Javascript must be enabled to continue!
PRO KONTRA PROGRAM VAKSINASI DI DESA RARANG (STUDI KASUS MENGENAI MASALAH KOMUNIKASI PROGRAM VAKSINASI DI DESA RARANG, KECAMATAN TERARA, KABUPATEN LOMBOK TIMUR)
View through CrossRef
Penelitian ini membahas tentang bagaimana masalah komunikasi dalam pro kontra program vaksinasi di Desa Rarang, dengan mendeskripsikan kegiatan komunikasi tersebut menggunakan unsur komunikasi seperti komunikator, pesan, media, komunikan dan efek komunikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling dan diperoleh 10 informan. Peneliti menggunakan teknik wawancara semi terstruktur, observasi dan dokumentasi untuk mendapatkan data. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis data menurut Cresswell. Untuk menguji keabsahan data dalam penelitian ini digunakan triangulasi
sumber. Melalui penelitian ini ditemukan bahwa, pelaksanaan sosialisasi mengenai program vaksinasi di Desa Rarang berjalan kurang baik, dalam satu tim vaksinasi terdapat dua komunikator yang memiliki perbedaan tujuan dan perspektif yang bertentangan mengenai program vaksinasi tersebut, yakni komunikator pro dan kontra : 1) Komunikator pro yakni Kepala Desa dan Sekretaris Desa. Komunikator kontra yakni Kader Posyandu yang merupakan bagian dari tim vaksinasi 2) Pesan pro yang disampaikan bersifatinformatif, persuasif, edukatif dan bersifat menakut-nakuti. Pesan kontra yang disampaikan hanya bersifat menakut-nakuti 3) Media pro yang digunakan yakni media sosial, media cetak, media internet dan juga menggunakan teknik penyuluhan keliling. Media kontra disini tidak menggunakan media, melainkan hanya dilakukan secara langsung (face to face) 4) Khalayak sasaran komunikasi yang dituju yakni seluruh masyarakat Desa Rarang 5) Efek komunikasi yang ditimbulkan yakni adanya masyarakat yang pro dan kontra, karena perbedaan informasi yang di terima mengenai program vaksinasi. Selain itu, terdapat hamabatan komunikasi dalam mensosialisasikan program vaksinasi di masyarakat yakni hambatan psikologis, hambatan semantik dan hambatan teknis.
Kata Kunci : Pro Kontra Program Vaksinasi, Masalah Komunikasi,Hambatan Komunikasi.
Title: PRO KONTRA PROGRAM VAKSINASI DI DESA RARANG (STUDI KASUS MENGENAI MASALAH KOMUNIKASI PROGRAM VAKSINASI DI DESA RARANG, KECAMATAN TERARA, KABUPATEN LOMBOK TIMUR)
Description:
Penelitian ini membahas tentang bagaimana masalah komunikasi dalam pro kontra program vaksinasi di Desa Rarang, dengan mendeskripsikan kegiatan komunikasi tersebut menggunakan unsur komunikasi seperti komunikator, pesan, media, komunikan dan efek komunikasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling dan diperoleh 10 informan.
Peneliti menggunakan teknik wawancara semi terstruktur, observasi dan dokumentasi untuk mendapatkan data.
Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis data menurut Cresswell.
Untuk menguji keabsahan data dalam penelitian ini digunakan triangulasi
sumber.
Melalui penelitian ini ditemukan bahwa, pelaksanaan sosialisasi mengenai program vaksinasi di Desa Rarang berjalan kurang baik, dalam satu tim vaksinasi terdapat dua komunikator yang memiliki perbedaan tujuan dan perspektif yang bertentangan mengenai program vaksinasi tersebut, yakni komunikator pro dan kontra : 1) Komunikator pro yakni Kepala Desa dan Sekretaris Desa.
Komunikator kontra yakni Kader Posyandu yang merupakan bagian dari tim vaksinasi 2) Pesan pro yang disampaikan bersifatinformatif, persuasif, edukatif dan bersifat menakut-nakuti.
Pesan kontra yang disampaikan hanya bersifat menakut-nakuti 3) Media pro yang digunakan yakni media sosial, media cetak, media internet dan juga menggunakan teknik penyuluhan keliling.
Media kontra disini tidak menggunakan media, melainkan hanya dilakukan secara langsung (face to face) 4) Khalayak sasaran komunikasi yang dituju yakni seluruh masyarakat Desa Rarang 5) Efek komunikasi yang ditimbulkan yakni adanya masyarakat yang pro dan kontra, karena perbedaan informasi yang di terima mengenai program vaksinasi.
Selain itu, terdapat hamabatan komunikasi dalam mensosialisasikan program vaksinasi di masyarakat yakni hambatan psikologis, hambatan semantik dan hambatan teknis.
Kata Kunci : Pro Kontra Program Vaksinasi, Masalah Komunikasi,Hambatan Komunikasi.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
SPEECH LEVEL OF SASAK LANGUAGE AT RARANG TENGAH VILLAGE
SPEECH LEVEL OF SASAK LANGUAGE AT RARANG TENGAH VILLAGE
This research is intended to describe the forms of Sasak language speech levels, with sub-focus, the domains of the Sasak Alus language (Base Alus) use in the Rarang Tengah communi...
AYAM RARANG SEBAGAI DAYA TARIK WISATA KULINER DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR
AYAM RARANG SEBAGAI DAYA TARIK WISATA KULINER DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Penelitian ini membahas tentang ayam rarang sebagai daya tarik wisata kuliner di desa rarang. hasil penelitian diuraikan dalam beberapa jawaban terhadap fokus masalah yaitu proses ...
Implementasi Peraturan Bupati Lombok Timur Nomor 41 Tahun 2020 Tentang Pencegahan Perkawinan Usia Anak Di Desa Sakra Selatan Kecamatan Sakra Kabupaten Lombok Timur
Implementasi Peraturan Bupati Lombok Timur Nomor 41 Tahun 2020 Tentang Pencegahan Perkawinan Usia Anak Di Desa Sakra Selatan Kecamatan Sakra Kabupaten Lombok Timur
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Implementasi Peraturan Bupati Lombok Timur Nomor 41 Tahun 2020 Tentang Pencegahan Perkawinan Usia Anak Di Desa Sakra Selatan Kecamatan Sakr...
IMPLEMENTASI PROGRAM VAKSINASI DI KABUPATEN TANGGAMUS
IMPLEMENTASI PROGRAM VAKSINASI DI KABUPATEN TANGGAMUS
Penyebaran Covid-19, menuntut pemerintah untuk merumuskan berbagai program kebijakan guna percepatan penanganan pandemi Covid-19. salah satu program pemerintah dalam percepatan pen...
Faktor determinan keraguan ibu terhadap vaksinasi dasar pada anak bawah dua tahun
Faktor determinan keraguan ibu terhadap vaksinasi dasar pada anak bawah dua tahun
Background: Child health is still a major health problem in Indonesia. The health condition of children in a country can be measured by the infant mortality rate. The infant mortal...
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...
ECOFARMING SYSTEM: PENGOLAHAN LIMBAH PETERNAKAN MENJADI BIOKOMPOS DI KELOMPOK TERNAK NGIRING SIMPANG DESA RARANG KECAMATAN TERARA
ECOFARMING SYSTEM: PENGOLAHAN LIMBAH PETERNAKAN MENJADI BIOKOMPOS DI KELOMPOK TERNAK NGIRING SIMPANG DESA RARANG KECAMATAN TERARA
Limbah peternakan khususnya kotoran ternak, seringkali menimbulkan permasalahan lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Kondisi tersebut juga dialami oleh Kelompok Ternak Ng...

