Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pola Perilaku Harian Bangau Tongtong (Leptoptilos javanicus) di Kawasan Konservasi Ex-Situ RTH Taman Hutan Kota Langsa

View through CrossRef
Populasi bangau tongtong terus menurun akibat perusakan habitat, perburuan liar, dan gangguan manusia. Oleh karena itu, upaya konservasi Bangau Tongtong menjadi penting, baik melalui pendekatan in-situ (di habitat asli) maupun ex-situ (di luar habitat asli). Kawasan konservasi ex-situ seperti RTH Taman Hutan Kota Langsa menjadi salah satu model untuk menjaga keberlangsungan hidup spesies ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi waktu yang dihabiskan bangau tongtong untuk berbagai aktivitas di kawasan konservasi ex-situ. Menggunakan metode scan animal sampling dengan mengamati empat individu selama 900 menit. Hasil menunjukkan bahwa aktivitas istirahat mendominasi, khususnya diam berdiri yang menghabiskan waktu selama 1871,72 menit dari total waktu observasi selama 3600 menit, diikuti oleh aktivitas ingesti selama 656,09 menit dan perawatan tubuh ( preening ) dengan durasi 618,69 menit. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa diam berdiri mendominasi pada semua waktu pengamatan yakni 26,27% di pagi hari, 38,64% di siang hari, dan 49,02% di sore hari. Aktivitas makan lebih signifikan di pagi hari (21,24%), sementara bersolek lebih banyak dilakukan di sore hari (20,74%). Lokomosi berjalan lebih sering diamati di pagi hari (16,62%), sedangkan penerbangan jarang dilakukan. Perilaku sosial dan ekskresi memiliki frekuensi paling rendah sepanjang hari. Pola perilaku ini menunjukkan adaptasi terhadap lingkungan pada kawasan konservasi ex-situ.
Title: Pola Perilaku Harian Bangau Tongtong (Leptoptilos javanicus) di Kawasan Konservasi Ex-Situ RTH Taman Hutan Kota Langsa
Description:
Populasi bangau tongtong terus menurun akibat perusakan habitat, perburuan liar, dan gangguan manusia.
Oleh karena itu, upaya konservasi Bangau Tongtong menjadi penting, baik melalui pendekatan in-situ (di habitat asli) maupun ex-situ (di luar habitat asli).
Kawasan konservasi ex-situ seperti RTH Taman Hutan Kota Langsa menjadi salah satu model untuk menjaga keberlangsungan hidup spesies ini.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi waktu yang dihabiskan bangau tongtong untuk berbagai aktivitas di kawasan konservasi ex-situ.
Menggunakan metode scan animal sampling dengan mengamati empat individu selama 900 menit.
Hasil menunjukkan bahwa aktivitas istirahat mendominasi, khususnya diam berdiri yang menghabiskan waktu selama 1871,72 menit dari total waktu observasi selama 3600 menit, diikuti oleh aktivitas ingesti selama 656,09 menit dan perawatan tubuh ( preening ) dengan durasi 618,69 menit.
Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa diam berdiri mendominasi pada semua waktu pengamatan yakni 26,27% di pagi hari, 38,64% di siang hari, dan 49,02% di sore hari.
Aktivitas makan lebih signifikan di pagi hari (21,24%), sementara bersolek lebih banyak dilakukan di sore hari (20,74%).
Lokomosi berjalan lebih sering diamati di pagi hari (16,62%), sedangkan penerbangan jarang dilakukan.
Perilaku sosial dan ekskresi memiliki frekuensi paling rendah sepanjang hari.
Pola perilaku ini menunjukkan adaptasi terhadap lingkungan pada kawasan konservasi ex-situ.

Related Results

PERSEPSI  MASYARAKAT TERHADAP RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DI KOTA PALEMBANG
PERSEPSI  MASYARAKAT TERHADAP RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DI KOTA PALEMBANG
Ruang Terbuka Hijau (RTH) dapat didefinisikan sebagai ruang terbuka, dimana merupakan tempat tumbuh tanaman, baik tanaman yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. Ru...
ISUE STRATEGIS KAWASAN HUTAN PADA PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH
ISUE STRATEGIS KAWASAN HUTAN PADA PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH
Tata ruang adalah wujud dari struktur ruang dan pola ruang; Pola ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah. Penetapan Kawasan Hutan adalah suatu penegasan tentan...
ANALISIS KECUKUPAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) KOTA LANGSA MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
ANALISIS KECUKUPAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) KOTA LANGSA MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi kondisi yang ada di lapangan (eksisting) ruang terbuka hijau di Kota Langsa, melihat perubahan ruang terbuka hijau di Kota Langsa ...
Penerapan Konsep Green City pada Taman Kota (Studi Kasus: Taman Kota Blang Padang, Kota Banda Aceh)
Penerapan Konsep Green City pada Taman Kota (Studi Kasus: Taman Kota Blang Padang, Kota Banda Aceh)
<p><span lang="IN">Konsep </span><em><span lang="IN">green city</span></em><span lang="IN"> menerapkan konsep ramah lingkungan yang ...
Analisis Kekritisan Lahan Pada Fungsi Kawasan Konservasi DAS Citarum Dengan Software Arcgis
Analisis Kekritisan Lahan Pada Fungsi Kawasan Konservasi DAS Citarum Dengan Software Arcgis
Penelitian dilakukan pada Kawasan Konservasi di wilayah DAS Citarum salah satu DAS prioritas di Indonesia dan merupakan sungai terbesar dan terpanjang di Jawa Barat. Limabelas Kawa...
Analisis Perilaku Harian Bangau Tongtong (Leptoptilos javanicus) di Taman Margasatwa Ragunan
Analisis Perilaku Harian Bangau Tongtong (Leptoptilos javanicus) di Taman Margasatwa Ragunan
Lesser Adjutant are included in the 2016 IUCN red list vulnerable status,because the number of Lesser Adjutant populations continues to decreasedue to disturbances to the Lesser Ad...
ELEMEN PENDUKUNG TAMAN KOTA DI TAMAN KRUCUK DAN TAMAN BUNDERAN MUNJUL
ELEMEN PENDUKUNG TAMAN KOTA DI TAMAN KRUCUK DAN TAMAN BUNDERAN MUNJUL
Sejak dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2012 lalu, Taman Krucuk yang berada di jalan Lohbener, Kesenden, Kejaksan, kota Cirebon, Jawa Barat belum kunjung sele...

Back to Top