Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

JARINGAN SOSIAL PERAJIN GERABAH DALAM MEMPERTAHANKAN USAHA di GAMPONG ME MATANG PANYANG ACEH UTARA

View through CrossRef
This study examines the Social Network of Pottery Craftsmen in Maintaining Their Business (Study in Gampong Me Matang Panyang, Tanah Pasir District, North Aceh Regency). This study focuses on the causes of pottery craftsmen to remain as pottery craftsmen, the pottery craftsman business network to distribute pottery production, and the marketing strategies carried out by pottery craftsmen to encourage people's interest in buying pottery. This study uses Putnam's theory of social capital which discusses three things, namely social/business networks, norms, and trust. The research method used in this study is a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques used in this study are observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that the causes of pottery craftsmen persist in Gampong Me Matang Panyang are (a) pottery as a livelihood for the community and permanent work for pottery craftsmen to earn income, (b) pottery is still in demand by buyers, especially toke which accommodates pottery, pottery traders and buyers in the surrounding villages. The business network of pottery craftsmen in distributing pottery production in Gampong Me Matang Panyang is (a) building a business network with pottery traders and traveling traders, and (b) cooperating with toke which accommodates pottery production in marketing pottery to other areas. The marketing strategies of pottery craftsmen in Gampong Me Matang Panyang to encourage buyers' interest are (a) building pottery businesses in other areas that are permanent and located by renting shop houses in urban market areas, and (b) trading pottery around by selling directly to buyers.Penelitian ini mengkaji Jaringan Sosial Perajin Gerabah Dalam Mempertahankan Usahanya (Studi di Gampong Me Matang Panyang Kecamatan Tanah Pasir Kabupaten Aceh Utara). Penelitian ini mengfokuskan pada penyebab perajin gerabah tetap bertahan menjadi perajin gerabah, jaringan bisnis perajin gerabah untuk mendistribusikan produksi gerabah, dan strategi pemasaran yang dilakukan oleh perajin gerabah untuk mendorong minat masyarakat membeli gerabah. Penelitian ini menggunakan teori modal sosial Putnam yang membahas tiga hal yaitu jaringan sosial/bisnis, norma, dan kepercayaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab perajin gerabah tetap bertahan di Gampong Me Matang Panyang adalah (a) gerabah sebagai mata pencaharian masyarakat dan pekerjaan tetap perajin gerabah untuk memperoleh pendapatan, (b) gerabah masih diminati pembeli terutama toke yang menampung gerabah, pedagang gerabah keliling maupun pembeli di gampong sekitarnya. Jaringan bisnis perajin gerabah dalam mendistribusikan produksi gerabah di Gampong Me Matang Panyang adalah (a) membangun jaringan bisnis dengan pedagang gerabah maupun pedagang keliling, dan (b) bekerjasama dengan toke yang menampung produksi gerabah dalam memasarkan gerabah ke daerah lainnya. Strategi pemasaran perajin gerabah di Gampong Me Matang Panyang untuk mendorong minat pembeli adalah (a) membangun usaha gerabah didaerah lain bersifat menetap dan bertempat dengan menyewa ruko di daerah pasar perkotaan, dan (b) berdagang gerabah keliling dengan menjual langsung kepada pembeli.
Title: JARINGAN SOSIAL PERAJIN GERABAH DALAM MEMPERTAHANKAN USAHA di GAMPONG ME MATANG PANYANG ACEH UTARA
Description:
This study examines the Social Network of Pottery Craftsmen in Maintaining Their Business (Study in Gampong Me Matang Panyang, Tanah Pasir District, North Aceh Regency).
This study focuses on the causes of pottery craftsmen to remain as pottery craftsmen, the pottery craftsman business network to distribute pottery production, and the marketing strategies carried out by pottery craftsmen to encourage people's interest in buying pottery.
This study uses Putnam's theory of social capital which discusses three things, namely social/business networks, norms, and trust.
The research method used in this study is a qualitative method with a descriptive approach.
Data collection techniques used in this study are observation, interviews, and documentation.
The results of this study indicate that the causes of pottery craftsmen persist in Gampong Me Matang Panyang are (a) pottery as a livelihood for the community and permanent work for pottery craftsmen to earn income, (b) pottery is still in demand by buyers, especially toke which accommodates pottery, pottery traders and buyers in the surrounding villages.
The business network of pottery craftsmen in distributing pottery production in Gampong Me Matang Panyang is (a) building a business network with pottery traders and traveling traders, and (b) cooperating with toke which accommodates pottery production in marketing pottery to other areas.
The marketing strategies of pottery craftsmen in Gampong Me Matang Panyang to encourage buyers' interest are (a) building pottery businesses in other areas that are permanent and located by renting shop houses in urban market areas, and (b) trading pottery around by selling directly to buyers.
Penelitian ini mengkaji Jaringan Sosial Perajin Gerabah Dalam Mempertahankan Usahanya (Studi di Gampong Me Matang Panyang Kecamatan Tanah Pasir Kabupaten Aceh Utara).
Penelitian ini mengfokuskan pada penyebab perajin gerabah tetap bertahan menjadi perajin gerabah, jaringan bisnis perajin gerabah untuk mendistribusikan produksi gerabah, dan strategi pemasaran yang dilakukan oleh perajin gerabah untuk mendorong minat masyarakat membeli gerabah.
Penelitian ini menggunakan teori modal sosial Putnam yang membahas tiga hal yaitu jaringan sosial/bisnis, norma, dan kepercayaan.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab perajin gerabah tetap bertahan di Gampong Me Matang Panyang adalah (a) gerabah sebagai mata pencaharian masyarakat dan pekerjaan tetap perajin gerabah untuk memperoleh pendapatan, (b) gerabah masih diminati pembeli terutama toke yang menampung gerabah, pedagang gerabah keliling maupun pembeli di gampong sekitarnya.
Jaringan bisnis perajin gerabah dalam mendistribusikan produksi gerabah di Gampong Me Matang Panyang adalah (a) membangun jaringan bisnis dengan pedagang gerabah maupun pedagang keliling, dan (b) bekerjasama dengan toke yang menampung produksi gerabah dalam memasarkan gerabah ke daerah lainnya.
Strategi pemasaran perajin gerabah di Gampong Me Matang Panyang untuk mendorong minat pembeli adalah (a) membangun usaha gerabah didaerah lain bersifat menetap dan bertempat dengan menyewa ruko di daerah pasar perkotaan, dan (b) berdagang gerabah keliling dengan menjual langsung kepada pembeli.

