Javascript must be enabled to continue!
Perubahan Diameter Kumparan Terhadap Suhu yang dihasilkan Pada Pemanas Induksi
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan diameter kumparan terhadap alat pemanas induksi, termasuk pengaruhnya terhadap suhu yang dihasilkan dengan batasan waktu, serta pengaruhnya terhadap tegangan dan arus pada alat pemanas induksi, penelitian menunjukkan bahwa proses pemanasan logam padat menggunakan pemanas induksi dilakukan dengan mengubah ukuran diameter kawat tembaga dari 5 cm, 6 cm, dan 9,6 cm. Masing-masing ukuran diameter kawat tembaga menghasilkan tegangan (AC, DC), arus, daya, dan temperatur yang berbeda. Perubahan diameter kumparan mempengaruhi panas yang dihasilkan dari pemanas induksi. Secara rata-rata temperatur yang dihasilkan kawat tembaga cenderung meningkat seiring durasi pemanasan menggunakan pemanas induksi. Selain itu, semakin kecil ukuran diameter kawat tembaga maka akan semakin tinggi temperatur suhunya ketika dipanaskan menggunakan pemanas induksi. Temperatur panas terbaik yang dihasilkan dari diameter spiral 5 cm adalah sebesar 148,9°C dengan waktu pemanasan 60 detik. Temperatur panas terbaik yang dihasilkan dari diameter spiral 6 cm adalah sebesar 137,3°C dengan waktu pemanasan 60 detik. Ketiga ukuran diameter tembaga menghasilkan arus (A) yang cenderung fluktuatif (naik-turun). Secara rata-rata arus tegangan (A) yang dihasilkan tembaga spiral cenderung menurun seiring durasi pemanasan menggunakan pemanas induksi.
Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim
Title: Perubahan Diameter Kumparan Terhadap Suhu yang dihasilkan Pada Pemanas Induksi
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan diameter kumparan terhadap alat pemanas induksi, termasuk pengaruhnya terhadap suhu yang dihasilkan dengan batasan waktu, serta pengaruhnya terhadap tegangan dan arus pada alat pemanas induksi, penelitian menunjukkan bahwa proses pemanasan logam padat menggunakan pemanas induksi dilakukan dengan mengubah ukuran diameter kawat tembaga dari 5 cm, 6 cm, dan 9,6 cm.
Masing-masing ukuran diameter kawat tembaga menghasilkan tegangan (AC, DC), arus, daya, dan temperatur yang berbeda.
Perubahan diameter kumparan mempengaruhi panas yang dihasilkan dari pemanas induksi.
Secara rata-rata temperatur yang dihasilkan kawat tembaga cenderung meningkat seiring durasi pemanasan menggunakan pemanas induksi.
Selain itu, semakin kecil ukuran diameter kawat tembaga maka akan semakin tinggi temperatur suhunya ketika dipanaskan menggunakan pemanas induksi.
Temperatur panas terbaik yang dihasilkan dari diameter spiral 5 cm adalah sebesar 148,9°C dengan waktu pemanasan 60 detik.
Temperatur panas terbaik yang dihasilkan dari diameter spiral 6 cm adalah sebesar 137,3°C dengan waktu pemanasan 60 detik.
Ketiga ukuran diameter tembaga menghasilkan arus (A) yang cenderung fluktuatif (naik-turun).
Secara rata-rata arus tegangan (A) yang dihasilkan tembaga spiral cenderung menurun seiring durasi pemanasan menggunakan pemanas induksi.
Related Results
BINGKAI MEDIA TERHADAP BERITA KOMUNIKASI PEMERINTAH DI PANDEMI COVID-19
BINGKAI MEDIA TERHADAP BERITA KOMUNIKASI PEMERINTAH DI PANDEMI COVID-19
ABSTRAK
Keberhasilan penanganan Covid-19 di suatu negara salah satunya tercermin dari kemampuan pemerintah dalam berkomunikasi ke masyarakat. Di Indonesia, isu komunikasi pem...
PENGARUH PERBEDAAN TIPE BELITAN TERHADAP HARMONISA DISTRIBUSI MMF CELAH UDARA MOTOR INDUKSI
PENGARUH PERBEDAAN TIPE BELITAN TERHADAP HARMONISA DISTRIBUSI MMF CELAH UDARA MOTOR INDUKSI
Motor induksi merupakan salah satu motor listrik yang luas penggunaannya. Dalam kondisi tertentu motor induksi tak jarang mengalami kerusakan yang disebabkan oleh beban berlebih, h...
Analisa Pengaruh Tegangan Harmonik Terhadap Regulasi Tegangan Eksitasi Generator Satu Fasa
Analisa Pengaruh Tegangan Harmonik Terhadap Regulasi Tegangan Eksitasi Generator Satu Fasa
Esensinya setiap generator listrik satu fasa maupun tiga fasa telah dilengkapi dengan sistem eksitasi. Sistem eksitasi generator ada tiga, yaitu sistem eksitasi statis, dinamis, da...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
ANALISIS FINITE ELEMENT PENGARUH LEBAR CELAH UDARA TERHADAP PEFORMA MOTOR INDUKSI SATU FASA
ANALISIS FINITE ELEMENT PENGARUH LEBAR CELAH UDARA TERHADAP PEFORMA MOTOR INDUKSI SATU FASA
Motor induksi merupakan motor listrik yang luas penggunaannya khususnya pada industri. Seringkali industri yang terletak jauh di pedalaman, bila terjadi kerusakan pada motor induks...
SISTEM INFORMASI SEBAGAI KEILMUAN YANG MULTIDISIPLINER
SISTEM INFORMASI SEBAGAI KEILMUAN YANG MULTIDISIPLINER
Saat ini, dibandingkan dengan negara sekitar, di manakah posisi Indonesia? Tepat sesaat sebelum pandemi, World bank mengkategorikan Indonesia pada posisi upper middle income dan PB...
MESIN PENETAS OTOMATIS UNTUK BUDIDAYA AYAM BANGKOK
MESIN PENETAS OTOMATIS UNTUK BUDIDAYA AYAM BANGKOK
Mesin penetas telur yang ada dipasaran saat ini adalah mesin penetas yang bekerja secara konvensional, artinya pengaturan suhu dan kelembaban udara ruang penetas dilakukan oleh man...
PENDETEKSI SUHU TUBUH MENGGUNAKAN SENSOR INFRARED MLX90614 SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 DI INSTITUT TEKNOLOGI PADANG
PENDETEKSI SUHU TUBUH MENGGUNAKAN SENSOR INFRARED MLX90614 SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 DI INSTITUT TEKNOLOGI PADANG
Suhu tubuh merupakan tanda keadaan seseorang sehat atau tidak. Untuk mengetahui suhu tubuh dibutuhkan termometer tubuh. Pada umumnya alat ini membutuhkan sentuhan langsung dan wakt...


