Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KAPITALISME LOKAL SUKU BAJO

View through CrossRef
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify;"><em><span style="font-size: 11pt;">Transformasi ekonomi pedesaan tidak terkecuali juga dialami oleh komunitas nelayan suku Bajo. Transformasi yang dialami masyarakat Bajo saat ini juga merujuk pada perubahan masyarakat pedesaan berbasis pada pertumbuhan dan mekanisme kapitalis pasar. Mola adalah gambaran unik komunitas nelayan Bajo yang telah mengalami transformasi sosial dalam bentuk modernisasi</span></em><em><span style="font-size: 11pt;">. </span></em><em><span style="font-size: 11pt;">Kenyataan ini jauh berbeda Mantigola.</span></em><em><span style="font-size: 11pt;"> Perubahan masyarakat Bajo kearah kapitalisme ditengarai oleh peran dari pertukaran ekonomi, dan penetrasi nilai-nilai yang dibawa oleh An Tje. Perubahan orientasi ekonomi ke arah kapitalisme juga disebabkan oleh peran besar dari orang Mandati yang adalah para kapitalis, yang memberikan iklim yang kondusif dalam berusaha. Sebaliknya, Bagi Bajo Mantigola, kemandekan ekonomi disebabkan adaptasi terhadap diskriminasi yang dilakukan oleh orang Kaledupa, pembatasan terhadap ruang nafkah oleh taman nasional, pelarangan untuk menangkap di perairan Australia, dan ketergantungan dari orang-orang Mola. Kemudian, agama juga menjadi faktor pendorong terjadinya kapitalisme di Mola. Kapitalisme lokal suku Bajo juga berkembang melalui etika, namun etika yang dianut oleh masyarakat Bajo Mola yang kapitalis lokal tidak seperti etika yang dianut oleh para kapitalis penuh ala masyarakat Barat yang sangat individualisme. Maka dengan melihat ranah sejarah tersebut, teori Weber lebih bisa menjelaskan sejarah munculnya kapitalisme di aras individu. Sementara teori Marx digunakan untuk memahami bentuk eksploitasi yang dilakukan oleh orang-orang Mola terhadap saudaranya, namun bukan seperti eksploitasi yang sangat serakah seperti yang diungkapkan oleh Marx, karena masih bercokolnya nilai-nilai tertentu yang mengatur kehidupan berekonomi ala suku Bajo</span></em></p>
Department of Communication and Community Development Sciences
Title: KAPITALISME LOKAL SUKU BAJO
Description:
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm; text-align: justify;"><em><span style="font-size: 11pt;">Transformasi ekonomi pedesaan tidak terkecuali juga dialami oleh komunitas nelayan suku Bajo.
Transformasi yang dialami masyarakat Bajo saat ini juga merujuk pada perubahan masyarakat pedesaan berbasis pada pertumbuhan dan mekanisme kapitalis pasar.
Mola adalah gambaran unik komunitas nelayan Bajo yang telah mengalami transformasi sosial dalam bentuk modernisasi</span></em><em><span style="font-size: 11pt;">.
</span></em><em><span style="font-size: 11pt;">Kenyataan ini jauh berbeda Mantigola.
</span></em><em><span style="font-size: 11pt;"> Perubahan masyarakat Bajo kearah kapitalisme ditengarai oleh peran dari pertukaran ekonomi, dan penetrasi nilai-nilai yang dibawa oleh An Tje.
Perubahan orientasi ekonomi ke arah kapitalisme juga disebabkan oleh peran besar dari orang Mandati yang adalah para kapitalis, yang memberikan iklim yang kondusif dalam berusaha.
Sebaliknya, Bagi Bajo Mantigola, kemandekan ekonomi disebabkan adaptasi terhadap diskriminasi yang dilakukan oleh orang Kaledupa, pembatasan terhadap ruang nafkah oleh taman nasional, pelarangan untuk menangkap di perairan Australia, dan ketergantungan dari orang-orang Mola.
Kemudian, agama juga menjadi faktor pendorong terjadinya kapitalisme di Mola.
Kapitalisme lokal suku Bajo juga berkembang melalui etika, namun etika yang dianut oleh masyarakat Bajo Mola yang kapitalis lokal tidak seperti etika yang dianut oleh para kapitalis penuh ala masyarakat Barat yang sangat individualisme.
Maka dengan melihat ranah sejarah tersebut, teori Weber lebih bisa menjelaskan sejarah munculnya kapitalisme di aras individu.
Sementara teori Marx digunakan untuk memahami bentuk eksploitasi yang dilakukan oleh orang-orang Mola terhadap saudaranya, namun bukan seperti eksploitasi yang sangat serakah seperti yang diungkapkan oleh Marx, karena masih bercokolnya nilai-nilai tertentu yang mengatur kehidupan berekonomi ala suku Bajo</span></em></p>.

