Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Moderasi Beragama dalam Film “?” Karya Hanung Bramantyo: Kajian Sosiologi SastraA DALAM FILM “?” KARYA HModerasi Beragama dalam Film “?” Karya Hanung Bramantyo: Kajian Sosiologi SastraANUNG BRAMANTYO: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA

View through CrossRef
Penelitian ini fokus menganalis tentang bagaimana pesan moderasi beragama yang diungkap dalam film “?” karya Hanung Bramantyo. Moderasi beragama adalah solusi alternatif yang sekarang ini digalakkan oleh pemerintah untuk menjawab beragam tantangan isu pluralisme beragama di Indonesia. Untuk itu penulis menggunakan tinjauan sosiologi sastra dalam menganalisis penelitian ini. Data dalam penelitian ini adalah film “?” karya Hanung Bramantyo yang berupa adegan, penggunaan bahasa, baik di dalam dialog antar tokoh maupun dalam teks-teks yang beredar di sepanjang film ini yang berupa kata, frasa, klausa, atau kalimat yang berkaitan dengan kehidupan sosial. Kemudian data tersebut diolah dalam bentuk argumen teoretis untuk menganalisis bagaimana pesan moderasi beragama tersampaikan dalam film tersebut. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah   teknik dokumentasi, teknik simak, dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pesan-pesan moderasi beragama dalam film “?.” Pesan-pesan tersebut adalah a) toleransi, b) anti kekerasan, c) penerimaan terhadap tradisi, d) komitmen kebangsaan. Keempat hal tersebut adalah sikap moderasi beragama sebagai penawar isu gejolak pluralisme beragama di Indonesia. Selain itu film ini terbukti memiliki kemampuan futuristik yang tinggi, yaitu istilah moderasi beragama baru muncul dan didengungkan oleh pemerintah pada tahun 2019 sedangkan film ini dirilis pada tahun 2011. Hal ini semakin menguatkan bahwa bahwa karya sastra selalu relevan sepanjang zaman karena mampu memotret kondisi sosial masyarakat di masa yang akan datang. 
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: Moderasi Beragama dalam Film “?” Karya Hanung Bramantyo: Kajian Sosiologi SastraA DALAM FILM “?” KARYA HModerasi Beragama dalam Film “?” Karya Hanung Bramantyo: Kajian Sosiologi SastraANUNG BRAMANTYO: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA
Description:
Penelitian ini fokus menganalis tentang bagaimana pesan moderasi beragama yang diungkap dalam film “?” karya Hanung Bramantyo.
Moderasi beragama adalah solusi alternatif yang sekarang ini digalakkan oleh pemerintah untuk menjawab beragam tantangan isu pluralisme beragama di Indonesia.
Untuk itu penulis menggunakan tinjauan sosiologi sastra dalam menganalisis penelitian ini.
Data dalam penelitian ini adalah film “?” karya Hanung Bramantyo yang berupa adegan, penggunaan bahasa, baik di dalam dialog antar tokoh maupun dalam teks-teks yang beredar di sepanjang film ini yang berupa kata, frasa, klausa, atau kalimat yang berkaitan dengan kehidupan sosial.
Kemudian data tersebut diolah dalam bentuk argumen teoretis untuk menganalisis bagaimana pesan moderasi beragama tersampaikan dalam film tersebut.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah   teknik dokumentasi, teknik simak, dan teknik catat.
Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pesan-pesan moderasi beragama dalam film “?.
” Pesan-pesan tersebut adalah a) toleransi, b) anti kekerasan, c) penerimaan terhadap tradisi, d) komitmen kebangsaan.
Keempat hal tersebut adalah sikap moderasi beragama sebagai penawar isu gejolak pluralisme beragama di Indonesia.
Selain itu film ini terbukti memiliki kemampuan futuristik yang tinggi, yaitu istilah moderasi beragama baru muncul dan didengungkan oleh pemerintah pada tahun 2019 sedangkan film ini dirilis pada tahun 2011.
Hal ini semakin menguatkan bahwa bahwa karya sastra selalu relevan sepanjang zaman karena mampu memotret kondisi sosial masyarakat di masa yang akan datang.
 .

Related Results

Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Rokhmawan,Tristan. 2011. Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas...
Moderasi Beragama: Praksis Kerukunan Antar Umat Beragama
Moderasi Beragama: Praksis Kerukunan Antar Umat Beragama
The Indonesian state has religious pluralism, therefore an effort is needed to maintain inter-religious harmony. One of them is through religious moderation. The principle of relig...
Aspek Ego Tokoh Kartini dalam Film Kartini Karya Hanung Bramantyo: Kajian Psikoanalisis Sigmund Freud
Aspek Ego Tokoh Kartini dalam Film Kartini Karya Hanung Bramantyo: Kajian Psikoanalisis Sigmund Freud
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan aspek ego yang dimiliki oleh tokoh Kartini dalam film Kartini (2017) karya Hanung Bramantyo. Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu ...
Moderasi Beragama melalui Peran Guru Beragama Hindu di Pondok Pesantren Bali Bina Insani
Moderasi Beragama melalui Peran Guru Beragama Hindu di Pondok Pesantren Bali Bina Insani
Abstrak: Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan keislaman umumnya hanya melibatkan umat muslim, akan tetapi berbeda dengan Pondok Pesantren Bali Bina Insani yang mengimplement...
PERAN MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) DALAM PROSES DERADIKALISASI DAN MODERASI DI KOTA SURAKARTA
PERAN MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) DALAM PROSES DERADIKALISASI DAN MODERASI DI KOTA SURAKARTA
Masyarakat Kota Surakarta sangat majemuk dan multikultur, sering terjadi Radikalisme di Kota Surakarta yang menimbulkan ketegangan dan konflik antar kelompok. Tujuan penelitian ini...
Budaya Moderasi Beragama Melalui Aktualisasi Pendidikan Islam Wasatiyyah: Rekoneksi dan Toleransi
Budaya Moderasi Beragama Melalui Aktualisasi Pendidikan Islam Wasatiyyah: Rekoneksi dan Toleransi
Banyak isu dan aksi yang mencerminkan perilaku terorisme, ekstremisme, radikalisme, intoleransi, paham takfiri (senang khawatir), dan klaim kebenaran sepihak, dan sebagainya. Hal i...
Pendekatan Dakwah Al-Hikmah Dalam menumbuhkan sikap Moderasi Beragama
Pendekatan Dakwah Al-Hikmah Dalam menumbuhkan sikap Moderasi Beragama
Keberagaman dalam beragama merupakan sebuah kenyataan yang tidak dapat dihindari. Banyaknya perbedaan pendapat antara pemeluk agama yang satu dengan yang lain sering menimbulkan pe...

Back to Top