Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Strategi Pengembangan Hutan Kota Gunung Kembang Sarolangun Di Kabupaten Sarolangun

View through CrossRef
ABSTRACT The Gunung Kembang Sarolangun City Forest is located in the Sarolangun Regency Government Office Complex. The urban forest was originally a biodiversity park and is included in the green open space area which has an area of 9.8 hectares and is based on the Decree of the Regent of Sarolangun No. 238 of 2022. To maintain the preservation of areas in urban forests, it is necessary to have strategies and policies in urban forests that can function and benefit urban human life in a sustainable manner. Currently, there is no previous research related to the development planning of the Sarolangun City Forest. The purpose of this study is to analyze the development strategy of the Sarolangun Mountain Kembang Urban Forest in Sarolangun Regency. The research was carried out in May 2023 in the Gunung Kembang Sarolangun City Forest and data analysis was carried out at the Forestry Department Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Jambi. The data was analyzed descriptively and qualitatively by the SWOT method. The results of the study show that the Gunung Kembang City Forest has been used for various activities such as leisurely walks and selfies. Internal strength factors are the condition of well-maintained urban forests, being a place for the community to gather, good and strategic accessibility, and policy support in urban forest development. Internal weaknesses are minimal budget, lack of research, lack of promotion and low public awareness. External opportunity factors are regional income opportunities, ecosystem-based tourism potential, recreational and camping sites, and support for multi-stakeholder cooperation for urban forest development. External challenge factors are the potential impact of environmental pollution and damage as well as the potential impact of global climate change. The SWOT diagram shows the strategic position that requires internal improvement and the utilization of existing opportunities so that the Gunung Kembang urban forest can be managed properly.   Keywords: development strategy, SWOT, urban forest    ABSTRAK Hutan Kota Gunung Kembang Sarolangun berada di Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Sarolangun. Hutan kota awalnya sebagai taman keanekaragaman hayati dan termasuk dalam kawasan ruang terbuka hijau yang memiliki kawasan seluas 9,8 Ha dan berdasarkan SK Bupati Sarolangun No. 238 Tahun 2022. untuk mempertahankan pelestarian kawasan di hutan kota perlu adanya strategi dan kebijakan pada hutan kota yang dapat berfungsi dan bermanfaat bagi kehidupan manusia perkotaan secara berkelanjutan. Saat ini belum ada penelitian terdahulu terkait perencanaan pengembangan Hutan Kota Sarolangun. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah menganalisis strategi pengembangan Hutan Kota Gunung Kembang Sarolangun di Kabupaten Sarolangun. Penelitian dilaksananakn pada bulai Mei 2023 di Hutan Kota Gunung Kembang Sarolangun dan analisis data dilakukan di Laboratorium Juruan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Jambi. Data dianalisis secara deskriptif dan kualitatif dengan metode SWOT. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Hutan Kota Gunung Kembang telah dimanfaatkan untuk berbagai aktifitas seperti jalan-jalan santai dan swafoto. Faktor kekuatan internal yaitu kondisi hutan kota yang terawat, menjadi tempat masyarakat berkumpul, aksesibilitas yang baik dan strategis, dukungan kebijakan dalam pengembangan hutan kota. Faktor kelemahan internal yaitu anggaran yang minim, kurangnya penelitian, kurangnya promosi dan rendahnya kesadaran masyarakat. Faktor peluang eksternal yaitu peluang pemasukan daerah, potensi wisata berbasis ekosistem, tempat rekreasi dan perkemahan serta dukungan Kerjasama multipihak untuk pengembangan hutan kota. Faktor tantangan eksternal yaitu potensi dampak pencemaran lingkungan dan kerusakan serta potensi dampak perubahan iklim global. Diagram SWOT menunjukkan posisi strategi (turn around) hang menghendaki perbaikan internal dan pemanfaatan peluang yang ada agar hutan kota gunung kembang bisa terkelolan dengan baik.   Kata kunci: hutan kota, strategi pengembangan, SWOT
Lembaga Penelitian dan Pengabdian masyarakat Universitas Jambi
Title: Analisis Strategi Pengembangan Hutan Kota Gunung Kembang Sarolangun Di Kabupaten Sarolangun
Description:
ABSTRACT The Gunung Kembang Sarolangun City Forest is located in the Sarolangun Regency Government Office Complex.
The urban forest was originally a biodiversity park and is included in the green open space area which has an area of 9.
8 hectares and is based on the Decree of the Regent of Sarolangun No.
238 of 2022.
To maintain the preservation of areas in urban forests, it is necessary to have strategies and policies in urban forests that can function and benefit urban human life in a sustainable manner.
Currently, there is no previous research related to the development planning of the Sarolangun City Forest.
The purpose of this study is to analyze the development strategy of the Sarolangun Mountain Kembang Urban Forest in Sarolangun Regency.
The research was carried out in May 2023 in the Gunung Kembang Sarolangun City Forest and data analysis was carried out at the Forestry Department Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Jambi.
The data was analyzed descriptively and qualitatively by the SWOT method.
The results of the study show that the Gunung Kembang City Forest has been used for various activities such as leisurely walks and selfies.
Internal strength factors are the condition of well-maintained urban forests, being a place for the community to gather, good and strategic accessibility, and policy support in urban forest development.
Internal weaknesses are minimal budget, lack of research, lack of promotion and low public awareness.
External opportunity factors are regional income opportunities, ecosystem-based tourism potential, recreational and camping sites, and support for multi-stakeholder cooperation for urban forest development.
