Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

NUANSA POLITIK DALAM MEMAHAMI HADIS: Analisa Metodologis-Historis

View through CrossRef
<p><span>Tulisan ini merupakan kajian terhadap adanya nuansa politis dalam memahami hadis. Kajian ini menjadi sangat penting karena karena ketika berbicara hadis, maka kita juga akan membincang mengenai orang-orang dan aliran politiknya dalam hadis tersebut yang berakibat pada kontroversi dalam memahami hadis. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dimana data-data yang ada kemudian dipahami dan dianalisa dengan menggunakan metode kritik dan historis hadis pada pendekatannya. Sejalan dengan itu tulisan ini memetakan berbagai aliran dalam hadis sekaligus bagaimana pemahaman mereka terhadap suatu hadis. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terdapat setidaknya tiga atau lebih aliran politik dalam kesejarahan hadis yakni Sunni. Syiah, Muawiyah, Muktazilah dan lain lain.  Perbedaan kelompok ini telah menstrukturkan pemahaman terhadap hadis dalam metodologis-historisnya. Perbedaan pemaknaan kelompok ini akan juga sekaligus berkosekuensi pada pemaknaan terhadap hadis itu sendiri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa berdasarkan metode dalam ilmu hadis dan sejarahnya, terdapat perbedaan dalam faksi politik dimana perbedaan ini akan berpengaruh pada pemahaman hadis.</span></p><p>[<strong><span>Political Nuances in Understanding Hadith: Methodological-Historical Analysis</span></strong><span>. This paper is a study of the political nuances in understanding hadith. This study is very important because when we talk about hadith, we will also talk about the people and their political flow in the hadith which results in controversy in understanding hadith. This research method uses qualitative research, where the existing data is then understood and analyzed using the critical and historical method of hadith as an approach. So this paper maps out the various schools of hadith as well as their understanding of a hadith. The results show that there are at least two political schools in the history of hadith, namely Sunni. Shia, Muawiyah. The differences in these groups have structured the understanding of hadith in its historical-methodological terms. The difference in the meaning of this group will also have consequences on the meaning of the hadith itself. This study concludes that based on the method in hadith science and its history, there are differences in political factions where these differences will affect the understanding of hadith.</span>]</p>
Title: NUANSA POLITIK DALAM MEMAHAMI HADIS: Analisa Metodologis-Historis
Description:
<p><span>Tulisan ini merupakan kajian terhadap adanya nuansa politis dalam memahami hadis.
Kajian ini menjadi sangat penting karena karena ketika berbicara hadis, maka kita juga akan membincang mengenai orang-orang dan aliran politiknya dalam hadis tersebut yang berakibat pada kontroversi dalam memahami hadis.
Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dimana data-data yang ada kemudian dipahami dan dianalisa dengan menggunakan metode kritik dan historis hadis pada pendekatannya.
Sejalan dengan itu tulisan ini memetakan berbagai aliran dalam hadis sekaligus bagaimana pemahaman mereka terhadap suatu hadis.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terdapat setidaknya tiga atau lebih aliran politik dalam kesejarahan hadis yakni Sunni.
Syiah, Muawiyah, Muktazilah dan lain lain.
  Perbedaan kelompok ini telah menstrukturkan pemahaman terhadap hadis dalam metodologis-historisnya.
Perbedaan pemaknaan kelompok ini akan juga sekaligus berkosekuensi pada pemaknaan terhadap hadis itu sendiri.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa berdasarkan metode dalam ilmu hadis dan sejarahnya, terdapat perbedaan dalam faksi politik dimana perbedaan ini akan berpengaruh pada pemahaman hadis.
</span></p><p>[<strong><span>Political Nuances in Understanding Hadith: Methodological-Historical Analysis</span></strong><span>.
This paper is a study of the political nuances in understanding hadith.
This study is very important because when we talk about hadith, we will also talk about the people and their political flow in the hadith which results in controversy in understanding hadith.
This research method uses qualitative research, where the existing data is then understood and analyzed using the critical and historical method of hadith as an approach.
So this paper maps out the various schools of hadith as well as their understanding of a hadith.
The results show that there are at least two political schools in the history of hadith, namely Sunni.
Shia, Muawiyah.
The differences in these groups have structured the understanding of hadith in its historical-methodological terms.
The difference in the meaning of this group will also have consequences on the meaning of the hadith itself.
This study concludes that based on the method in hadith science and its history, there are differences in political factions where these differences will affect the understanding of hadith.
</span>]</p>.

Related Results

PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
Hadis merupakan sumber utama pedoman hidup setelah al-Qur’an. Berdasarkan faktanya tidak semua hadis bersumber dari Rasulullah, pasal ini dilihat dari konteks sejarah perkembangann...
Metode Penelitian Fiqh al-Hadis
Metode Penelitian Fiqh al-Hadis
Hadis Nabi dalam hierarki sumber hukum Islam berada pada kedudukan kedua selepas al-Quran. Hadis berfungsi untuk menjelaskan, menafsirkan apa yang terkandung dalam al-Qur...
METODE DAN PENDEKATAN DALAM MENGATASI MUKHTALIF HADIS
METODE DAN PENDEKATAN DALAM MENGATASI MUKHTALIF HADIS
Hadis adalah sumber hukum kedua dalam Islam setelah Al-Quran. Hadis merangkum ajaran, tindakan, dan persetujuan dari Nabi Muhammad SAW, yang menjadi pedoman bagi umat Muslim dalam ...
PENGGUNAAN HADIS DALAM TAFSIR AL-MARAGHI
PENGGUNAAN HADIS DALAM TAFSIR AL-MARAGHI
"> Penafsiran Al-Quran telah berlangsung sejak zaman sahabat hingga zaman modern. Berbagai metodedan teori serta teknik penafsiran telah tumbuh berkembang. Seiring dengan mobili...
Peran Hadratus Syaikh Kh. Hasyim Asyari dalam Pengembangan Hadis di Indonesia
Peran Hadratus Syaikh Kh. Hasyim Asyari dalam Pengembangan Hadis di Indonesia
Sebagai negara yang penduduknya mayoritas Muslim, perkembangan hadis tentunya masuk ke Indonesia, menjadi menarik untuk dibahas karena sebagian besar penikmat ilmu hadis sendiri be...
HISTORITAS PERKEMBANGAN HADIS (DARI PERIODE KLASIK HINGGA KONTEMPORER)
HISTORITAS PERKEMBANGAN HADIS (DARI PERIODE KLASIK HINGGA KONTEMPORER)
ABSTRACT The history of the study of hadith from time to time experienced a very significant development, initially the study of hadith from oral to oral developed into writing, t...
Autentisitas Hadis Menurut Syiah
Autentisitas Hadis Menurut Syiah
In the Ahlussunah manhaj, the parameter in interacting with ḥadīṡ is understanding ṡubūt al-Sunnah, namely being able to determine the authenticity or knowing the accuracy of a ḥad...
Nîşâbur Muhaddislerinin Hadis İlmine Katkıları
Nîşâbur Muhaddislerinin Hadis İlmine Katkıları
Merv, Herât ve Belh ile birlikte Horasan’ın dört büyük şehrinden biri olan Nîşâbur, İslâm’ın geldiği sıralarda küçük bir kasaba iken sonrasında yaşadığı gelişme ortamı ile birlikte...

Back to Top