Javascript must be enabled to continue!
TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK: INDIKASINYA, EFEK FISOLOGIS, BIOKIMIA DAN FARMAKOLOGISNYA
View through CrossRef
Terapi oksigen hiperbarik merupakan metode terapeutik di mana pasien menghirup oksigen murni (100%) dalam ruang bertekanan tinggi (≥1 ATA) guna meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam plasma. Terapi ini secara signifikan mempercepat pelepasan karbon monoksida dari hemoglobin dan digunakan secara klinis untuk menangani keracunan CO, penyakit dekompresi, luka iskemik, infeksi berat, serta luka kronis seperti ulkus diabetik. Efek fisiologis utama terapi oksigen hiperbarik meliputi peningkatan oksigenasi jaringan, pengurangan edema, dan stimulasi proses penyembuhan. Di tingkat biokimiawi, terapi oksigen hiperbarik memodulasi stres oksidatif dan respons inflamasi melalui peningkatan enzim antioksidan (SOD1, GPX2) dan sitokin pro-regeneratif (IL-1β, VEGF), sekaligus menekan TNF-α. Efektivitasnya juga terbukti dalam perbaikan klinis pasien COVID-19 dengan pneumonia hipoksemik melalui peningkatan saturasi oksigen dan penurunan penanda inflamasi serta koagulasi. Dengan spektrum indikasi luas dan dampak molekuler yang mendalam, Terapi oksigen hiperbarik merupakan terapi tambahan yang menjanjikan dalam berbagai kondisi klinis, meskipun beberapa kontraindikasi absolut dan relatif tetap perlu diperhatikan.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung
Title: TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK: INDIKASINYA, EFEK FISOLOGIS, BIOKIMIA DAN FARMAKOLOGISNYA
Description:
Terapi oksigen hiperbarik merupakan metode terapeutik di mana pasien menghirup oksigen murni (100%) dalam ruang bertekanan tinggi (≥1 ATA) guna meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam plasma.
Terapi ini secara signifikan mempercepat pelepasan karbon monoksida dari hemoglobin dan digunakan secara klinis untuk menangani keracunan CO, penyakit dekompresi, luka iskemik, infeksi berat, serta luka kronis seperti ulkus diabetik.
Efek fisiologis utama terapi oksigen hiperbarik meliputi peningkatan oksigenasi jaringan, pengurangan edema, dan stimulasi proses penyembuhan.
Di tingkat biokimiawi, terapi oksigen hiperbarik memodulasi stres oksidatif dan respons inflamasi melalui peningkatan enzim antioksidan (SOD1, GPX2) dan sitokin pro-regeneratif (IL-1β, VEGF), sekaligus menekan TNF-α.
Efektivitasnya juga terbukti dalam perbaikan klinis pasien COVID-19 dengan pneumonia hipoksemik melalui peningkatan saturasi oksigen dan penurunan penanda inflamasi serta koagulasi.
Dengan spektrum indikasi luas dan dampak molekuler yang mendalam, Terapi oksigen hiperbarik merupakan terapi tambahan yang menjanjikan dalam berbagai kondisi klinis, meskipun beberapa kontraindikasi absolut dan relatif tetap perlu diperhatikan.
Related Results
Efek Pemberian Oksigen Hiperbarik Pada Efektivitas Ekstrak Cacing Tanah (Lumbricus terrestris) Terhadap Pertumbuhan Salmonella Typhi Secara In Vitro
Efek Pemberian Oksigen Hiperbarik Pada Efektivitas Ekstrak Cacing Tanah (Lumbricus terrestris) Terhadap Pertumbuhan Salmonella Typhi Secara In Vitro
Latar Belakang : Demam tifoid merupakan penyakit infeksi usus halus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi, dan menyebabkan angka kematian yang cukup tinggi. Bakteri ini te...
Rancang Bangun Sistem Terapi Infrared Otomatis Untuk Terapi Far-Infrared Pada Spinal Cord
Rancang Bangun Sistem Terapi Infrared Otomatis Untuk Terapi Far-Infrared Pada Spinal Cord
Terapi infrared adalah terapi yang banyak dilakukan dengan memanfaatkan efek panas yang ditimbulkan pada tubuh manusia terutama pada permukaan kulit yang terpapar secara langsung. ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Identifikasi Pemenuhan Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau berdasarkan Kebutuhan Oksigen
Identifikasi Pemenuhan Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau berdasarkan Kebutuhan Oksigen
Abstract. Oxygen is needed by humans to live. The fulfillment of oxygen needs can be met by developing green open spaces, which actually have a function as the lungs of the city th...
Rancang Bangun Sistem Pemantauan Regulator Oksigen Berbasis Internet of Things
Rancang Bangun Sistem Pemantauan Regulator Oksigen Berbasis Internet of Things
Ketersediaan oksigen medis yang stabil merupakan faktor krusial dalam pelayanan kesehatan, khususnya di rumah sakit. Salah satu permasalahan yang sering terjadi adalah keterlambata...
Faktor Prediktor Kegagalan Virologis pada Pasien HIV yang Mendapat Terapi ARV Lini Pertama dengan Kepatuhan Berobat Baik
Faktor Prediktor Kegagalan Virologis pada Pasien HIV yang Mendapat Terapi ARV Lini Pertama dengan Kepatuhan Berobat Baik
Pendahuluan. Pada negara dengan keterbatasan sumber daya, pengukuran viral load (VL) sebagai prediktor efektivitas terapi antiretroviral (ARV) tidak selalu mudah untuk diakses oleh...
Perbaikan Klinis Sindroma Pasca Komosio dengan Terapi Oksigen Hiperbarik
Perbaikan Klinis Sindroma Pasca Komosio dengan Terapi Oksigen Hiperbarik
Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk membuktikan bahwa terapi oksigen hiperbarik (TOHB) mempercepat proses penyembuhan kumpulan gejala pasien cedera kepala ringan (CKR). Metode: Pen...
LITERATURE REVIEW: EFEK MENULIS EKSPRESIF TERHADAP PASIEN KANKER
LITERATURE REVIEW: EFEK MENULIS EKSPRESIF TERHADAP PASIEN KANKER
Abstrak —Menulis ekspresif dapat dilakukan oleh pasien kanker dan memberikan manfaat dalam beberapa aspek penting. Terapi menulis ekspresif sebagai salah satu bentuk katarsis melal...

