Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KONSEP METAFISIKA DALAM FALSAFAH JAWA HAMEMAYU HAYUNING BAWANA

View through CrossRef
AbstrakPenelitian ini secara garis besar bertujuan untuk memahami konsep falsafah jawa Hamemayu Hayuning Bawana yang selama ini menjadi pandangan hidup masyarakat jawa berdasarkan pandangan metafisika. Dalam hal ini manusia hidup berdampingan dengan alam dan tidak dapat dipisahkan dari unsur yang lain. Manusia dapat bereksistensi karena ada perantara pengada dalam suatu realitas. Konsep falsafah jawa hamemayu hayuning bawana merupakan konsep yang ditekankan keseimbangan kehidupan antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam dan manusia hubungannya dengan Tuhan kaitannya dengan menjalankan kehidupan di dunia. Masyarakat Jawa dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari masih memegang kuat prinsip hidup yang berhubungan dengan sesuatu yang ada dibalik realitas, sehingga dalam tatanan kehidupannya selalu menghargai dan menjaga keseimbangan antara kehidupan alam dan manusia.   Kata kunci: Memayu Hayuning Bawana, Metafisika, Realitas Pengada AbstractThis research broadly aims to understand the concept of Javanese philosophy Hamemayu Hayuning Bawana which has been a view of life of Javanese people based on metaphysical views. In this case man coexists with nature and is inseparable from other elements. Human beings can exist because there is an intermediary in a reality. The concept of Javanese philosophy Hamemayu hayuning bawana is a concept that emphasizes the balance of life between man and man, man with nature and man in relation to God in relation to living life in the world. Javanese people in carrying out their daily lives still hold strong principles of life related to something that is behind reality, so that in the order of life always appreciate and maintain the balance between natural life and human beings. Keywords: Memayu Hayuning Bawana, Metaphysics, The Reality of Pengada
Universitas Pendidikan Ganesha
Title: KONSEP METAFISIKA DALAM FALSAFAH JAWA HAMEMAYU HAYUNING BAWANA
Description:
AbstrakPenelitian ini secara garis besar bertujuan untuk memahami konsep falsafah jawa Hamemayu Hayuning Bawana yang selama ini menjadi pandangan hidup masyarakat jawa berdasarkan pandangan metafisika.
Dalam hal ini manusia hidup berdampingan dengan alam dan tidak dapat dipisahkan dari unsur yang lain.
Manusia dapat bereksistensi karena ada perantara pengada dalam suatu realitas.
Konsep falsafah jawa hamemayu hayuning bawana merupakan konsep yang ditekankan keseimbangan kehidupan antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam dan manusia hubungannya dengan Tuhan kaitannya dengan menjalankan kehidupan di dunia.
Masyarakat Jawa dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari masih memegang kuat prinsip hidup yang berhubungan dengan sesuatu yang ada dibalik realitas, sehingga dalam tatanan kehidupannya selalu menghargai dan menjaga keseimbangan antara kehidupan alam dan manusia.
  Kata kunci: Memayu Hayuning Bawana, Metafisika, Realitas Pengada AbstractThis research broadly aims to understand the concept of Javanese philosophy Hamemayu Hayuning Bawana which has been a view of life of Javanese people based on metaphysical views.
In this case man coexists with nature and is inseparable from other elements.
Human beings can exist because there is an intermediary in a reality.
The concept of Javanese philosophy Hamemayu hayuning bawana is a concept that emphasizes the balance of life between man and man, man with nature and man in relation to God in relation to living life in the world.
Javanese people in carrying out their daily lives still hold strong principles of life related to something that is behind reality, so that in the order of life always appreciate and maintain the balance between natural life and human beings.
 Keywords: Memayu Hayuning Bawana, Metaphysics, The Reality of Pengada.

Related Results

Kiat dan keberhasilan masyarakat Jawa: “Memayu hayuning bawana” dalam bidang budaya seni wayang
Kiat dan keberhasilan masyarakat Jawa: “Memayu hayuning bawana” dalam bidang budaya seni wayang
Masyarakat Jawa sejak dulu sampai sekarang, merasa diri bagian dari sistem dunia, hingga merasa wajib memayu hayuning bawana dalam bidang apapun termasuk budaya seni wayang, agar d...
PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE BERBASIS FILOSOFI HAMEMAYU HAYUNING BAWANA SEBAGAI SOLUSI PENGUATAN TATA KELOLA PERUSAHAAN
PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE BERBASIS FILOSOFI HAMEMAYU HAYUNING BAWANA SEBAGAI SOLUSI PENGUATAN TATA KELOLA PERUSAHAAN
This study examines the integration of Good Corporate Governance (GCG) principles with the local philosophy of Hamemayu Hayuning Bawana as an alternative approach to strengthening ...
ASPEK BUDI LUHUR DAN MEMAYU HAYUNING BAWANA DALAM SASTRA MISTIK PENGHAYAT KEPERCAYAAN KAITANNYA DENGAN PENDIDIKAN KARAKTER
ASPEK BUDI LUHUR DAN MEMAYU HAYUNING BAWANA DALAM SASTRA MISTIK PENGHAYAT KEPERCAYAAN KAITANNYA DENGAN PENDIDIKAN KARAKTER
Abstrak: Penulisan ini bertujuan (1) mendeskripsikan nilai budi luhur dan memayu hayuning bawana dalam teks sastra mistik penghayat kepercayaan (SMPK) kaitannya dengan pendidikan k...
Mysticism of Selling Price Hamemayu Hayuning Urip Bebrayan (Kejawen Ethno-Economic Approach)
Mysticism of Selling Price Hamemayu Hayuning Urip Bebrayan (Kejawen Ethno-Economic Approach)
The qualitative research of this kejawen ethno-economic aims to reveal actions kejawen culture of hamemayu hayuning urip bebrayan. Culture staple seller of panunggalan community in...
Memahami Otentisitas Konsep Tuhan;
Memahami Otentisitas Konsep Tuhan;
Dalam tinjauan historis, filsafat ketuhanan berawal dari metafisika. Dalam metafisika setidaknya ada beberapa cabang pembahasam, di antaranya ontologi wujud, kosmologi, dan argumen...
Makna Falsafah Budaya Tallu Lolona
Makna Falsafah Budaya Tallu Lolona
Kebudayaan merupakan hakikat hidup manusia. Karena itu manusia sering disebut makhluk berbudaya karena berbudaya adalah tugas dari Allah. Manusia sebagai makhluk yang memiliki akal...
Reactualization of Ki Hajar Dewantara's Educational Philosophy in the Digital Era
Reactualization of Ki Hajar Dewantara's Educational Philosophy in the Digital Era
Ki Hajar Dewantara's Trilogy concepts in the education system underscore the crucial role of education in human life, particularly in Indonesia, where the concept of social equalit...
Tipologi Pemikiran Islam Dalam Falsafah Jawa
Tipologi Pemikiran Islam Dalam Falsafah Jawa
Pemikiran Islam dalam falsafah Jawa berakar dari tiga faktor yang saling terkait: (1) proses Islamisasi di Nusantara melalui pendekatan kultural, (2) ekspresi filosofis dalam falsa...

Back to Top