Javascript must be enabled to continue!
Implementasi Pelayanan Telefarmasi di Apotek Jejaring X di Bali Sesuai dengan Standar Pelayanan Kefarmasian
View through CrossRef
Telefarmasi didefinisikan sebagai bentuk pelayanan kefarmasian yang dilakukan oleh tenaga kesehatan kepada pasien melalui jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Pelayanan telefarmasi dapat diimplementasikan pada seluruh pusat pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit atau apotek. Pelayanan telefarmasi di apotek menghadirkan tantangan dan peluang baru bagi apoteker untuk memperluas cakupan praktik pelayanan kefarmasian yang diberikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif observasional dengan melakukan wawancara terhadap manajer, apoteker pengelola dan TTK yang bekerja di apotek Jejaring X terkait pelayanan telefarmasi yang dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran terkait implementasi sistem pelayanan telefarmasi di Apotek Jejaring X Provinsi Bali sesuai dengan KepMenkes RI Nomor HK.01.07/MENKES/4829/2021, PMK No.14 tahun 2021, dan Peraturan BPOM No.8 tahun 2020. Objek penelitian ini dikhususkan pada Apotek Jejaring X yang berlokasi di Provinsi Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan telefarmasi yang dilakukan pada Apotek Jejaring X telah dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Layanan tersebut melibatkan berbagai aspek, seperti evaluasi resep, penyaluran obat, pemberian KIE dan PIO, kegiatan konseling, monitoring terapi dan efek samping obat, hingga pelayanan farmasi di rumah. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa layanan telefarmasi di Apotek Jejaring X Provinsi Bali telah memenuhi regulasi yang berlaku dan dijalankan dengan baik oleh apoteker.
Title: Implementasi Pelayanan Telefarmasi di Apotek Jejaring X di Bali Sesuai dengan Standar Pelayanan Kefarmasian
Description:
Telefarmasi didefinisikan sebagai bentuk pelayanan kefarmasian yang dilakukan oleh tenaga kesehatan kepada pasien melalui jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.
Pelayanan telefarmasi dapat diimplementasikan pada seluruh pusat pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit atau apotek.
Pelayanan telefarmasi di apotek menghadirkan tantangan dan peluang baru bagi apoteker untuk memperluas cakupan praktik pelayanan kefarmasian yang diberikan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif observasional dengan melakukan wawancara terhadap manajer, apoteker pengelola dan TTK yang bekerja di apotek Jejaring X terkait pelayanan telefarmasi yang dilakukan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran terkait implementasi sistem pelayanan telefarmasi di Apotek Jejaring X Provinsi Bali sesuai dengan KepMenkes RI Nomor HK.
01.
07/MENKES/4829/2021, PMK No.
14 tahun 2021, dan Peraturan BPOM No.
8 tahun 2020.
Objek penelitian ini dikhususkan pada Apotek Jejaring X yang berlokasi di Provinsi Bali.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan telefarmasi yang dilakukan pada Apotek Jejaring X telah dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Layanan tersebut melibatkan berbagai aspek, seperti evaluasi resep, penyaluran obat, pemberian KIE dan PIO, kegiatan konseling, monitoring terapi dan efek samping obat, hingga pelayanan farmasi di rumah.
Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa layanan telefarmasi di Apotek Jejaring X Provinsi Bali telah memenuhi regulasi yang berlaku dan dijalankan dengan baik oleh apoteker.
Related Results
KEPASTIAN HUKUM APOTEK RAKYAT DAN PEKERJAAN KEFARMASIAN
KEPASTIAN HUKUM APOTEK RAKYAT DAN PEKERJAAN KEFARMASIAN
Apotek merupakan tempat dilakukannya pekerjaan kefarmasian, penyaluran sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat. Pekerjaan kefarmasiaan meliputi pembuatan...
Efektivitas Penggunaan Layanan Telefarmasi di Era Pandemi COVID-19 dari Perspektif Masyarakat
Efektivitas Penggunaan Layanan Telefarmasi di Era Pandemi COVID-19 dari Perspektif Masyarakat
Pandemi COVID-19 di Indonesia pertama kali diumumkan pada Maret 2020. Kasus COVID-19 yang terus meningkat mendorong pemerintah untuk menetapkan berbagai macam kebijakan untuk menek...
PELAKSANAAN STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN APOTEK DI WILAYAH KOTA BANJARMASIN
PELAKSANAAN STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN APOTEK DI WILAYAH KOTA BANJARMASIN
Pelayanan kefarmasian telah bergeser dari periode tradisional dan transisional ke periode pharmaceutical care. Apoteker dituntut untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan p...
HUBUNGAN KEPELAYANAN KEFARMASIAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI APOTEK KIMIA FARMA 21 YOGYAKARTA PERIODE JANUARI-MARET 2018
HUBUNGAN KEPELAYANAN KEFARMASIAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI APOTEK KIMIA FARMA 21 YOGYAKARTA PERIODE JANUARI-MARET 2018
Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan kesehatan yang mempunyai peran penting dalam mewujudkan kesehatan bermutu, dimana apoteker sebagai bagian dari tenaga kesehatan mempun...
Analisis Penyimpanan Obat Berdasarkan Standar Pelayanan Kefarmasian Apotek
Analisis Penyimpanan Obat Berdasarkan Standar Pelayanan Kefarmasian Apotek
Penyimpanan obat merupakan salah satu aspek krusial dalam pelayanan kefarmasian karena berpengaruh langsung terhadap mutu, keamanan, dan efektivitas sediaan farmasi. Berdasarkan Pe...
ANALISIS STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS WAWONASA KOTA MANADO
ANALISIS STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS WAWONASA KOTA MANADO
Peraturan Menteri Kesehatan Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, menetapkan bahwa semua tenaga kefarmasian dalam melaksanakan tugas profesinya di puskesma...
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS NGANTRU KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN 2025
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS NGANTRU KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN 2025
Pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat harus optimal dan bermutu baik. Standar pelayanan kefarmasian adalah tolak ukur yang dipergunakan sebagai pedoman bagi tenaga k...
Analisis Kualitas Pelayanan, Sumber Daya Manusia, Sarana dan Prasarana (Studi Kasus Apotek “X’ Kota Semarang)
Analisis Kualitas Pelayanan, Sumber Daya Manusia, Sarana dan Prasarana (Studi Kasus Apotek “X’ Kota Semarang)
Kualitas pelayanan merupakan dasar yang paling penting untuk mengetahui kepuasan pelanggan. Suatu perusahaan yang baik dinilai apabila berhasil menawarkan barang / jasa sesuai deng...

