Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

AKULTURASI BUDAYA: Studi Kasus Komunitas Samin di Kudus Jawa Tengah

View through CrossRef
Tujuan penulisan artikel ini untuk mendeskripsikan bentuk akulturasi budaya yang dilakukan komunitas Samin di Kudus, Jawa Tengah terhadap tradisi muslim Nahdliyinyakni tradisi yang merespon kearifan lokal dan tidak bertentangan dengan syariat Islam.Data diperoleh dengan wawancara, kajian literatur, dan observasi. Terkumpulnya data dianalisis dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Budaya yang direspon Samin berupa slametan daur kehidupan dan khitan anak lelaki. Akulturasi tercipta simbiosis mutualisme karena Nahdliyin juga responsif terhadap tradisi lokal Jawa. Kekhasan yang masih dipertahankan komunitas Samin adalah memakai celana tokong, ikat kepala, berwarna serba hitam bagi lelaki, dan bagi perempuan memakai jarit. Bila menghadiri perkawinan dan melayat kematian. Bila di rumah atau di sawah memakai pakaian lazimnya warga lain. Ada pula budaya nahdliyin yang tidak direspon Samin karena menghindari keserupaan tradisi, seperti berpeci. Adapun bersarung menjadi tradisi Samin yang hanya digunakan ketika lelaki menikah. Prinsip dasar nahdliyin dalam tradisi adalah tawasuth (moderat), tawazun (keseimbangan antara akidah dengan realita), al I’tidal (tegak lurus, tak mudah terprovokasi), at tasamuh (toleran). Hanya saja, imbas urbanisasi warga Samin, budaya kota menjadi tradisinya pula seperti rambut disemir. Senior Samin pun tidak berdaya menghadapinya. Bila hal ini tidak dikendalikan maka budaya kota mengubah kekhasan Samin.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud
Title: AKULTURASI BUDAYA: Studi Kasus Komunitas Samin di Kudus Jawa Tengah
Description:
Tujuan penulisan artikel ini untuk mendeskripsikan bentuk akulturasi budaya yang dilakukan komunitas Samin di Kudus, Jawa Tengah terhadap tradisi muslim Nahdliyinyakni tradisi yang merespon kearifan lokal dan tidak bertentangan dengan syariat Islam.
Data diperoleh dengan wawancara, kajian literatur, dan observasi.
Terkumpulnya data dianalisis dengan pendekatan deskriptif kualitatif.
Budaya yang direspon Samin berupa slametan daur kehidupan dan khitan anak lelaki.
Akulturasi tercipta simbiosis mutualisme karena Nahdliyin juga responsif terhadap tradisi lokal Jawa.
Kekhasan yang masih dipertahankan komunitas Samin adalah memakai celana tokong, ikat kepala, berwarna serba hitam bagi lelaki, dan bagi perempuan memakai jarit.
Bila menghadiri perkawinan dan melayat kematian.
Bila di rumah atau di sawah memakai pakaian lazimnya warga lain.
Ada pula budaya nahdliyin yang tidak direspon Samin karena menghindari keserupaan tradisi, seperti berpeci.
Adapun bersarung menjadi tradisi Samin yang hanya digunakan ketika lelaki menikah.
Prinsip dasar nahdliyin dalam tradisi adalah tawasuth (moderat), tawazun (keseimbangan antara akidah dengan realita), al I’tidal (tegak lurus, tak mudah terprovokasi), at tasamuh (toleran).
Hanya saja, imbas urbanisasi warga Samin, budaya kota menjadi tradisinya pula seperti rambut disemir.
Senior Samin pun tidak berdaya menghadapinya.
Bila hal ini tidak dikendalikan maka budaya kota mengubah kekhasan Samin.

Related Results

PENANAMAN KARAKTER ANAK USIA 5-6 TAHUN PADA MASYARAKAT SAMIN
PENANAMAN KARAKTER ANAK USIA 5-6 TAHUN PADA MASYARAKAT SAMIN
This study aims to: (1) decrypting the Samin community history, (2) Describe theteachings Samin community, (3) Describe the teachings Samin community in planting honest inchildren ...
PEREMPUAN SAMIN PASCA-REFORMASI: PERSPEKTIF EKOFEMINISME
PEREMPUAN SAMIN PASCA-REFORMASI: PERSPEKTIF EKOFEMINISME
Tulisan ini berangkat dari minimnya kajian sejarah yang membahas isu ekofeminisme di Indonesia. Tujuan penulisan artikel ini untuk  mendiskripsikan konsep ekofeminisme, historisita...
Degradasi Identitas Komunitas Samin Studi Kasus di Kudus Jawa Tengah
Degradasi Identitas Komunitas Samin Studi Kasus di Kudus Jawa Tengah
This article describes the changes in lifestyle Samin community in Kudus Central Java. Data collection by interview, observation, and literature was analyzed using a qualitative de...
MENGIDENTIFIKASI JEJAK HINDU KUNO DI KAWASAN MENARA KUDUS JAWA TENGAH
MENGIDENTIFIKASI JEJAK HINDU KUNO DI KAWASAN MENARA KUDUS JAWA TENGAH
Tujuan ditulisnya artikel ini untuk mengidentifikasi jejak Hindu Kuno di Kawasan Menara Kudus Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam riset ini adalah deskriptif analitik yakni ca...
Penghayatan Nilai Ajaran Samin dalam Membentuk Sikap Enterpreneurship pada Masyarakat Samin Klopodhuwur Kabupaten Blora
Penghayatan Nilai Ajaran Samin dalam Membentuk Sikap Enterpreneurship pada Masyarakat Samin Klopodhuwur Kabupaten Blora
The Samin Klopodhuwur community is a group of people who still choose a naturalist lifestyle in their lives, but have relevant and strong values and norms. The teachings inherited ...
PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM TUTURAN MASYARAKAT SAMIN (<em>VIOLATION OF COOPERATION PRINCIPLES IN THE SPEECH OF SAMIN</em>)
PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM TUTURAN MASYARAKAT SAMIN (<em>VIOLATION OF COOPERATION PRINCIPLES IN THE SPEECH OF SAMIN</em>)
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik dan pelanggaran prinsip kerja sama dalam tuturan masyarakat Samin yang terkenal dengan bahasanya yang unik, yaitu bahasa yang ...
Urgensi Aturan Agama Lokal Berbasis Hak Asasi Manusia: Studi Etnografi Praktik Beragama Komunitas Samin di Jawa Tengah
Urgensi Aturan Agama Lokal Berbasis Hak Asasi Manusia: Studi Etnografi Praktik Beragama Komunitas Samin di Jawa Tengah
Abstract This article aims to position local religions in Indonesian regulations, and then analyze the urgency of human rights-based regulation of local religions. The method in t...
Eksploitasi Ladies CB Oleh Komunitas CB
Eksploitasi Ladies CB Oleh Komunitas CB
Komunitas CB merupakan salah satu komunitas motor yang memiliki kegemaran terhadap motor klasik. Kontes menjadi salah satu bentuk eksploitasi perempuan (ladies CB) dalam acara komu...

Back to Top