Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Larangan Memukul Istri dalam Kajian Hadis

View through CrossRef
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sikap Nabi berdasarkan hadis yang di riwayat Abu Dawud tentang larangan memukul isteri. yaitu Nabi melarang suami memukul isteri, kemudian membolehkan ketika terindikasi Nusyuz, tetapi jika seorang suami bersikap ringan tangan terhadap istrinya dia bukan sosok suami yang terbaik. Oleh karenanya peneliti  tertarik untuk meneliti status hadis tersebut dengan menelitinya menggunakan metode Takhrij hadis. Adapun hasil penelitian adalah sebagaimana berikut: Pertama: Hadis larangan memukul isteri terdapat dalam tiga buah kitab, yaitu: dalam Kitab Sunan Ibn Majah hadis no. 1985, Kitab Sunan Abu Dawud hadis no. 2148, dan Kitab Sunan ad-Darimi hadis no. 2219. Kedua: Status sanad hadis larangan memukul isteri yang di riwayatkan Abu Dawud sebagaimana berikut: Iyas sebagai periwayat pertama diperselisihkan tentang status kesahabatannya, namun pendapat yang lebih kuat menurut Ibnu Hajar, Ibn Hibban, al-Hakim dan adz-Dzahabi Iyas tergolong sebagai sahabi, Jika Iyas digolongkan sebagai tabi'in hadis ini berstatus mursal karena Iyas secara tidak langsung mengambil riwayat dari Nabi tanpa menyebutkan sahabat yang meriwayatkan hadis, Jika Iyas digolongkan sebagai sahabat (junior) maka hadisnya berstatus mursal sahabi, Berdasarkan 'itibar sanad dan Iyas dihukumi sebagai sahabi maka hadis ini adalah gharib, Perawi kedua sampai ke lima semuanya muttasil dan tsiqqoh, Menurut al-Bani sanad hadis ini adalah sahih.
Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Title: Larangan Memukul Istri dalam Kajian Hadis
Description:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sikap Nabi berdasarkan hadis yang di riwayat Abu Dawud tentang larangan memukul isteri.
yaitu Nabi melarang suami memukul isteri, kemudian membolehkan ketika terindikasi Nusyuz, tetapi jika seorang suami bersikap ringan tangan terhadap istrinya dia bukan sosok suami yang terbaik.
Oleh karenanya peneliti  tertarik untuk meneliti status hadis tersebut dengan menelitinya menggunakan metode Takhrij hadis.
Adapun hasil penelitian adalah sebagaimana berikut: Pertama: Hadis larangan memukul isteri terdapat dalam tiga buah kitab, yaitu: dalam Kitab Sunan Ibn Majah hadis no.
1985, Kitab Sunan Abu Dawud hadis no.
2148, dan Kitab Sunan ad-Darimi hadis no.
2219.
Kedua: Status sanad hadis larangan memukul isteri yang di riwayatkan Abu Dawud sebagaimana berikut: Iyas sebagai periwayat pertama diperselisihkan tentang status kesahabatannya, namun pendapat yang lebih kuat menurut Ibnu Hajar, Ibn Hibban, al-Hakim dan adz-Dzahabi Iyas tergolong sebagai sahabi, Jika Iyas digolongkan sebagai tabi'in hadis ini berstatus mursal karena Iyas secara tidak langsung mengambil riwayat dari Nabi tanpa menyebutkan sahabat yang meriwayatkan hadis, Jika Iyas digolongkan sebagai sahabat (junior) maka hadisnya berstatus mursal sahabi, Berdasarkan 'itibar sanad dan Iyas dihukumi sebagai sahabi maka hadis ini adalah gharib, Perawi kedua sampai ke lima semuanya muttasil dan tsiqqoh, Menurut al-Bani sanad hadis ini adalah sahih.

Related Results

PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
Hadis merupakan sumber utama pedoman hidup setelah al-Qur’an. Berdasarkan faktanya tidak semua hadis bersumber dari Rasulullah, pasal ini dilihat dari konteks sejarah perkembangann...
Kontribusi Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) dalam Dinamika Kajian Hadis di Indonesia
Kontribusi Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) dalam Dinamika Kajian Hadis di Indonesia
<p>Artikel ini akan membahas tentang kontribusi Ali Mustafa Yaqub dalam dinamika kajian hadis di Indonesia. Ia adalah salah seorang pakar di bidang hadis. Hadis-hadis yang di...
Metode Penelitian Fiqh al-Hadis
Metode Penelitian Fiqh al-Hadis
Hadis Nabi dalam hierarki sumber hukum Islam berada pada kedudukan kedua selepas al-Quran. Hadis berfungsi untuk menjelaskan, menafsirkan apa yang terkandung dalam al-Qur...
MANHAJ AHMAD LUTFI FATHULLAH DALAM HADIS-HADIS LEMAH DAN PALSU DALAM KITAB DURRATUN NASIHIN
MANHAJ AHMAD LUTFI FATHULLAH DALAM HADIS-HADIS LEMAH DAN PALSU DALAM KITAB DURRATUN NASIHIN
Kitab Durratun Nashihin merupakan salah satu kitab yang bercorak targhib dan tarhib, banyak digunakan oleh masyarakat muslim khususnya di Indonesia. Ternyata di dalamnya banyak mem...
PROGRAM TAHFIZ HADIS DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERI BANJARBARU
PROGRAM TAHFIZ HADIS DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERI BANJARBARU
Abstract: The Tahfiz Hadis program is one of the extracurricular programs carried out at the Al Falah Puteri Islamic Boarding School Banjarbaru. This program was formed because of ...
EPISTEMOLOGI KRITIK HADIS
EPISTEMOLOGI KRITIK HADIS
Hadis disepakati sebagai sumber ajaran Islam kedua setelah al-Qur’an. Namun, untuk dapat menjadikannya sebagai dasar ajaran, hadis harus melewati uji naqd al-hadis dan fiqh al-hadi...
METODE MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI DALAM MENDAIFKAN HADIS: TELAAH KITAB DAIF SUNAN ABU DAUD
METODE MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI DALAM MENDAIFKAN HADIS: TELAAH KITAB DAIF SUNAN ABU DAUD
Sunan Abu Dawud merupakan salah satu dari enam kitab hadis utama dalam tradisi hadis Sunni. Kitab ini disusun oleh Imam Abu Dawud Sulaiman bin al-Ash'ath al-Sijistani pada abad ke-...
WACANA SAINTIFIK HADIS DALAM KONSTRUKSI KESAHIHAN HADIS
WACANA SAINTIFIK HADIS DALAM KONSTRUKSI KESAHIHAN HADIS
Penelitian ini bermaksud menjelaskan penelitian hadis menurut standar prosedur ilmiah penelitian hadis yang disebut saintifik hadis. Wacana saintifik hadis dalam konstruksi kesahih...

Back to Top