Javascript must be enabled to continue!
Rancang Bangun Alat Pencacah Batang Pisang Menjadi Bahan Baku Pembuatan Pupuk Organik
View through CrossRef
Penelitian yang telah dilaksanakan adalah tentang “rancang bangun alat pencacah batang pisang menjadi bahan baku pembuatan pupuk organik. Tujuan penelitian ini adalah merancang bangun mesin pencacah batang pisang yang dapat mempersingkat waktu proses pencacahan dibandingkan proses pencacahan manual, untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik yang diharapkan dapat membantu masyarakat pertanian, untuk mempermudah proses produksi pencacahan batang pisang yang bisa jadi bahan untuk pupuk dengan waktu yang lebih singkat dan tenaga yang lebih efisien, dapat meningkatkan produksi pertanian baik kualitas maupun kuantitas, meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan dan dapat mencegah degradasi lahan dan dapat menekan biaya operasional daripada harus membeli pupuk kimia yang relative mahal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode rancang bangun. Hasil penelitian menunjukan rancang bangun alat pencacah batang pisang menjadi bahan baku pupuk organik yang dirancang dan diujicoba telah berfungsi secara baik sesuai dengan hasil rancangan. Dari hasil pengujian kinerja mesin pencacah batang pisang ini memperlihatkan bahwa mesin beroperasi dengan sangat baik dalam mencacah batang pisang, dengan hasil cacahan ± 5-11 mm dan kapasitas pencacahanya adalah 98 kg/jam. Semua komponen dari mesin pencacah batang pisang ini bekerja dengan baik sesuai fungsi komponen masing-masing.
Kata Kunci: Rancang Bangun, Pencacah Batang Pisang, Pupuk Organik.
Universitas Nusa Cendana
Title: Rancang Bangun Alat Pencacah Batang Pisang Menjadi Bahan Baku Pembuatan Pupuk Organik
Description:
Penelitian yang telah dilaksanakan adalah tentang “rancang bangun alat pencacah batang pisang menjadi bahan baku pembuatan pupuk organik.
Tujuan penelitian ini adalah merancang bangun mesin pencacah batang pisang yang dapat mempersingkat waktu proses pencacahan dibandingkan proses pencacahan manual, untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik yang diharapkan dapat membantu masyarakat pertanian, untuk mempermudah proses produksi pencacahan batang pisang yang bisa jadi bahan untuk pupuk dengan waktu yang lebih singkat dan tenaga yang lebih efisien, dapat meningkatkan produksi pertanian baik kualitas maupun kuantitas, meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan dan dapat mencegah degradasi lahan dan dapat menekan biaya operasional daripada harus membeli pupuk kimia yang relative mahal.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode rancang bangun.
Hasil penelitian menunjukan rancang bangun alat pencacah batang pisang menjadi bahan baku pupuk organik yang dirancang dan diujicoba telah berfungsi secara baik sesuai dengan hasil rancangan.
Dari hasil pengujian kinerja mesin pencacah batang pisang ini memperlihatkan bahwa mesin beroperasi dengan sangat baik dalam mencacah batang pisang, dengan hasil cacahan ± 5-11 mm dan kapasitas pencacahanya adalah 98 kg/jam.
Semua komponen dari mesin pencacah batang pisang ini bekerja dengan baik sesuai fungsi komponen masing-masing.
Kata Kunci: Rancang Bangun, Pencacah Batang Pisang, Pupuk Organik.
Related Results
Pengembangan Pupuk Organik Sebagai Strategi Pemenuhan Kebutuhan Pupuk Serta Menunjang Pembangunan Pertanian Organik di Kabupaten Parigi Moutong
Pengembangan Pupuk Organik Sebagai Strategi Pemenuhan Kebutuhan Pupuk Serta Menunjang Pembangunan Pertanian Organik di Kabupaten Parigi Moutong
Pupuk organik merupakan pupuk yang berbahan dasar bahan alami atau tanpa bahan kimia yang memiliki unsur hara tinggi yang sangat baik untuk memperbaiki kesuburan tanah dan menunjan...
Pemanfaatan Kulit Pisang (Musa paradisiaca) Menjadi Donat Tinggi Kalsium
Pemanfaatan Kulit Pisang (Musa paradisiaca) Menjadi Donat Tinggi Kalsium
Tujuan dari penelitian ini adalah: memanfaatkan limbah kulit pisang menjadi salah satu produk pangan tinggi kalsium yaitu berupa donat dan mengetahui formulasi tepung terigu : kuli...
Aplikasi Pupuk Organik Pada Domestikasi Tanaman Ciplukan (Physalis angulata L.)
Aplikasi Pupuk Organik Pada Domestikasi Tanaman Ciplukan (Physalis angulata L.)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis dan dosis pupuk organik dan interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman ciplukan (Physalis angul...
PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH INDUSTRI TEMPE
PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH INDUSTRI TEMPE
Penelitian ini bertujuan untuk membuat pupuk organik cair dari limbah cair indusrti tempe dengan penambahan bonggol pisang dan bioaktivator EM4. Kualitas pupuk organik cair yang d...
Pengelolaan Sampah Organik Basah untuk Dimanfaatkan sebagai Penyubur Tanaman
Pengelolaan Sampah Organik Basah untuk Dimanfaatkan sebagai Penyubur Tanaman
Perlindungan lingkungan hidup adalah suatu sikap dan tindakan yang selalu bertujuan untuk mencegah kerusakan lingkungan hidup dan mengembangkan upaya perbaikan kerusakan alam yang ...
RESPONS PADI GOGO LOKAL (Oryza sativa L.var. Sigambiri) PADA PEMBERIAN PUPUK KOMPOS BIO ORGANIK DAN PUPUK NPK
RESPONS PADI GOGO LOKAL (Oryza sativa L.var. Sigambiri) PADA PEMBERIAN PUPUK KOMPOS BIO ORGANIK DAN PUPUK NPK
Penelitian yang bertujuan untuk melihat respons tanaman padi gogo varietas lokal telah dilaksanakan di Dusun Bintang Raya Nagori Raya Usang Kecamatan Dolog Masagal Kabupaten Simalu...
PEMBERDAYAAN OLAHAN PUPUK ORGANIK DEMI MENJAGA KESEIMBANGAN EKOSISTEM DI DUSUN KEDUNG LIKIT, DESA KALISAT, KECAMATAN REMBANG, KABUPATEN PASURUAN
PEMBERDAYAAN OLAHAN PUPUK ORGANIK DEMI MENJAGA KESEIMBANGAN EKOSISTEM DI DUSUN KEDUNG LIKIT, DESA KALISAT, KECAMATAN REMBANG, KABUPATEN PASURUAN
Kegiatan utama kuliah kerja nyata kelompok 011 Heraclitus adalah memberikan pelatihan dan praktek pembuatan pupuk organik dari kotoran peternakan di Dusun Kedung Likit, Desa Kalisa...
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH ORGANIK RUMAH TANGGA BAGI SEKSI INANG GKPS PEMATANG SIMALUNGUN
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH ORGANIK RUMAH TANGGA BAGI SEKSI INANG GKPS PEMATANG SIMALUNGUN
Sampah organik adalah sampah yang dapat mengalami pelapukan (dekomposisi) dan terurai menjadi bahan yang lebih kecil dan tidak berbau, sampah ini lebih mudah terurai dibandingkan j...

