Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

AKULTURASI BUDAYA ISLAM DAN JAWA DALAM TRADISI MENGUBUR TEMBUNI

View through CrossRef
This article analyzes the acculturation of Islamic and Javanese culture in the tradition of burying tembuni in the Panti community. This study aims to determine the construction of the community in understanding the history of the burial of the Tembuni tradition, the meaning of the forms and symbols of the rituals of the community in the burial of the Tembuni tradition and how the values contained in the tradition.  This type of research is descriptive qualitative, using an ethnographic approach with observation, documentation, and in-depth interviews.  The results of this study are that there are no special records regarding this tembuni burial tradition, both in terms of when and who first triggered it.  Where in this ritual there are elements of Hindu-Buddhist belief, kejawen and finally intersect with Islam, which in this process the author calls the process of cultural acculturation.  Tradition in the ritual of burying tembuni has existed since ancient times and nothing has changed, for centuries.  Therefore, it has become a consideration related to the form of rituals and symbols that are believed to have a sacred value by the Panti community.  So that this can have sociocultural implications and a strong relationship with the future of children in community life in the future. The tradition of burying the tembuni seeks to reveal the relationship between humans and God through prayer, rituals as a mediation to express gratitude and ask for salvation.  This tradition contains values that are meaningful to the Panti community, such as religious values, moral values, and social values. Artikel ini menganalisis tentang akulturasi budaya Islam dan Jawa dalam tradisi mengubur tembuni di masyarakat Panti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi masyarakat dalam memahami sejarah penguburan tradisi Tembuni, makna bentuk dan simbol ritual masyarakat dalam penguburan tradisi Tembuni dan bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi tersebut. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, menggunakan pendekatan etnografi dengan observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini bahwa tidak ada catatan khusus mengenai tradisi penguburan tembuni ini, baik dari segi kapan dan siapa yang pertama kali memicunya. Dalam ritual ini terdapat unsur kepercayaan Hindu-Budha, kejawen dan akhirnya bersinggungan dengan agama Islam, yang dalam proses ini penulis sebut sebagai proses akulturasi budaya. Tradisi dalam ritual mengubur tembuni sudah ada sejak zaman dahulu dan tidak ada yang berubah, selama berabad-abad. Oleh karena itu, telah menjadi pertimbangan terkait bentuk ritual dan simbol-simbol yang diyakini akan nilai kesakralitasnya oleh masyarakat Panti. Sehingga hal tersebut dapat berimplikasi pada sosiokultural dan hubungannya yang kuat dengan masa depan anak dalam kehidupan masyarakat kelak. Tradisi mengubur tembuni ini berupaya mengungkap hubungan manusia dengan Tuhan melalui sembahyang, ritual sebagai mediasi untuk mengungkapkan rasa syukur dan meminta keselamatan. Tradisi ini mengandung nilai-nilai yang bermakna bagi masyarakat Panti, seperti nilai-nilai religius, nilai moral, dan nilai sosial.
Title: AKULTURASI BUDAYA ISLAM DAN JAWA DALAM TRADISI MENGUBUR TEMBUNI
Description:
This article analyzes the acculturation of Islamic and Javanese culture in the tradition of burying tembuni in the Panti community.
This study aims to determine the construction of the community in understanding the history of the burial of the Tembuni tradition, the meaning of the forms and symbols of the rituals of the community in the burial of the Tembuni tradition and how the values contained in the tradition.
  This type of research is descriptive qualitative, using an ethnographic approach with observation, documentation, and in-depth interviews.
  The results of this study are that there are no special records regarding this tembuni burial tradition, both in terms of when and who first triggered it.
  Where in this ritual there are elements of Hindu-Buddhist belief, kejawen and finally intersect with Islam, which in this process the author calls the process of cultural acculturation.
  Tradition in the ritual of burying tembuni has existed since ancient times and nothing has changed, for centuries.
  Therefore, it has become a consideration related to the form of rituals and symbols that are believed to have a sacred value by the Panti community.
  So that this can have sociocultural implications and a strong relationship with the future of children in community life in the future.
The tradition of burying the tembuni seeks to reveal the relationship between humans and God through prayer, rituals as a mediation to express gratitude and ask for salvation.
  This tradition contains values that are meaningful to the Panti community, such as religious values, moral values, and social values.
 Artikel ini menganalisis tentang akulturasi budaya Islam dan Jawa dalam tradisi mengubur tembuni di masyarakat Panti.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi masyarakat dalam memahami sejarah penguburan tradisi Tembuni, makna bentuk dan simbol ritual masyarakat dalam penguburan tradisi Tembuni dan bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi tersebut.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, menggunakan pendekatan etnografi dengan observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam.
Hasil dari penelitian ini bahwa tidak ada catatan khusus mengenai tradisi penguburan tembuni ini, baik dari segi kapan dan siapa yang pertama kali memicunya.
Dalam ritual ini terdapat unsur kepercayaan Hindu-Budha, kejawen dan akhirnya bersinggungan dengan agama Islam, yang dalam proses ini penulis sebut sebagai proses akulturasi budaya.
 Tradisi dalam ritual mengubur tembuni sudah ada sejak zaman dahulu dan tidak ada yang berubah, selama berabad-abad.
Oleh karena itu, telah menjadi pertimbangan terkait bentuk ritual dan simbol-simbol yang diyakini akan nilai kesakralitasnya oleh masyarakat Panti.
Sehingga hal tersebut dapat berimplikasi pada sosiokultural dan hubungannya yang kuat dengan masa depan anak dalam kehidupan masyarakat kelak.
 Tradisi mengubur tembuni ini berupaya mengungkap hubungan manusia dengan Tuhan melalui sembahyang, ritual sebagai mediasi untuk mengungkapkan rasa syukur dan meminta keselamatan.
Tradisi ini mengandung nilai-nilai yang bermakna bagi masyarakat Panti, seperti nilai-nilai religius, nilai moral, dan nilai sosial.