External challenge factors are the potential impact of environmental pollution and damage as well as the potential impact of global climate change.
The SWOT diagram shows the strategic position that requires internal improvement and the utilization of existing opportunities so that the Gunung Kembang urban forest can be managed properly.
  Keywords: development strategy, SWOT, urban forest    ABSTRAK Hutan Kota Gunung Kembang Sarolangun berada di Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Sarolangun.
Hutan kota awalnya sebagai taman keanekaragaman hayati dan termasuk dalam kawasan ruang terbuka hijau yang memiliki kawasan seluas 9,8 Ha dan berdasarkan SK Bupati Sarolangun No.
238 Tahun 2022.
untuk mempertahankan pelestarian kawasan di hutan kota perlu adanya strategi dan kebijakan pada hutan kota yang dapat berfungsi dan bermanfaat bagi kehidupan manusia perkotaan secara berkelanjutan.
Saat ini belum ada penelitian terdahulu terkait perencanaan pengembangan Hutan Kota Sarolangun.
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah menganalisis strategi pengembangan Hutan Kota Gunung Kembang Sarolangun di Kabupaten Sarolangun.
Penelitian dilaksananakn pada bulai Mei 2023 di Hutan Kota Gunung Kembang Sarolangun dan analisis data dilakukan di Laboratorium Juruan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Jambi.
Data dianalisis secara deskriptif dan kualitatif dengan metode SWOT.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Hutan Kota Gunung Kembang telah dimanfaatkan untuk berbagai aktifitas seperti jalan-jalan santai dan swafoto.
Faktor kekuatan internal yaitu kondisi hutan kota yang terawat, menjadi tempat masyarakat berkumpul, aksesibilitas yang baik dan strategis, dukungan kebijakan dalam pengembangan hutan kota.
Faktor kelemahan internal yaitu anggaran yang minim, kurangnya penelitian, kurangnya promosi dan rendahnya kesadaran masyarakat.
Faktor peluang eksternal yaitu peluang pemasukan daerah, potensi wisata berbasis ekosistem, tempat rekreasi dan perkemahan serta dukungan Kerjasama multipihak untuk pengembangan hutan kota.
Faktor tantangan eksternal yaitu potensi dampak pencemaran lingkungan dan kerusakan serta potensi dampak perubahan iklim global.
Diagram SWOT menunjukkan posisi strategi (turn around) hang menghendaki perbaikan internal dan pemanfaatan peluang yang ada agar hutan kota gunung kembang bisa terkelolan dengan baik.
  Kata kunci: hutan kota, strategi pengembangan, SWOT.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PENGARUH BELANJA DAERAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN SAROLANGUN
PENGARUH BELANJA DAERAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN SAROLANGUN
Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Untuk Menganalisis perrtumbuhan ekonomi di kabupaten Sarolangun; 2) Untuk menganalisis Perkembangan Belanja Daerah Kabupaten Sarolangun; 3) Untu...
MODEL PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM)
MODEL PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM)
<h4>Abstract</h4> <p><strong><em> </em></strong></p> <p><em>Forest management must consider the cultural values of socie...
Frasa Eksosentrik dalam Novel Kembang Kembang Petingan Karya Holisoh M.E
Frasa Eksosentrik dalam Novel Kembang Kembang Petingan Karya Holisoh M.E
The research aims to analyze and describe exocentric phrase that include the form, stucture, and semantics (the relation between grammatical elements) that contained in the novel K...
ANALISIS DEFORMASI GUNUNG SINABUNG BERDASARKAN DATA PENGAMATAN GPS PERIODE 2017-2018
ANALISIS DEFORMASI GUNUNG SINABUNG BERDASARKAN DATA PENGAMATAN GPS PERIODE 2017-2018
Gunung Sinabung merupakan salah satu gunung api aktif yang ada di Indonesia yang terletak di provinsi Sumatera Utara. Gunung Sinabung tercatat tidak pernah meletus sejak tahun 1600...
ISUE STRATEGIS KAWASAN HUTAN PADA PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH
ISUE STRATEGIS KAWASAN HUTAN PADA PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH
Tata ruang adalah wujud dari struktur ruang dan pola ruang; Pola ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah. Penetapan Kawasan Hutan adalah suatu penegasan tentan...
Perbandingan Tahap Kesamaan Spesies Lumut Jati antara Hutan Simpan Behrang dengan Hutan Tanah Rendah yang lain di Semenanjung Malaysia
Perbandingan Tahap Kesamaan Spesies Lumut Jati antara Hutan Simpan Behrang dengan Hutan Tanah Rendah yang lain di Semenanjung Malaysia
Lumut jati merupakan tumbuhan kriptogam iaitu kumpulan tumbuhan yang mempunyai organ pembiakan yang tersembunyi. Perbandingan tahap kesamaan spesies lumut jati di Hutan Simpan Behr...
Perbandingan Beberapa Sifat Fisik Tanah di Hutan Lindung Gunung Mahawu dan Hutan Lindung Gunung Masarang
Perbandingan Beberapa Sifat Fisik Tanah di Hutan Lindung Gunung Mahawu dan Hutan Lindung Gunung Masarang
Sebagai bagian dari ekosistem, tanah merupakan kumpulan dari benda alam di permukaan bumi yang tersusun dalam horison-horison, terdiri dari campuran bahan mineral, bahan organik, a...

Back to Top