Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pemanfaatan Limbah Batang Pisang Menjadi Kompos

View through CrossRef
Limbah organik sering menjadi permasalahan di setiap kota di Indonesia karena kuantitasnya yang terus bertambah sementara lahan tempat pembuangan akhir semakin terbatas. Sebagian besar limbah organik, yang sebetulnya berpotensi diolah menjadi kompos, langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir. Hal tersebut juga terjadi di kota Bekasi. Limbah batang pisang yang merupakan limbah organik menimbulkan masalah karena berat dan volumenya yang besar. Pengomposan merupakan salah satu alternatif untuk mengolah limbah organik. Limbah batang pisang mengandung Karbon, Nitrogen, Fosfor, dan Kalium yang merupakan unsur penting dalam pengomposan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi pengolahan limbah batang pisang menjadi kompos. Proses pengomposan limbah batang pisang dilakukan selama 25 hari. Selama proses pengomposan, temperatur mengalami kenaikan hingga 45 oC. Hasil akhir menunjukkan kompos yang dihasilkan mengandung C-organik, fosfor, dan kadar air yang sesuai dengn persyaratan SNI 19-7030-2004.  Kompos batang pisang juga mengandung Kalium dan Mangan meskipun konsentrasinya masih belum memenuhi persyaratan. Pengomposan limbah batang pisang memberikan dua keuntungan yaitu mengurangi jumlah limbah organik dan menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk. Kompos batang pisang mengandung nutrien yang bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas tanaman.
Title: Pemanfaatan Limbah Batang Pisang Menjadi Kompos
Description:
Limbah organik sering menjadi permasalahan di setiap kota di Indonesia karena kuantitasnya yang terus bertambah sementara lahan tempat pembuangan akhir semakin terbatas.
Sebagian besar limbah organik, yang sebetulnya berpotensi diolah menjadi kompos, langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir.
Hal tersebut juga terjadi di kota Bekasi.
Limbah batang pisang yang merupakan limbah organik menimbulkan masalah karena berat dan volumenya yang besar.
Pengomposan merupakan salah satu alternatif untuk mengolah limbah organik.
Limbah batang pisang mengandung Karbon, Nitrogen, Fosfor, dan Kalium yang merupakan unsur penting dalam pengomposan.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi pengolahan limbah batang pisang menjadi kompos.
Proses pengomposan limbah batang pisang dilakukan selama 25 hari.
Selama proses pengomposan, temperatur mengalami kenaikan hingga 45 oC.
Hasil akhir menunjukkan kompos yang dihasilkan mengandung C-organik, fosfor, dan kadar air yang sesuai dengn persyaratan SNI 19-7030-2004.
 Kompos batang pisang juga mengandung Kalium dan Mangan meskipun konsentrasinya masih belum memenuhi persyaratan.
Pengomposan limbah batang pisang memberikan dua keuntungan yaitu mengurangi jumlah limbah organik dan menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk.
Kompos batang pisang mengandung nutrien yang bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas tanaman.

Related Results

Keragaman Jenis Pisang dan Olahannya Pada Masyarakat Desa Togoliua Kecamatan Tobelo Barat
Keragaman Jenis Pisang dan Olahannya Pada Masyarakat Desa Togoliua Kecamatan Tobelo Barat
Penelitian yang berlokasi di Desa Togoliua Kecamatan Tobelo Barat ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, cara dan bentuk olahan pisang  yang dibudidayakan oleh masyarakat di D...
Pemanfaatan Kulit Pisang (Musa paradisiaca) Menjadi Donat Tinggi Kalsium
Pemanfaatan Kulit Pisang (Musa paradisiaca) Menjadi Donat Tinggi Kalsium
Tujuan dari penelitian ini adalah: memanfaatkan limbah kulit pisang menjadi salah satu produk pangan tinggi kalsium yaitu berupa donat dan mengetahui formulasi tepung terigu : kuli...
DETEKSI JENIS DAN KEMATANGAN PISANG MENGGUNAKAN METODE EXTREME LEARNING MACHINE
DETEKSI JENIS DAN KEMATANGAN PISANG MENGGUNAKAN METODE EXTREME LEARNING MACHINE
Kebun Pisang Celak, yang berada di desa Celak Kec. Cililin adalah salah satu tempat yang khusus bercocok tanam buah pisang. Pisang pada Kebun Pisang Celak ini beraneka ragam jenis....
KAJIAN GAYA DALAM PADA KONSTRUKSI RANGKA BATANG (VAKWERK)
KAJIAN GAYA DALAM PADA KONSTRUKSI RANGKA BATANG (VAKWERK)
Dalam ilmu statika benda didalam bidang dapat dibedakan menjadi konstruksi batang dan konstruksi rangka batang. Konstruksi rangka batang merupakan konstruksi yang terdiri dari elem...
Rancang Bangun Alat Pencacah Batang Pisang Menjadi Bahan Baku Pembuatan Pupuk Organik
Rancang Bangun Alat Pencacah Batang Pisang Menjadi Bahan Baku Pembuatan Pupuk Organik
Penelitian yang telah dilaksanakan adalah tentang “rancang bangun alat pencacah batang pisang menjadi bahan baku pembuatan pupuk organik. Tujuan penelitian ini adalah merancang ban...
UJI BEDA KUALITAS TAPE PISANG KEPOK (Musa acuminata balbisiana Colla) DAN PISANG KETIP (Musa paradisiaca Forma Typiaca)
UJI BEDA KUALITAS TAPE PISANG KEPOK (Musa acuminata balbisiana Colla) DAN PISANG KETIP (Musa paradisiaca Forma Typiaca)
Pisang (Musa spp.) merupakan salah satu komoditas hortikultura utama di Indonesia, disisi lain, dengan tekstur pisang yang lembut, kadar air yang tinggi serta aktivitas proses meta...
IDENTIFIKASI MANFAAT LIMBAH BATANG TEMBAKAU DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR
IDENTIFIKASI MANFAAT LIMBAH BATANG TEMBAKAU DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Post-harvest management of tobacco commodities in East Lombok Regency is very important considering that the waste of tobacco stems, leaf stalks, seeds, and residues from the oven ...
Pengaruh Penambahan Limbah Kulit Pisang kepok (Musa paradisiaca Linn) dalam Pembuatan Kerupuk
Pengaruh Penambahan Limbah Kulit Pisang kepok (Musa paradisiaca Linn) dalam Pembuatan Kerupuk
Pisang merupakan salah satu komoditas pangan nasional. Pisang pada umumnya hanya dikonsumsi buahnya saja, sedangkan kulit pisang masih menjadi limbah pertanian. Kulit pisang memili...

Back to Top