Javascript must be enabled to continue!
Hubungan Kampanye "Waste Down Beauty Up" Sociolla terhadap Sikap Konsumen dalam Pengolahan Sampah Produk Kecantikan
View through CrossRef
Abstract. The Ministry of Environment and Forestry of the Republic of Indonesia (KLHK) revealed that the total waste for beauty products nationally in 2021 will be 11.6 million tons. In dealing with this problem, Sociolla, which is one of the largest e-commerce startup companies in Indonesia, focuses on selling cosmetic products and is committed to environmental sustainability issues by launching a campaign called #WasteDownBeautyUp. The Waste Down Beauty Up campaign was carried out by Sociolla as a form of awareness of the fact that beauty does not have to be wasteful in its use and the importance of attitudes in reducing and recycling waste from beauty products correctly because the attitude of the Indonesian people themselves still lacks discipline in managing waste. This research aims to find out whether the Waste Down Beauty Up campaign program can make Sociolla consumers change their attitudes in managing waste beauty products using the Componential Campaign Model. This research uses quantitative correlational research methods. The population of respondents to this research are followers of the Instagram account @Sociolla. The results of this research show that there is a relationship between the "Waste Down Beauty Up" campaign and consumer attitudes toward managing beauty product waste with a correlational test result of 0.991. So it can be concluded that Sociolla's "Waste Down Beauty Up" campaign has a positive impact on Sociolla consumers in managing beauty product waste.
Abstrak. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK) mengungkapkan bahwa total sampah produk kecantikan secara nasional pada tahun 2021 sejumlah 11.6 juta ton. Dalam menangani permasalahan tersebut, Sociolla yang merupakan salah satu perusahaan startup e-commerce terbesar di Indonesia berfokus pada penjualan produk kosmetik memiliki komitmen terhadap isu kelestarian lingkungan dengan meluncurkan sebuah kampanye bernama #WasteDownBeautyUp. Kampanye Waste Down Beauty Up dilakukan oleh Sociolla sebagai bentuk kesadaran akan fakta bahwa kecantikan tidak harus boros dalam penggunaannya serta pentingnya sikap dalam mengurangi dan mendaur ulang sampah dari produk kecantikan dengan benar karena sikap masyarakat Indonesia sendiri masih kurangnya disiplin dalam mengelola sampah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui apakah program kampanye Waste Down Beauty Up dapat membuat konsumen Sociolla mengubah sikapnya dalam mengelola produk sampah kecantikan dengan menggunakan Model Kampanye Komponensial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional. Populasi dari responden penelitian ini adalah pengikut akun Instagram @Sociolla. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan antara kampanye “Waste Down Beauty Up” Sociolla dengan sikap konsumen dalam mengelola sampah produk kecantikan dengan hasil uji korelasional sebesar 0,991. Maka dapat disimpulkan bahwa kampanye “Waste Down Beauty Up” Sociolla memiliki dampak positif bagi konsumen Sociolla dalam mengelola sampah produk kecantikan.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Hubungan Kampanye "Waste Down Beauty Up" Sociolla terhadap Sikap Konsumen dalam Pengolahan Sampah Produk Kecantikan
Description:
Abstract.
The Ministry of Environment and Forestry of the Republic of Indonesia (KLHK) revealed that the total waste for beauty products nationally in 2021 will be 11.
6 million tons.
In dealing with this problem, Sociolla, which is one of the largest e-commerce startup companies in Indonesia, focuses on selling cosmetic products and is committed to environmental sustainability issues by launching a campaign called #WasteDownBeautyUp.
The Waste Down Beauty Up campaign was carried out by Sociolla as a form of awareness of the fact that beauty does not have to be wasteful in its use and the importance of attitudes in reducing and recycling waste from beauty products correctly because the attitude of the Indonesian people themselves still lacks discipline in managing waste.
This research aims to find out whether the Waste Down Beauty Up campaign program can make Sociolla consumers change their attitudes in managing waste beauty products using the Componential Campaign Model.
This research uses quantitative correlational research methods.
The population of respondents to this research are followers of the Instagram account @Sociolla.
The results of this research show that there is a relationship between the "Waste Down Beauty Up" campaign and consumer attitudes toward managing beauty product waste with a correlational test result of 0.
991.
So it can be concluded that Sociolla's "Waste Down Beauty Up" campaign has a positive impact on Sociolla consumers in managing beauty product waste.
Abstrak.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK) mengungkapkan bahwa total sampah produk kecantikan secara nasional pada tahun 2021 sejumlah 11.
6 juta ton.
Dalam menangani permasalahan tersebut, Sociolla yang merupakan salah satu perusahaan startup e-commerce terbesar di Indonesia berfokus pada penjualan produk kosmetik memiliki komitmen terhadap isu kelestarian lingkungan dengan meluncurkan sebuah kampanye bernama #WasteDownBeautyUp.
