Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Penyimpanan Obat Berdasarkan Standar Pelayanan Kefarmasian Apotek

View through CrossRef
Penyimpanan obat merupakan salah satu aspek krusial dalam pelayanan kefarmasian karena berpengaruh langsung terhadap mutu, keamanan, dan efektivitas sediaan farmasi. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek, penyimpanan obat harus dilakukan sesuai ketentuan untuk mencegah kerusakan fisik dan kimia, kehilangan, serta penurunan kualitas obat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kesesuaian sistem penyimpanan obat di apotek berdasarkan Standar Pelayanan Kefarmasian di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh melalui pengumpulan dan analisis terhadap penerapan sistem penyimpanan obat pada apotek yang menjadi objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar apotek telah menerapkan sistem penyimpanan obat sesuai dengan standar yang ditetapkan, yaitu sebesar 87,9%, sedangkan 12,1% apotek belum memenuhi standar penyimpanan obat. Temuan ini menunjukkan bahwa secara umum penerapan standar penyimpanan obat di apotek wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta tergolong baik, namun masih diperlukan upaya pembinaan dan pengawasan berkelanjutan untuk meningkatkan kepatuhan apotek terhadap standar pelayanan kefarmasian secara menyeluruh
Title: Analisis Penyimpanan Obat Berdasarkan Standar Pelayanan Kefarmasian Apotek
Description:
Penyimpanan obat merupakan salah satu aspek krusial dalam pelayanan kefarmasian karena berpengaruh langsung terhadap mutu, keamanan, dan efektivitas sediaan farmasi.
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek, penyimpanan obat harus dilakukan sesuai ketentuan untuk mencegah kerusakan fisik dan kimia, kehilangan, serta penurunan kualitas obat.
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kesesuaian sistem penyimpanan obat di apotek berdasarkan Standar Pelayanan Kefarmasian di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.
Data diperoleh melalui pengumpulan dan analisis terhadap penerapan sistem penyimpanan obat pada apotek yang menjadi objek penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar apotek telah menerapkan sistem penyimpanan obat sesuai dengan standar yang ditetapkan, yaitu sebesar 87,9%, sedangkan 12,1% apotek belum memenuhi standar penyimpanan obat.
Temuan ini menunjukkan bahwa secara umum penerapan standar penyimpanan obat di apotek wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta tergolong baik, namun masih diperlukan upaya pembinaan dan pengawasan berkelanjutan untuk meningkatkan kepatuhan apotek terhadap standar pelayanan kefarmasian secara menyeluruh.

Related Results

KEPASTIAN HUKUM APOTEK RAKYAT DAN PEKERJAAN KEFARMASIAN
KEPASTIAN HUKUM APOTEK RAKYAT DAN PEKERJAAN KEFARMASIAN
Apotek merupakan tempat dilakukannya pekerjaan kefarmasian, penyaluran sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat. Pekerjaan kefarmasiaan meliputi pembuatan...
Evaluasi Penyimpanan Obat Di Apotek K-24 Setiabudi Solo
Evaluasi Penyimpanan Obat Di Apotek K-24 Setiabudi Solo
Apotek merupakan sarana pelayanan kefarmasian yang dilakukan oleh apoteker yang telah berkembang dari product oriented menjadi patient oriented. Apotek memiliki fungsi pengelolaan ...
EVALUASI PENYIMPANAN OBAT DAN ALAT KESEHATAN DI APOTEK REJEKI LESTARI
EVALUASI PENYIMPANAN OBAT DAN ALAT KESEHATAN DI APOTEK REJEKI LESTARI
Penyimpanan obat dan alat kesehatan merupakan aspek penting dalam pelayanan kefarmasian karena berhubungan langsung dengan mutu, keamanan serta keselamatan pasien. Penyimpanan obat...

Back to Top