Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Keperluan Membentuk Kerjasama Pakar di dalam Proses Pembangunan Landskap Hutan Rekreasi

View through CrossRef
Expert is a person who has higher education and skill in certain field. Expert collaboration is required in sustainable development process at all level or stages. However, in Malaysia, expert collaboration was not at encouraging level towards promoting sustainable development process of recreational forest landscape. Objective of this study is to understand stake holder’s (management staff, local resident and user of recreational forest) perception towards necessity to form expert collaboration in recreational forest landscape development process. Several recreational forest sites in Selangor has been selected as a case study. Questionnaire form was use to gain perception from stake holder. Results has revealed that the necessity to form expert collaboration for recreational forest landscape development is must. Lack of expert collaboration is due to neglect to share knowledge and opinion, lack of knowledge about their importance’s as well as no awareness. These phenomenons have resulted to some of man-made landscape elements was not harmonize with existing forest environment. This study concludes that expert collaboration must be implemented for recreational forest landscape development in Malaysia for the sake of their sustainability, to solve weaknesses in creating special design identity and for the sake of sustainable landscape development of recreational forest. Golongan pakar merupakan individu berkemahiran tinggi di dalam sesuatu bidang seperti bidang “reka bentuk persekitaran.” Kerjasama pakar sangat diperlukan di dalam proses pembangunan lestari di peringkat perancangan, pemilihan kawasan, reka bentuk fasiliti, analisis kawasan, perlaksanaan dan penyelenggaraan. Namun, di Malaysia, jalinan kerjasama pakar berada di tahap yang tidak mendorong ke arah mencapai kelestarian sebenar pembangunan landskap hutan rekreasi. Objektif kajian adalah untuk memahami persepsi pihak berkepentingan (kakitangan pengurusan, penduduk setempat dan pengguna)terhadap keperluan membentuk kerjasama pakar di dalam proses pembangunan landskap hutan rekreasi di Malaysia dengan menjadikan hutan-hutan rekreasi di negeri Selangor sebagai kajian kes. Borang soal selidik digunakan bagi mendapatkan persepsi pihak berkepentingan mengenai perkara tersebut. Hasil kajian menunjukkan sememangnya wujud keperluan untuk membentuk kerjasama pakar disebabkan kurang penekanan diberikan kepada aspek berkenaan oleh pihak-pihak berkaitan sebelum ini. Kerjasama pakar kurang dilaksanakan disebabkan tiada pengetahuan mengenai kepentingannya, sikap tidak mahu berkongsi pandangan dan tiada kesedaran. Fenomena ini menyebabkan sesetengah pembangunan landskap hutan rekreasi menghadapi kelemahan di dalam penyediaan reka bentuk yang harmoni dengan persekitaran semulajadi. Kajian menyimpulkan bahawa pembentukan kerjasama pakar amatlah diperlukan bagi meningkatkan tahap kelestarian landskap hutan rekreasi, mengatasi kelemahan di dalam mewujudkan identiti khusus ke atas reka bentuk elemen-elemen landskap buatan manusia dan untuk proses kelestarian hutan rekreasi itu sendiri.
Title: Keperluan Membentuk Kerjasama Pakar di dalam Proses Pembangunan Landskap Hutan Rekreasi
Description:
Expert is a person who has higher education and skill in certain field.
Expert collaboration is required in sustainable development process at all level or stages.
However, in Malaysia, expert collaboration was not at encouraging level towards promoting sustainable development process of recreational forest landscape.
Objective of this study is to understand stake holder’s (management staff, local resident and user of recreational forest) perception towards necessity to form expert collaboration in recreational forest landscape development process.
Several recreational forest sites in Selangor has been selected as a case study.
Questionnaire form was use to gain perception from stake holder.
Results has revealed that the necessity to form expert collaboration for recreational forest landscape development is must.
Lack of expert collaboration is due to neglect to share knowledge and opinion, lack of knowledge about their importance’s as well as no awareness.
These phenomenons have resulted to some of man-made landscape elements was not harmonize with existing forest environment.
This study concludes that expert collaboration must be implemented for recreational forest landscape development in Malaysia for the sake of their sustainability, to solve weaknesses in creating special design identity and for the sake of sustainable landscape development of recreational forest.
Golongan pakar merupakan individu berkemahiran tinggi di dalam sesuatu bidang seperti bidang “reka bentuk persekitaran.
” Kerjasama pakar sangat diperlukan di dalam proses pembangunan lestari di peringkat perancangan, pemilihan kawasan, reka bentuk fasiliti, analisis kawasan, perlaksanaan dan penyelenggaraan.
Namun, di Malaysia, jalinan kerjasama pakar berada di tahap yang tidak mendorong ke arah mencapai kelestarian sebenar pembangunan landskap hutan rekreasi.
Objektif kajian adalah untuk memahami persepsi pihak berkepentingan (kakitangan pengurusan, penduduk setempat dan pengguna)terhadap keperluan membentuk kerjasama pakar di dalam proses pembangunan landskap hutan rekreasi di Malaysia dengan menjadikan hutan-hutan rekreasi di negeri Selangor sebagai kajian kes.
Borang soal selidik digunakan bagi mendapatkan persepsi pihak berkepentingan mengenai perkara tersebut.
Hasil kajian menunjukkan sememangnya wujud keperluan untuk membentuk kerjasama pakar disebabkan kurang penekanan diberikan kepada aspek berkenaan oleh pihak-pihak berkaitan sebelum ini.
Kerjasama pakar kurang dilaksanakan disebabkan tiada pengetahuan mengenai kepentingannya, sikap tidak mahu berkongsi pandangan dan tiada kesedaran.
Fenomena ini menyebabkan sesetengah pembangunan landskap hutan rekreasi menghadapi kelemahan di dalam penyediaan reka bentuk yang harmoni dengan persekitaran semulajadi.
Kajian menyimpulkan bahawa pembentukan kerjasama pakar amatlah diperlukan bagi meningkatkan tahap kelestarian landskap hutan rekreasi, mengatasi kelemahan di dalam mewujudkan identiti khusus ke atas reka bentuk elemen-elemen landskap buatan manusia dan untuk proses kelestarian hutan rekreasi itu sendiri.