Kampanye Waste Down Beauty Up dilakukan oleh Sociolla sebagai bentuk kesadaran akan fakta bahwa kecantikan tidak harus boros dalam penggunaannya serta pentingnya sikap dalam mengurangi dan mendaur ulang sampah dari produk kecantikan dengan benar karena sikap masyarakat Indonesia sendiri masih kurangnya disiplin dalam mengelola sampah.
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui apakah program kampanye Waste Down Beauty Up dapat membuat konsumen Sociolla mengubah sikapnya dalam mengelola produk sampah kecantikan dengan menggunakan Model Kampanye Komponensial.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional.
Populasi dari responden penelitian ini adalah pengikut akun Instagram @Sociolla.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan antara kampanye “Waste Down Beauty Up” Sociolla dengan sikap konsumen dalam mengelola sampah produk kecantikan dengan hasil uji korelasional sebesar 0,991.
Maka dapat disimpulkan bahwa kampanye “Waste Down Beauty Up” Sociolla memiliki dampak positif bagi konsumen Sociolla dalam mengelola sampah produk kecantikan.
Related Results
SCREENING DAN EVALUASI PROGRAM BANK SAMPAH KOTA YOGYAKARTA
SCREENING DAN EVALUASI PROGRAM BANK SAMPAH KOTA YOGYAKARTA
Pendahuluan: Badan Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Sejak Tahun 2009 mengembangkan program bank sampah sebagai salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Sub Bidang Daur Ulan...
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
Penelitian ini berfokus pada aspek bentuk dan pengaruh mitos kecantikan dalam novel Gendut? Siapa Takut! karya Alnira (2019). Analisis dilakukan dengan memanfaatkan teori feminisme...
ANALISIS ASPEK TEKNIS OPERASIONAL PENGELOLAAN SAMPAH DI RSUD ADE MOEHAMMAD DJOEN KOTA SINTANG
ANALISIS ASPEK TEKNIS OPERASIONAL PENGELOLAAN SAMPAH DI RSUD ADE MOEHAMMAD DJOEN KOTA SINTANG
ABSTRAK Permasalahan yang timbul di RSUD Ade M. Djoen Sintang yaitu ketersediaan sarana dan prasarana yang masih kurang dan penanganan pengelolaan sampah yang masih belum berjalan ...
PENGARUH FAKTOR PRIBADI DAN PSIKOLOGIS TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN MENGGUNAKAN PRODUK KOSMETIK NATASHA PADA KLINIK KECANTIKAN NATASHA SKIN CARE DI KOTA PALU
PENGARUH FAKTOR PRIBADI DAN PSIKOLOGIS TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN MENGGUNAKAN PRODUK KOSMETIK NATASHA PADA KLINIK KECANTIKAN NATASHA SKIN CARE DI KOTA PALU
Tujuan dari penelitian ini adalah (1). Untuk menganalisis faktor pribadi dan faktor psikologis secara serempak berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen menggunakan produk...
Penilaian Resiko Kesehatan Lingkungan-EHRA (Fasilitas dan Perilaku Warga Perumahan Karanglo Indah) Terhadap Sampah Rumah Tangga
Penilaian Resiko Kesehatan Lingkungan-EHRA (Fasilitas dan Perilaku Warga Perumahan Karanglo Indah) Terhadap Sampah Rumah Tangga
Perumahan Karanglo Indah, Kelurahan Balearjosari, Kecamatan Blimbing, Malang, Jawa Timur adalah salah satu perumahan menengah dengan beberapa masalah terkait dengan layanan sampah ...
Pengolahan Sampah Organik Menjadi Eco-Enzyme Dan Budidaya Maggot (Larva Black Soldier Fly) Di Bank Sampah Tulungagung
Pengolahan Sampah Organik Menjadi Eco-Enzyme Dan Budidaya Maggot (Larva Black Soldier Fly) Di Bank Sampah Tulungagung
Sampah menjadi permasalahan yang sangat serius di lingkungan seiring dengan meningkatnya jumlah populasi manusia. Meningkatnya volume sampah menjadikan sampah harus dikelola dengan...
EDUKASI DAN PELATIHAN KELOMPOK MASYARAKAT TENTANG BANK SAMPAH
EDUKASI DAN PELATIHAN KELOMPOK MASYARAKAT TENTANG BANK SAMPAH
ABSTRAK
Sampah selalu menjadi masalah sulit bagi masyarakat yang tidak peduli dengan lingkungan. Ketika orang tidak menjaga kebersihan, mereka dapat meninggalkan timbunan sa...
Pengembangan Manajemen Pengolahan Sampah Menjadi Aneka Produk Yang Memiliki Nilai Ekonomis Tinggi Untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Desa Pijot
Pengembangan Manajemen Pengolahan Sampah Menjadi Aneka Produk Yang Memiliki Nilai Ekonomis Tinggi Untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Desa Pijot
Desa Pijot memiliki potensi wisata bahari yang sangat penting, karena merupakan pintu gerbang terdekat untuk memasuki daerah-daerah wisata Pantai Pink dan 27 gili melalui wilayah p...

