Javascript must be enabled to continue!
Efek Pemberian Oksigen Hiperbarik Pada Efektivitas Ekstrak Cacing Tanah (Lumbricus terrestris) Terhadap Pertumbuhan Salmonella Typhi Secara In Vitro
View through CrossRef
Latar Belakang : Demam tifoid merupakan penyakit infeksi usus halus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi, dan menyebabkan angka kematian yang cukup tinggi. Bakteri ini telah mengembangkan resistensi terhadap banyak antibiotik. Ekstrak cacing tanah (ECT) telah banyak dipakai sebagai alternatif untuk menyembuhkan demam tifoid. Terapi oksigen hiperbarik (OHB) telah digunakan dalam mengatasi berbagai penyakit dan dapat menekan angka pertumbuhan bakteri.
Tujuan : Mengetahui efek pemberian oksigen hiperbarik (OHB) 3 ATA pada efektivitas ekstrak cacing tanah (Lumbricus terrestris) terhadap pertumbuhan Salmonella typhi secara in vitro.
Metode : Penelitian eksperimental ini menggunakan metode post-test only control group design. Tiga puluh enam sampel bakteri S.typhi dalam medium cair (broth) dibagi menjadi empat kelompok. Kelompok pertama (K-) tidak diberikan perlakuan, kelompok kedua (P1) diberikan ekstrak cacing tanah, kelompok ketiga (P2) diberikan oksigen hiperbarik 3 ATA, dan kelompok keempat (P3) diberikan kombinasi ekstrak cacing tanah dan oksigen hiperbarik 3 ATA. Hasil pertumbuhan bakteri pada masing-masing kelompok dihitung dalam colony forming unit (CFU) / ml dan dianalisa secara statistik.
Hasil : Pertumbuhan bakteri S.typhi pada kelompok pertama (K-) sebesar 108,51 x 106 CFU/ml, kelompok kedua (P1) sebesar 483 CFU/ml, kelompok ketiga sebesar 1,4 x 106 CFU/ml, dan kelompok keempat (P3) sebesar 215 CFU/ml. Kelompok keempat (P3) memiliki jumlah pertumbuhan bekteri terkecil dan memiliki perbedaan signifikan dibandingkan kelompok pertama (P1) dan ketiga (P3) (p = 0,001; p < α; α = 0,05), tetapi perbedaan tidak signifikan dibandingkan kelompok kedua (P1) (p = 0,308; p > α; α = 0,05).
Kesimpulan : Pemberian ekstrak cacing tanah (ECT) disertai oksigen hiperbarik (OHB) 3 ATA (kombinasi) paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi dibandingkan dengan pemberian ekstrak cacing tanah (ECT) saja atau pemberian oksigen hiperbarik (OHB) 3 ATA saja.
Universitas Hang Tuah
Title: Efek Pemberian Oksigen Hiperbarik Pada Efektivitas Ekstrak Cacing Tanah (Lumbricus terrestris) Terhadap Pertumbuhan Salmonella Typhi Secara In Vitro
Description:
Latar Belakang : Demam tifoid merupakan penyakit infeksi usus halus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi, dan menyebabkan angka kematian yang cukup tinggi.
Bakteri ini telah mengembangkan resistensi terhadap banyak antibiotik.
Ekstrak cacing tanah (ECT) telah banyak dipakai sebagai alternatif untuk menyembuhkan demam tifoid.
Terapi oksigen hiperbarik (OHB) telah digunakan dalam mengatasi berbagai penyakit dan dapat menekan angka pertumbuhan bakteri.
Tujuan : Mengetahui efek pemberian oksigen hiperbarik (OHB) 3 ATA pada efektivitas ekstrak cacing tanah (Lumbricus terrestris) terhadap pertumbuhan Salmonella typhi secara in vitro.
Metode : Penelitian eksperimental ini menggunakan metode post-test only control group design.
Tiga puluh enam sampel bakteri S.
typhi dalam medium cair (broth) dibagi menjadi empat kelompok.
Kelompok pertama (K-) tidak diberikan perlakuan, kelompok kedua (P1) diberikan ekstrak cacing tanah, kelompok ketiga (P2) diberikan oksigen hiperbarik 3 ATA, dan kelompok keempat (P3) diberikan kombinasi ekstrak cacing tanah dan oksigen hiperbarik 3 ATA.
Hasil pertumbuhan bakteri pada masing-masing kelompok dihitung dalam colony forming unit (CFU) / ml dan dianalisa secara statistik.