Related Results

Aplikasi Sistem Pakar Dalam Pemilihan Metode Perbaikan Daya Dukung Tanah Lunak Pada Konstruksi Jalan
Aplikasi Sistem Pakar Dalam Pemilihan Metode Perbaikan Daya Dukung Tanah Lunak Pada Konstruksi Jalan
Tahap awal pembangunan konstruksi jalan hal yang harus diperhatikan adalah tanah dasar atau tanah asli di wilayah yang akan dibangun. Tanah lunak merupakan permasalahan dalam pemba...
Pembelajaran Pengelolaan Hutan di Pulau Jawa (Studi di KPH Yogyakarta, TN Gunung Halimun Salak, dan TN Gunung Ciremai)
Pembelajaran Pengelolaan Hutan di Pulau Jawa (Studi di KPH Yogyakarta, TN Gunung Halimun Salak, dan TN Gunung Ciremai)
Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, menyebutkan bahwa penyelenggaraan kehutanan bertujuan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan...
Gastropoda test family of Neritidae as bioindicator to health status of mangrove forest Pulau Tunda Serang Banten, Indonesia
Gastropoda test family of Neritidae as bioindicator to health status of mangrove forest Pulau Tunda Serang Banten, Indonesia
Uji gastropoda famili Neritidae terhadap habitatnya di ekosistem mangrove dilakukan di dua stasiun pengamatan di Pulau Tunda Serang Banten pada Januari 2014. Penelitian ini bertuju...
Analisis Strategi Pengembangan Hutan Kota Gunung Kembang Sarolangun Di Kabupaten Sarolangun
Analisis Strategi Pengembangan Hutan Kota Gunung Kembang Sarolangun Di Kabupaten Sarolangun
ABSTRACT The Gunung Kembang Sarolangun City Forest is located in the Sarolangun Regency Government Office Complex. The urban forest was originally a biodiversity park and is includ...
PEMBANGUNAN HUKUM YANG BERKELANJUTAN: USAHA MENCAPAI PEMBANGUNAN NASIONAL YANG BERKELANJUTAN
PEMBANGUNAN HUKUM YANG BERKELANJUTAN: USAHA MENCAPAI PEMBANGUNAN NASIONAL YANG BERKELANJUTAN
Pembangunan merupakan usaha sadar dari masyarakat untuk mencapai kesejahteraannya adalah hal yang wajar dilakukan oleh masyarakat untuk mencapai kesejahteraannya sendiri. Sayangnya...
MODEL PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM)
MODEL PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM)
<h4>Abstract</h4> <p><strong><em> </em></strong></p> <p><em>Forest management must consider the cultural values of socie...
ISUE STRATEGIS KAWASAN HUTAN PADA PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH
ISUE STRATEGIS KAWASAN HUTAN PADA PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH
Tata ruang adalah wujud dari struktur ruang dan pola ruang; Pola ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah. Penetapan Kawasan Hutan adalah suatu penegasan tentan...

Back to Top