantai penting dalam menyediakan pelbagai perkhidmatan ekosistem. Garis pantai berubah secara dinamik dan analisis perubahan garis pantai berupaya dilakukan oleh teknologi penderia...
Kajian Perubahan Garis Pantai Dengan Metode One-Line Model Pantai Tamasaju Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar
Kajian Perubahan Garis Pantai Dengan Metode One-Line Model Pantai Tamasaju Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar
Perubahan garis pantai telah banyak terjadi, salah satunya adalah wilayah pesisir Kabupaten Takalar, Kecamatan Galesong Utara. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui per...
ANALISIS DATA CITRA LANDSAT UNTUK PEMANTAUAN PERUBAHAN GARIS PANTAI KOTA BENGKULU
ANALISIS DATA CITRA LANDSAT UNTUK PEMANTAUAN PERUBAHAN GARIS PANTAI KOTA BENGKULU
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai Kota Bengkulu dengan teknologi penginderaan jauh menggunakan data citra Landsat, berdasarkan data multi temporal ...
ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI KILI-KILI MENGGUNAKAN DSAS: PENGARUH TOPOGRAFI, KEMIRINGAN DAN SEDIMEN PASIR
ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI KILI-KILI MENGGUNAKAN DSAS: PENGARUH TOPOGRAFI, KEMIRINGAN DAN SEDIMEN PASIR
Perubahan garis pantai merupakan indikator penting dinamika pesisir yang dipengaruhi oleh proses alami dan aktivitas manusia, sehingga pemantauan abrasi diperlukan untuk menjaga st...
Upaya Pelestarian Kesenian Topeng Bekasi pada Masyarakat Bekasi “Studi Kasus Kelompok Seni Putra Budaya”
Upaya Pelestarian Kesenian Topeng Bekasi pada Masyarakat Bekasi “Studi Kasus Kelompok Seni Putra Budaya”
ABSTRAKPenelitian ini mengkaji mengenai upaya pelestarian Kesenian Topeng Bekasi sebagai identitas budaya Bekasi. Bekasi sebagai wilayah kota metropolitan membuat kesenian tradisio...
Identifikasi Perubahan Garis Pantai di Kawasan Reklamasi Pantai Karnaval Ancol, Jakarta Utara
Identifikasi Perubahan Garis Pantai di Kawasan Reklamasi Pantai Karnaval Ancol, Jakarta Utara
Perubahan garis pantai merupakan fenomena dinamis yang terjadi akibat faktor alami dan aktivitas manusia, seperti reklamasi pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ...
SEDIMENTASI MUARA SUNGAI DI KOTA SORONG
SEDIMENTASI MUARA SUNGAI DI KOTA SORONG
Kota Sorong merupakan wilayah yang membentang sepanjang pesisir bagian barat Propinsi Papua Barat. Salah satunya adalah muara Sungai Remu, yang mana sampai saat ini merupakan salah...
PEMETAAN PERUBAHAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT DI KECAMATAN RAROWATU UTARA KABUPATEN BOMBANA
PEMETAAN PERUBAHAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT DI KECAMATAN RAROWATU UTARA KABUPATEN BOMBANA
Aktivitas yang dilakukan di sekitar pantai dapat menyebabkan terjadinya perubahan garis pantai jika tidak dilandasi dengan pengetahuan tentang dinamika pantai, karena lingkungan pa...