Related Results

GERABAH SITI KENCONO AJI DI DESA PANJANGREJO PUNDONG BANTUL
GERABAH SITI KENCONO AJI DI DESA PANJANGREJO PUNDONG BANTUL
Kelompok pengrajin gerabah Siti Kencono Aji adalah salah satu kelompok pengrajingerabah yang ada Desa Panjangrejo. Kelompok pengrajin ini didirikan sebagai wahana kegiatanbersama u...
PERAN KEUCHIK DALAM PENYELENGGARAAN PEMBANGUNAN DI GAMPONG LAWET KECAMATAN PANTE CEUREUMEN KABUPATEN ACEH BARAT
PERAN KEUCHIK DALAM PENYELENGGARAAN PEMBANGUNAN DI GAMPONG LAWET KECAMATAN PANTE CEUREUMEN KABUPATEN ACEH BARAT
The role of keuchik gampong ( village head ) in the implementation of development in gampong lawet pante ceureumen sub-district district of aceh the west has been implemented well ...
URGENSI PENGATURAN HUKUM PENYIARAN ACEH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENGAKTUALISASI NILAI ISLAM DAN BUDAYA MASYARAKAT ACEH
URGENSI PENGATURAN HUKUM PENYIARAN ACEH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENGAKTUALISASI NILAI ISLAM DAN BUDAYA MASYARAKAT ACEH
Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1). Pengaturan Hukum Penyiaran Aceh dalam mengaktualisasi nilai keislaman dan Kearifan budaya local masyarakat Aceh (2) Program Penyiaran Ac...
Analisis Permasalahan Pelaporan Keuangan Dana Gampong Pada Gampong Meunasah Mesjid Kota Lhokseumawe
Analisis Permasalahan Pelaporan Keuangan Dana Gampong Pada Gampong Meunasah Mesjid Kota Lhokseumawe
Praktik pembukuan bendahara gampong menjadi sarana penting untuk mengungkapkan informasi secara akurat dan transparan. Perubahan tata kelola keuangan gampong yang menempatkan peran...
PERBANDINGAN MUTU PAUD YANG DIKELOLA DENGAN DIDANAI DANA GAMPONG DAN YANG TIDAK DIDANAI OLEH DANA GAMPONG DI KOTA BANDA ACEH
PERBANDINGAN MUTU PAUD YANG DIKELOLA DENGAN DIDANAI DANA GAMPONG DAN YANG TIDAK DIDANAI OLEH DANA GAMPONG DI KOTA BANDA ACEH
The purpose of this study is to provide an overview of the quality of PAUD which is managed by village funds and those that are not funded by village funds in Banda Aceh. This rese...
Keterlibatan Masyarakat Terhadap Program Jemput Bola Di Gampong Lampulo
Keterlibatan Masyarakat Terhadap Program Jemput Bola Di Gampong Lampulo
Program Jemput Bola di Gampong Lampulo merupakan salah satu pelaksanaan program yang membantu masyarakat gampong dalam kemudahan pengurusan administrasi. Program ini dijalankan dip...
Revitalisasi Tempat Wisata Kerajinan Gerabah Dengan Pembuatan Film Dokumenter Sejarah Gerabah
Revitalisasi Tempat Wisata Kerajinan Gerabah Dengan Pembuatan Film Dokumenter Sejarah Gerabah
Kerajinan gerabah telah menjadi simbol masyarakat di Desa Ciledug Lor Kecamatan Ciledug Kabupaten Cirebon. Gerabah merupakan kerajinan yang terbuat dari tanah liat kemudian dibakar...
Pemanfaatan lempung alluvial hutan mangrove sebagai material utama pembuatan gerabah penyimpan panas
Pemanfaatan lempung alluvial hutan mangrove sebagai material utama pembuatan gerabah penyimpan panas
Produk gerabah spesifik di produksi oleh pengrajin di Pulau Mare adalah “Vorno” atau “keta”. digunakan sebagai alat pengolahan pangan tradisional “sagu lempeng”. Dalam perkembangnn...

Back to Top