Javascript must be enabled to continue!
Kerajinan Gerabah Desa Pejaten: Adaptabilitas Perajin Tradisi di Era Globalisasi
View through CrossRef
Artikel ini mengkritisi fenomena yang berkembang pada kerajinan gerabah di Desa Pejaten pada era global. Perkembangan kerajinan gerabah menghadapi tantangan besar bersaing dengan produk modern. Menghadapi fenomena yang demikian perajin Desa Pejaten memilih tetap bertahan (survivel) dalam usaha mengembangkan seni tradisinya dan mampu menyesuaikan diri (adaftif) dalam menghadapi perubahan pasar. Tujuan penelitian ini untukmengetahui keberhasilan perajin tradisi dalam melakukan adaptasi terhadap perubahan jaman. Keberhasilan mereka dengan pengembangan strategi berupa kekuatan modal budaya yang dimiliki perajin, melalui pola pewarisan dari generasi ke generasi dan melanjutkan membuat produk gerabah, dengan menjaga kolektivitas sesama perajain gerabah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, ditemukan bahwa penentu adaptabilitas dengan pola pikir positif, memiliki tekad yang kuat untuk berkembang serta pemahaman yang baik terhadap perubahan melalui proses belajar secara turun-temurun dan melakukan pengembangan bentuk dan desain pada benda gerabahnya, sehingga perajin menghasilkan karya berupa produk keramik tradisional yang berpariatif dengan desain yang menarik, unik memiliki ciri khas daerah dan sebagai pelestarian budaya tradisi dalam menghadapi persaingan di era global.
Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar
Title: Kerajinan Gerabah Desa Pejaten: Adaptabilitas Perajin Tradisi di Era Globalisasi
Description:
Artikel ini mengkritisi fenomena yang berkembang pada kerajinan gerabah di Desa Pejaten pada era global.
Perkembangan kerajinan gerabah menghadapi tantangan besar bersaing dengan produk modern.
Menghadapi fenomena yang demikian perajin Desa Pejaten memilih tetap bertahan (survivel) dalam usaha mengembangkan seni tradisinya dan mampu menyesuaikan diri (adaftif) dalam menghadapi perubahan pasar.
Tujuan penelitian ini untukmengetahui keberhasilan perajin tradisi dalam melakukan adaptasi terhadap perubahan jaman.
Keberhasilan mereka dengan pengembangan strategi berupa kekuatan modal budaya yang dimiliki perajin, melalui pola pewarisan dari generasi ke generasi dan melanjutkan membuat produk gerabah, dengan menjaga kolektivitas sesama perajain gerabah.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, ditemukan bahwa penentu adaptabilitas dengan pola pikir positif, memiliki tekad yang kuat untuk berkembang serta pemahaman yang baik terhadap perubahan melalui proses belajar secara turun-temurun dan melakukan pengembangan bentuk dan desain pada benda gerabahnya, sehingga perajin menghasilkan karya berupa produk keramik tradisional yang berpariatif dengan desain yang menarik, unik memiliki ciri khas daerah dan sebagai pelestarian budaya tradisi dalam menghadapi persaingan di era global.
Related Results
JARINGAN SOSIAL PERAJIN GERABAH DALAM MEMPERTAHANKAN USAHA di GAMPONG ME MATANG PANYANG ACEH UTARA
JARINGAN SOSIAL PERAJIN GERABAH DALAM MEMPERTAHANKAN USAHA di GAMPONG ME MATANG PANYANG ACEH UTARA
This study examines the Social Network of Pottery Craftsmen in Maintaining Their Business (Study in Gampong Me Matang Panyang, Tanah Pasir District, North Aceh Regency). This study...
PEMBUATAN GENTENG DI DESA PEJATEN DALAM FOTOGRAFI DOKUMENTER
PEMBUATAN GENTENG DI DESA PEJATEN DALAM FOTOGRAFI DOKUMENTER
Pencipta tertarik mengangkat tema tentang Pembuatan Genteng di Desa Pejaten Dalam Fotografi Dokumenter karena adanya genteng modern dari luar Bali yang bisa menjadi ancaman dari ke...
Motif pada Seni Keramik Mambong
Motif pada Seni Keramik Mambong
Perbandingan antara gerabah kuno yang ada di museum Kelantan dengan gerabah kontemporer saat ini perlu dilakukan untuk membedakan atau membedakan perkembangan pola ragam hias pada ...
Pemanfaatan lempung alluvial hutan mangrove sebagai material utama pembuatan gerabah penyimpan panas
Pemanfaatan lempung alluvial hutan mangrove sebagai material utama pembuatan gerabah penyimpan panas
Produk gerabah spesifik di produksi oleh pengrajin di Pulau Mare adalah “Vorno” atau “keta”. digunakan sebagai alat pengolahan pangan tradisional “sagu lempeng”. Dalam perkembangnn...
ANALISIS TEKNOLOGI DALAM INDUSTRI KECIL KERAJINAN GERABAH
ANALISIS TEKNOLOGI DALAM INDUSTRI KECIL KERAJINAN GERABAH
Gerabah (earthenware) dikenal dengan sebutan keramik tradisional sebagai hasil kerajinan masyarakat di pedesaan, juga disebut keramik rakyat karena menggunakan dengan suhu bakar re...
Kontribusi Usaha Perajin Sapu Ijuk Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat
Kontribusi Usaha Perajin Sapu Ijuk Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat
Usaha kerajinan sapu ijuk merupakan salah satu kegiatan ekonomi rumah tangga yang berpotensi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa ...
Program Ipteks Bagi Masyarakat (IbM) Peningkatan Teknik Finishing Gerabah Kelompok Perajin Siti Kencono Aji Desa Panjangrejo, Pundong, Bantul
Program Ipteks Bagi Masyarakat (IbM) Peningkatan Teknik Finishing Gerabah Kelompok Perajin Siti Kencono Aji Desa Panjangrejo, Pundong, Bantul
Kelompok perajin gerabah Siti Kencono Aji yang terletak di Desa Panjangrejo merupakanpenghasil gerabah yang memiliki produk silindris dan belum banyak melakukandiversifikasi produk...
ANALISIS PENDAPATAN PEKERJA MIGRAN PADA INDUSTRI KERAJINAN GENTENG PEJATEN KABUPATEN TABANAN
ANALISIS PENDAPATAN PEKERJA MIGRAN PADA INDUSTRI KERAJINAN GENTENG PEJATEN KABUPATEN TABANAN
Pendapatan pekerja migran dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya umur, jumlah produksi, pengalaman kerja, jumlah tanggungan keluarga, dan jumlah jam kerja. Tujuan penelitian i...