Hasil : Pertumbuhan bakteri S.
typhi pada kelompok pertama (K-) sebesar 108,51 x 106 CFU/ml, kelompok kedua (P1) sebesar 483 CFU/ml, kelompok ketiga sebesar 1,4 x 106 CFU/ml, dan kelompok keempat (P3) sebesar 215 CFU/ml.
Kelompok keempat (P3) memiliki jumlah pertumbuhan bekteri terkecil dan memiliki perbedaan signifikan dibandingkan kelompok pertama (P1) dan ketiga (P3) (p = 0,001; p < α; α = 0,05), tetapi perbedaan tidak signifikan dibandingkan kelompok kedua (P1) (p = 0,308; p > α; α = 0,05).
Kesimpulan : Pemberian ekstrak cacing tanah (ECT) disertai oksigen hiperbarik (OHB) 3 ATA (kombinasi) paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi dibandingkan dengan pemberian ekstrak cacing tanah (ECT) saja atau pemberian oksigen hiperbarik (OHB) 3 ATA saja.
Related Results
Uji Sensitivitas Kapsul Cacing (Lumbricus rubellus) terhadap Bakteri Salmonella typhi Secara In Vitro
Uji Sensitivitas Kapsul Cacing (Lumbricus rubellus) terhadap Bakteri Salmonella typhi Secara In Vitro
Prevelensi demam tifoid di Indonesia semakin meningkat. Selain itu, terjadi peningkatan resistensi terhadap antibiotik sebagai pengobatan demam tifoid, sehingga diperlukan terapi a...
Uji Efektivitas Ekstrak Cacing Tanah (Lumbricus Rubellus) terhadap Bakteri Salmonella Typhi Penyebab Demam Tifoid
Uji Efektivitas Ekstrak Cacing Tanah (Lumbricus Rubellus) terhadap Bakteri Salmonella Typhi Penyebab Demam Tifoid
Salmonella typhi (S.typhi) merupakan kuman patogen penyebab demam tifoid. Menurut data WHO (World Health Organisation) memperkirakan angka insidensi di seluruh dunia sekitar 17 jut...
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. ...
SIFAT ANTIOKSIDATIF EKSTRAK TEH (Camellia sinensis Linn.) JENIS TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH DENGAN PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying)
SIFAT ANTIOKSIDATIF EKSTRAK TEH (Camellia sinensis Linn.) JENIS TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH DENGAN PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat antioksidatif ekstrak teh (Camellia sinensis Linn.) jenis teh hijau, teh hitam, teh oolong dan teh putih dengan pengeringan beku (Fr...
Uji Aktivitas Antelmintik Ekstrak Etanol Kulit Buah Petai Cina (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) terhadap Ascaris suum Goeze secara In Vitro
Uji Aktivitas Antelmintik Ekstrak Etanol Kulit Buah Petai Cina (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) terhadap Ascaris suum Goeze secara In Vitro
Abstract. Helminthiasis is an infection caused by parasitic intestinal worms from the intestinal nematoda group that can be transmitted through soil. This infection is also known a...
Efektivitas Kandungan Ekstrak Kulit Batang Sawo Manila dalam Menekan Pertumbuhan Bakteri Salmonella Typhi
Efektivitas Kandungan Ekstrak Kulit Batang Sawo Manila dalam Menekan Pertumbuhan Bakteri Salmonella Typhi
Demam tifoid adalah infeksi sistemik akibat Salmonella enterica serotype typhi (S. typhi). Di dunia sebanyak 80% kasus tifoid berasal dari daerah kumuh negara Indonesia termasuk. P...
Seroprevalence of Salmonella infections among HIV-Infected Patients in South-South, Nigeria
Seroprevalence of Salmonella infections among HIV-Infected Patients in South-South, Nigeria
Clinical syndromes caused by Salmonella infection in humans are divided into typhoid fever, caused by Salmonella typhi and Salmonella paratyphi and a range of clinical syndromes, i...
TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK: INDIKASINYA, EFEK FISOLOGIS, BIOKIMIA DAN FARMAKOLOGISNYA
TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK: INDIKASINYA, EFEK FISOLOGIS, BIOKIMIA DAN FARMAKOLOGISNYA
Terapi oksigen hiperbarik merupakan metode terapeutik di mana pasien menghirup oksigen murni (100%) dalam ruang bertekanan tinggi (≥1 ATA) guna meningkatkan kadar oksigen terlarut ...

