Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pendekatan Teknis Beberapa Alternatif Penanganan Stabilitas Lereng dan Timbunan Oprit Jembatan Akibat Keterbatasan Lahan

View through CrossRef
Penanganan stabilitas timbunan dan lereng pada oprit jembatan sering kali menghadapi tantangan besar, khususnya ketika kondisi lapangan memiliki keterbatasan lahan. Keterbatasan lahan ini menyebabkan geometri timbunan tidak dapat dibuat dengan kemiringan lereng yang landai sebagaimana desain konvensional. Untuk menjawab permasalahan tersebut, diperlukan beberapa alternatif penanganan konstruksi yang mampu menekan kebutuhan lahan, sekaligus tetap menjamin faktor keamanan struktur. Metode Penelitian yang digunakan adalah Pendekatan  yang  digunakan  adalah  metode  deskriptif  kualitatif,  yaitu  dengan   mengumpulkan dan dianalisis data primer serta sekunder dari parameter dan variabel  yang  diteliti  untuk  memperoleh  Kesimpulan. Hasil dari berbagai alternatif penanganan antara lain dengan menggunakan penanganan Replacement 2 meter + 3.5 meter Selected Material + Retaining Wall + 4 Lapis Geotextile PP 50 + Preloading 2 meter di dapatkan penurunan 1 tahun Adalah 8,7 cm dan penurunan 10 tahun adalah 10,7 cm. factor keamanan pada tahapan 1 tahun Adalah 2,085 dan pada tahapan 10 tahun Adalah 2,027. Penanganan dengan PVD Int. 1 meter + PHD + 3.5 meter Selected Material + Retaining Wall + 4 Lapis Geotextile PP 50 + Preloading 2 meter di dapatkan penurunan 1 tahun Adalah 9.0 cm dan penurunan 10 tahun adalah 11,1 cm. factor keamanan pada tahapan 1 tahun Adalah 1,908 dan pada tahapan 10 tahun Adalah 1,947. Penanganan dengan Slab On Pile dengan Bore Pile D800 Int. Melintang 5 meter, Int. Memanjang 3 meter di dapatkan penurunan 1 tahun Adalah 1.0 cm dan penurunan 10 tahun adalah 1,30 cm. factor keamanan pada tahapan 1 tahun Adalah 1,545 dan pada tahapan 10 tahun Adalah 1,547.
Title: Pendekatan Teknis Beberapa Alternatif Penanganan Stabilitas Lereng dan Timbunan Oprit Jembatan Akibat Keterbatasan Lahan
Description:
Penanganan stabilitas timbunan dan lereng pada oprit jembatan sering kali menghadapi tantangan besar, khususnya ketika kondisi lapangan memiliki keterbatasan lahan.
Keterbatasan lahan ini menyebabkan geometri timbunan tidak dapat dibuat dengan kemiringan lereng yang landai sebagaimana desain konvensional.
Untuk menjawab permasalahan tersebut, diperlukan beberapa alternatif penanganan konstruksi yang mampu menekan kebutuhan lahan, sekaligus tetap menjamin faktor keamanan struktur.
Metode Penelitian yang digunakan adalah Pendekatan  yang  digunakan  adalah  metode  deskriptif  kualitatif,  yaitu  dengan   mengumpulkan dan dianalisis data primer serta sekunder dari parameter dan variabel  yang  diteliti  untuk  memperoleh  Kesimpulan.
Hasil dari berbagai alternatif penanganan antara lain dengan menggunakan penanganan Replacement 2 meter + 3.
5 meter Selected Material + Retaining Wall + 4 Lapis Geotextile PP 50 + Preloading 2 meter di dapatkan penurunan 1 tahun Adalah 8,7 cm dan penurunan 10 tahun adalah 10,7 cm.
factor keamanan pada tahapan 1 tahun Adalah 2,085 dan pada tahapan 10 tahun Adalah 2,027.
Penanganan dengan PVD Int.
1 meter + PHD + 3.
5 meter Selected Material + Retaining Wall + 4 Lapis Geotextile PP 50 + Preloading 2 meter di dapatkan penurunan 1 tahun Adalah 9.
0 cm dan penurunan 10 tahun adalah 11,1 cm.
factor keamanan pada tahapan 1 tahun Adalah 1,908 dan pada tahapan 10 tahun Adalah 1,947.
Penanganan dengan Slab On Pile dengan Bore Pile D800 Int.
Melintang 5 meter, Int.
Memanjang 3 meter di dapatkan penurunan 1 tahun Adalah 1.
0 cm dan penurunan 10 tahun adalah 1,30 cm.
factor keamanan pada tahapan 1 tahun Adalah 1,545 dan pada tahapan 10 tahun Adalah 1,547.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Studi Alternatif Perencanaan Struktur Jembatan: Studi Kasus Jembatan Biru Ruas Jalan Bandongan Salamkanci
Studi Alternatif Perencanaan Struktur Jembatan: Studi Kasus Jembatan Biru Ruas Jalan Bandongan Salamkanci
Jembatan Biru menghubungkan Ruas Jalan Bandongan – Salamkanci. Lokasi Jembatan Biru berada pada tikungan tajam sehingga membahayakan pengguna jalan. Apabila terdapat kendaraan berm...
Analisis Kestabilan Lereng Andesit Menggunakan Metode FEM pada PT. X
Analisis Kestabilan Lereng Andesit Menggunakan Metode FEM pada PT. X
Abstract. Geotechnical study data collection includes geotechnical mapping, observations of landslide models that can occur, and sampling for testing physical and mechanical proper...
Analisis Kestabilan Lereng untuk Rencana Pit Tambang Batubara PT. XYZ
Analisis Kestabilan Lereng untuk Rencana Pit Tambang Batubara PT. XYZ
Abstrak. Penambangan terbuka memiliki risiko ketidakstabilan massa batuan, sehingga analisis kestabilan lereng menjadi krusial. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis sert...
ANALISIS DEFLEKSI JEMBATAN CABLE STAYED MENGGUNAKAN SOFTWARE ALLPLAN BRIDGE (ALUE BULOH BRIDGE)
ANALISIS DEFLEKSI JEMBATAN CABLE STAYED MENGGUNAKAN SOFTWARE ALLPLAN BRIDGE (ALUE BULOH BRIDGE)
Jembatan Alue Buloh merupakan jenis jembatan rangka baja jenis warren truss dengan panjang 180 meter yang menghubungkan Desa Latong dan Desa Alue Buloh. Dalam perencanaan ulang ini...
ANALISIS KEKUATAN STRUKTUR JEMBATAN BAILEY JALAN PROVINSI RUAS MATUTING – RANGGA-RANGGA
ANALISIS KEKUATAN STRUKTUR JEMBATAN BAILEY JALAN PROVINSI RUAS MATUTING – RANGGA-RANGGA
Jembatan merupakan sarana transportasi yang penting bagi kehidupan karena dapat menghubungkan satu daerah dengan daerah lainnya yang dipisah oleh sungai, jurang, laut atau halangan...
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN POTENSI PERLUASAN LAHAN UNTUK SAWAH DI KABUPATEN CIANJUR
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN POTENSI PERLUASAN LAHAN UNTUK SAWAH DI KABUPATEN CIANJUR
<p>Pertumbuhan penduduk, peningkatan pendapatan, dan pesatnya pembangunan menjadikan permasalahan penggunaan lahan semakin kompleks. Lahan berperan sebagai penyedia pangan, n...

Back to Top