Javascript must be enabled to continue!
Negosiasi dalam Komunikasi Antarpribadi Suami dan Istri Ketika Memutuskan Istri Bekerja Atau Tidak
View through CrossRef
Artikel ini bertujuan untuk melihat bagaimana proses negosiasi pada pasangan suami dan istri, ketika memutuskan istri bekerja atau tidak. Dengan melihat dari dua sudut pandang baik suami maupun istri. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis, dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif, serta validitas data menggunakan triagulasi sumber, sehingga dapat menjelaskan bagaimana proses negosiasi untuk memutuskan istri bekerja atau tidak dilihat dari sudut pandang suami dan istri. Menggunakan teori Konflik Antarpribadi, teori Negosiasi, dan Teori Basis Kekuasaan dan Interaksi Model Pengaruh Interpersonal. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa suami dan istri bernegosiasi dan memutuskan istri bekerja atau tidak adalah sebelum menikah. Terdapat pertimbangan eksternal yang mempengaruhi keputusan yang diambil yaitu adanya undang-undang, norma sosial, agama dan struktur masyarakat yang menempatkan laki-laki dalam sektor publik sekaligus pencari nafkah utama, sedangkan istri tidak memiliki kewajiban untuk bekerja karena berada dalam sektor domestik. Sedangkan istri yang memutuskan bekerja tidak memenuhi harapan masyarakat, sehingga menghadirkan konsekuens adanya penolakan sosial masyarakan serta “loss of feminity”, karena pekerjaan domestik yang terbengkalai. Dalam hal ini ketika istri bekerja perlu dihadirkan pihak ketiga yaitu asisten rumah tangga dan keluarga besar, untuk terlibat dalam mengantikan istri menyelesaikan pekerjaan domestik ketika istri bekerja.
Title: Negosiasi dalam Komunikasi Antarpribadi Suami dan Istri Ketika Memutuskan Istri Bekerja Atau Tidak
Description:
Artikel ini bertujuan untuk melihat bagaimana proses negosiasi pada pasangan suami dan istri, ketika memutuskan istri bekerja atau tidak.
Dengan melihat dari dua sudut pandang baik suami maupun istri.
Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis, dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif, serta validitas data menggunakan triagulasi sumber, sehingga dapat menjelaskan bagaimana proses negosiasi untuk memutuskan istri bekerja atau tidak dilihat dari sudut pandang suami dan istri.
Menggunakan teori Konflik Antarpribadi, teori Negosiasi, dan Teori Basis Kekuasaan dan Interaksi Model Pengaruh Interpersonal.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa suami dan istri bernegosiasi dan memutuskan istri bekerja atau tidak adalah sebelum menikah.
Terdapat pertimbangan eksternal yang mempengaruhi keputusan yang diambil yaitu adanya undang-undang, norma sosial, agama dan struktur masyarakat yang menempatkan laki-laki dalam sektor publik sekaligus pencari nafkah utama, sedangkan istri tidak memiliki kewajiban untuk bekerja karena berada dalam sektor domestik.
Sedangkan istri yang memutuskan bekerja tidak memenuhi harapan masyarakat, sehingga menghadirkan konsekuens adanya penolakan sosial masyarakan serta “loss of feminity”, karena pekerjaan domestik yang terbengkalai.
Dalam hal ini ketika istri bekerja perlu dihadirkan pihak ketiga yaitu asisten rumah tangga dan keluarga besar, untuk terlibat dalam mengantikan istri menyelesaikan pekerjaan domestik ketika istri bekerja.
Related Results
Memandikan Jenazah Suami yang Menzhihar Istri Sebelum Membayar Kafarat dalam Hukum Islam
Memandikan Jenazah Suami yang Menzhihar Istri Sebelum Membayar Kafarat dalam Hukum Islam
Pada umumnya suami ataupun istri yang meninggal dunia antara keduanya boleh saling memandikan jenazahnya. Berbeda halnya jika istri memandikan jenazah suami telah mengucapan lafazh...
Pengalaman Suami dengan Istri Kanker serviks
Pengalaman Suami dengan Istri Kanker serviks
Kanker adalah penyakit yang saat ini menjadi masalah kesehatan masyarakat, salah satunya adalah kanker serviks yang banyak menyebabkan kematian pada wanita didunia maupun di Indone...
Problematika Nusyuz Istri terhadap Suami: Studi Kasus Pasangan Suami – Istri Desa Pringsurat, Temanggung, Jawa Tengah
Problematika Nusyuz Istri terhadap Suami: Studi Kasus Pasangan Suami – Istri Desa Pringsurat, Temanggung, Jawa Tengah
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena nusyuz istri terhadap suami, dengan fokus pada studi kasus Desa Pringsurat, Temanggung, Jawa Tengah. Nusyuz, dalam konteks ini,...
Gugatan Nafkah Tanpa Cerai
Gugatan Nafkah Tanpa Cerai
Tujuan penelitian ini untuk mengkaji secara mendalam perlindungan hukum bagi istri yang tidak mendapatkan nafkah dari suami serta untuk menganalisa upaya yang seharusnya dilakukan ...
PERAN SUAMI DALAM MEMPERCEPAT PROSES PERSALINAN ISTRI
PERAN SUAMI DALAM MEMPERCEPAT PROSES PERSALINAN ISTRI
Latar Belakang : Pendampingan suami saat persalinan mempunyai peranan penting bagi ibu karena dapat mempengaruhi psikologis ibu. Kondisi psikologis yang nyaman, rileks dan tenang d...
KONFLIK DAN NEGOSIASI DI DALAM PERSPEKTIF: ARSITEKTUR, SOSIOLOGI, TEKNOLOGI DAN KOMUNIKASI
KONFLIK DAN NEGOSIASI DI DALAM PERSPEKTIF: ARSITEKTUR, SOSIOLOGI, TEKNOLOGI DAN KOMUNIKASI
<p>ABSTRACT<br />This article will provide a study of the concepts of conflict and negotiation in various scientific perspectives, which in this context will be seen fr...
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Akibat Hukum Perceraian Karena Ketidakmampuan Suami Menafkahi Istri
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Akibat Hukum Perceraian Karena Ketidakmampuan Suami Menafkahi Istri
Perceraian merupakan salah satu kegagalan dalam mencapai tujuan yang mulia di dalam perkawinan. Perceraian di dalam rumah tangga dapat menimbulkan suatu akibat hukum, Penulisan ini...
Dukungan Suami Dalam Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif di Ponkesdes Awang-Awang Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto
Dukungan Suami Dalam Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif di Ponkesdes Awang-Awang Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto
Fenomena yang terjadi saat ini adalah masih rendahnya dukungan suami dalam pemberian ASI eksklusif karena anggapan bahwa menyusui menyebabkan ibu menjadi jelek, tidak menarik dan d...