Related Results

Akulturasi Islam dalam Peradaban dan Budaya
Akulturasi Islam dalam Peradaban dan Budaya
Artikel ini bertujuan untuk memahami akulturasi Islam dalam peradaban dan budaya,  jenis penelitian ini adalah penelitian studi pustaka (library research), dengan pendekatan peneli...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
PRESPEKTIF SIMBOLIK DALAM BUDAYA RITUAL SLAMETAN: STUDI KASUS DI MASYARAKAT ISLAM JAWA
PRESPEKTIF SIMBOLIK DALAM BUDAYA RITUAL SLAMETAN: STUDI KASUS DI MASYARAKAT ISLAM JAWA
budaya dan agama masyarakat. Islam tiba dengan proses akulturasi yang panjang, mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan budaya lokal yang telah ada sebelumnya. Dalam konteks Jawa,...
Tradisi Ziarah Kubur Pangeran Wong Agung Wilis Di Pura Langgar Bali
Tradisi Ziarah Kubur Pangeran Wong Agung Wilis Di Pura Langgar Bali
Tradisi ziarah kubur di Pura Langgar yang dilakukan umat Islam Jawa di Kampung Hindu Desa pakraman Bunutin Bangli Bali sebagai perwujudan dari moderasi beragama dan akulturasi buda...
TRADISI DAN BUDAYA ISLAM DI ACEH: PENGARUH DAN PRAKTIK DALAM KONTEKS SOSIAL
TRADISI DAN BUDAYA ISLAM DI ACEH: PENGARUH DAN PRAKTIK DALAM KONTEKS SOSIAL
Penelitian ini berfokus pada tradisi dan budaya Islam di Aceh serta pengaruh dan praktiknya dalam konteks sosial masyarakat. Aceh, yang dikenal sebagai "Serambi Mekkah," memiliki s...
MENGUBUR ARI-ARI DALAM PERSPEKTIF 'URF
MENGUBUR ARI-ARI DALAM PERSPEKTIF 'URF
Mengubur ari-ari telah menjadi tradisi secara turun-temurun dengan berbagai macam prosesi yang dilakukan.  Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti pa...
AKULTURASI BUDAYA: Studi Kasus Komunitas Samin di Kudus Jawa Tengah
AKULTURASI BUDAYA: Studi Kasus Komunitas Samin di Kudus Jawa Tengah
Tujuan penulisan artikel ini untuk mendeskripsikan bentuk akulturasi budaya yang dilakukan komunitas Samin di Kudus, Jawa Tengah terhadap tradisi muslim Nahdliyinyakni tradisi yang...
TRADISI PEMBUTAN TIKAR PEDAMARAN
TRADISI PEMBUTAN TIKAR PEDAMARAN
Latar Belakang : Tikar yang merupakan kerajinan tangan yang berasal dari desa pedamaran.penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menjelaskan secara keseluruha...

Back to Top