Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Potensi Demand Kawasan Aerotropolis di Sekitar Bandara Radin Inten II Provinsi Lampung

View through CrossRef
Pertumbuhan penduduk dan urbanisasi di Provinsi Lampung mendorong terbentuknya kawasan peri-urban yang memiliki potensi strategis, salah satunya adalah Kecamatan Natar di Kabupaten Lampung Selatan. Kawasan ini terletak di sekitar Bandara Internasional Radin Inten II dan menunjukkan karakteristik ideal untuk dikembangkan sebagai kawasan aerotropolis. Tujuan artikel ini adalah untuk menganalisis potensi demand dan dukungan sosial ekonomi terhadap pengembangan kawasan aerotropolis. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan triangulasi data melalui analisis dokumen perencanaan, penyebaran kuesioner kepada 101 responden pengguna transportasi udara, serta wawancara dengan enam pemangku kepentingan dari instansi pemerintah terkait. Hasil studi menunjukkan bahwa 92% responden menyatakan setuju terhadap pengembangan aerotropolis, didukung dengan tingginya intensitas penggunaan pesawat terbang dan potensi pertumbuhan infrastruktur. Selain itu, sinergi antara dokumen RTRW, RDTR, dan Tataran Transportasi Wilayah menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan kawasan ini. Studi ini menyimpulkan bahwa percepatan implementasi aerotropolis dapat menjadi strategi pembangunan wilayah yang terintegrasi dan berkelanjutan di Provinsi.
Title: Analisis Potensi Demand Kawasan Aerotropolis di Sekitar Bandara Radin Inten II Provinsi Lampung
Description:
Pertumbuhan penduduk dan urbanisasi di Provinsi Lampung mendorong terbentuknya kawasan peri-urban yang memiliki potensi strategis, salah satunya adalah Kecamatan Natar di Kabupaten Lampung Selatan.
Kawasan ini terletak di sekitar Bandara Internasional Radin Inten II dan menunjukkan karakteristik ideal untuk dikembangkan sebagai kawasan aerotropolis.
Tujuan artikel ini adalah untuk menganalisis potensi demand dan dukungan sosial ekonomi terhadap pengembangan kawasan aerotropolis.
Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan triangulasi data melalui analisis dokumen perencanaan, penyebaran kuesioner kepada 101 responden pengguna transportasi udara, serta wawancara dengan enam pemangku kepentingan dari instansi pemerintah terkait.
Hasil studi menunjukkan bahwa 92% responden menyatakan setuju terhadap pengembangan aerotropolis, didukung dengan tingginya intensitas penggunaan pesawat terbang dan potensi pertumbuhan infrastruktur.
Selain itu, sinergi antara dokumen RTRW, RDTR, dan Tataran Transportasi Wilayah menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan kawasan ini.
Studi ini menyimpulkan bahwa percepatan implementasi aerotropolis dapat menjadi strategi pembangunan wilayah yang terintegrasi dan berkelanjutan di Provinsi.

Related Results

PERENCANAAN PENGEMBANGAN RUNWAY PADA BANDARA RADIN INTEN II PROVINSI LAMPUNG
PERENCANAAN PENGEMBANGAN RUNWAY PADA BANDARA RADIN INTEN II PROVINSI LAMPUNG
Bandara Radin Inten II Provinsi Lampung mengalami pertumbuhan lalu lintas udara pada tiap tahunnya, sehingga memerlukan perencanaan pengembangan runway yang mampu memenuhi kebutuha...
Analisis Key Perfomance Indicator Pada Bandara Outstation
Analisis Key Perfomance Indicator Pada Bandara Outstation
Seiring dengan perkembangan teknologi transportasi udara, bandara sangat berperan penting dalam mendukung aktivitas penerbangan. Bandara Outstation merupakan bandara di luar Bandar...
PEMETAAN BANDARA UNTUK PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR LANJUTAN
PEMETAAN BANDARA UNTUK PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR LANJUTAN
<p>Bandara sebagai pelabuhan udara merupakan fasilitas tempat pesawat terbang untuk lepas landas dan mendarat yang dilengkapi berbagai fasilitas, baik untuk operator layanan ...
Transformasi Stadion Olah Raga KONI di Kawasan Perdagangan Kota Jambi
Transformasi Stadion Olah Raga KONI di Kawasan Perdagangan Kota Jambi
Kota berkembang dari suatu kawasan inti yang meluas ke sekitarnya. Kawasan awal mula ini yang kemudian menjelma menjadi pusat kota. Pada awalnya banyak kota direncanakan dalam skal...

Back to Top