Related Results

ANALISIS KEMAMPUAN MAHASISWA PG PAUD UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS
ANALISIS KEMAMPUAN MAHASISWA PG PAUD UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS
Bahasa merupakan aspek terpenting dalam hidup setiap individu. Bahasa adalah sebuah sistem yang digunakan untuk berkomunikasi antara satu individu dengan individu lainnya. Dengan m...
Adaptasi masyarakat suku baduy luar terhadap perkembangan global berbasis kearifan lokal
Adaptasi masyarakat suku baduy luar terhadap perkembangan global berbasis kearifan lokal
Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman. Salah satu keanekaragaman yang dimiliki Indonesia yaitu terdapatnya beragam suku. Suku-suku tersebut tersebar dari Sabang hin...
SINKRETISME DELAM PRILAKU KEAGAMAAN SUKU AKIT DI KECAMATAN PULAU MERBAU KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI PROVINSI RIAU
SINKRETISME DELAM PRILAKU KEAGAMAAN SUKU AKIT DI KECAMATAN PULAU MERBAU KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI PROVINSI RIAU
Skripsi ini berjudul Sinkretisme dalam Perilaku Keagaman Suku Akik dikecamatan Pulau Merbau Kabupaten kepulauan meranti provinsi riau. Keanekaragaman Suku bangsa dengan budayanya d...
Tradisi Upacara Basela Sebagai Kearifan Lokal Suku Anak Dalam (SAD) Jambi Dalam Mempertahankan Kultur di Era Globalisasi
Tradisi Upacara Basela Sebagai Kearifan Lokal Suku Anak Dalam (SAD) Jambi Dalam Mempertahankan Kultur di Era Globalisasi
Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman budaya dan setiap daerah mempunyai kearifan lokal yang berbeda-beda. Provinsi Jambi merupakan daerah yang memiliki banyak keanekara...
OPTIMALISASI POTENSI DESA WISATA TOLERANSI BERBASIS KEARIFAN LOKAL SUKU BAJO
OPTIMALISASI POTENSI DESA WISATA TOLERANSI BERBASIS KEARIFAN LOKAL SUKU BAJO
Kajian ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi suku Bajo desa Torosiaje sebagai desa wisata toleransi yang berbasis pada kearifan lokal. Suku tersebut dikenal juga dengan sebuta...
PERANCANGAN MOTIF KONTEMPORER MENURUT TRADISI PERNIKAHAN PENGANTIN SUKU TIDUNG
PERANCANGAN MOTIF KONTEMPORER MENURUT TRADISI PERNIKAHAN PENGANTIN SUKU TIDUNG
Suku Tidung merupakan suku yang tanah asalnya berada di bagian Utara Kalimantan Timur. Suku ini merupakan anak negeri di Sabah, sehingga merupakan suku bangsa yang terdapat di Indo...
POLA KOMUNIKASI VERBAL DALAM HARMONIASI KOMUNIKASI SUKU JAWA DAN SUKU SERAWAI DI KABUPATEN SELUMA
POLA KOMUNIKASI VERBAL DALAM HARMONIASI KOMUNIKASI SUKU JAWA DAN SUKU SERAWAI DI KABUPATEN SELUMA
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola komunikasi antarbudaya yang dikembangkan oleh masyarakat etnis Jawa dan etnis Serawai di desa Penago I Kecamatan Ilir Talo kabupaten S...

Back to Top