Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERENCANAAN PENGEMBANGAN RUNWAY PADA BANDARA RADIN INTEN II PROVINSI LAMPUNG

View through CrossRef
Bandara Radin Inten II Provinsi Lampung mengalami pertumbuhan lalu lintas udara pada tiap tahunnya, sehingga memerlukan perencanaan pengembangan runway yang mampu memenuhi kebutuhan lalu lintas udara di masa depan. Pada saat ini Bandara Radin Inten II Provinsi Lampung memiliki runway dengan panjang 3.000 m dan lebar 45 m dengan pesawat terbesar Airbus A320-200. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kebutuhan runway untuk bandara tersebut selama 20 tahun kedepan. Pada penelitian ini menggunakan metode International Civil Aviation Organization (ICAO) untuk menghitung panjang runway dan metode SKEP/77/VI/2005 tentang Persyaratan Teknis Pengoperasian Fasilitas Teknik Bandar Udara yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk menghitung kebutuhan sisi udara. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan data historis Bandara Radin Inten II tahun 2015-2019 dengan merencanakan pesawat boeing 777-300ER sebagai pesawat terbesar, didapatkan panjang runway yang ideal sampai tahun 2039 adalah sepanjang 3.775 m dan lebar 45 m sedangkan untuk taxiway nya minimal memiliki lebar 25 m, sehingga diperlukan adanya pengembangan runway dari kondisi eksisting untuk dapat memenuhi kebutuhan lalu lintas udara selama 20 tahun kedepan
Title: PERENCANAAN PENGEMBANGAN RUNWAY PADA BANDARA RADIN INTEN II PROVINSI LAMPUNG
Description:
Bandara Radin Inten II Provinsi Lampung mengalami pertumbuhan lalu lintas udara pada tiap tahunnya, sehingga memerlukan perencanaan pengembangan runway yang mampu memenuhi kebutuhan lalu lintas udara di masa depan.
Pada saat ini Bandara Radin Inten II Provinsi Lampung memiliki runway dengan panjang 3.
000 m dan lebar 45 m dengan pesawat terbesar Airbus A320-200.
Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kebutuhan runway untuk bandara tersebut selama 20 tahun kedepan.
Pada penelitian ini menggunakan metode International Civil Aviation Organization (ICAO) untuk menghitung panjang runway dan metode SKEP/77/VI/2005 tentang Persyaratan Teknis Pengoperasian Fasilitas Teknik Bandar Udara yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk menghitung kebutuhan sisi udara.
Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan data historis Bandara Radin Inten II tahun 2015-2019 dengan merencanakan pesawat boeing 777-300ER sebagai pesawat terbesar, didapatkan panjang runway yang ideal sampai tahun 2039 adalah sepanjang 3.
775 m dan lebar 45 m sedangkan untuk taxiway nya minimal memiliki lebar 25 m, sehingga diperlukan adanya pengembangan runway dari kondisi eksisting untuk dapat memenuhi kebutuhan lalu lintas udara selama 20 tahun kedepan.

Related Results

Analisis Field Performance Pesawat Airbus A350-Xwb pada Beberapa Bandar Udara di Wilayah Yaman
Analisis Field Performance Pesawat Airbus A350-Xwb pada Beberapa Bandar Udara di Wilayah Yaman
Performa tinggal landas dan mendarat merupakan aspek penting dalam pengoperasian pesawat terbang, terutama terkait kebutuhan panjang landasan (runway requirement). Faktor-faktor se...
SEJARAH BANDARA MATAHORA DI PULAU WANGI-WANGI KABUPATEN WAKATOBI (2007-2017)
SEJARAH BANDARA MATAHORA DI PULAU WANGI-WANGI KABUPATEN WAKATOBI (2007-2017)
ABSTRAK: Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah: (1) Apa latar belakang pembangunan Bandara Matahora di Pulau Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi, (2) Apa kendala yang dihadapi ...
VISUALISASI KEMASAN KERIPIK PISANG ANEKA SEBAGAI KULINER KHAS LAMPUNG
VISUALISASI KEMASAN KERIPIK PISANG ANEKA SEBAGAI KULINER KHAS LAMPUNG
<p>Lampung merupakan provinsi yang terletak di ujung timur pulau Sumatera. Lampung juga dilalui oleh jalur lintas Sumatera yang memiliki efek langsung terhadap perekonomian m...
HUBUNGAN PEMAHAMAN KEPAHLAWANAN RADIN INTEN II TERHADAP KESADARAN SEJARAH SISWA SMA
HUBUNGAN PEMAHAMAN KEPAHLAWANAN RADIN INTEN II TERHADAP KESADARAN SEJARAH SISWA SMA
The purpose of this study is to describe the level of awareness, understanding and examine the factors that influence the level of awareness and understanding of students towards t...
Menghitung Kapasitas Runway Menggunakan Petri Net Dan Aljabar Max-Plus
Menghitung Kapasitas Runway Menggunakan Petri Net Dan Aljabar Max-Plus
Bandara Internasional Juanda merupakan bandara tersibuk kedua di Indonesia setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, yang tiap tahun jumlah penumpangnya mengalami peningkatan. ...
Analisis Key Perfomance Indicator Pada Bandara Outstation
Analisis Key Perfomance Indicator Pada Bandara Outstation
Seiring dengan perkembangan teknologi transportasi udara, bandara sangat berperan penting dalam mendukung aktivitas penerbangan. Bandara Outstation merupakan bandara di luar Bandar...

Back to Top