Javascript must be enabled to continue!
Studi Penafsiran Doa Nabi Ibrahim Dalam Kitab Tafsir Al-Munir
View through CrossRef
Doa merupakan suatu bentuk ritual ibadah yang wajib bagi setiap muslim. Penulis memilih doa nabi Ibrahim karena nabi Ibrahim memiliki keistimewaan yang tidak ada pada nabi lainnya, sehingga menarik untuk dikaji lebih karena nabi Ibrahim juga merupakan tokoh teladan bagi umat islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penafsiran ayat-ayat doa nabi Ibrahim dalam kitab tafsir al-Munir karya Wahbah az-Zuhaili. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam kitab tafsir al-Munir, Wahbah az-Zuhaili menafsirkan doa-doa nabi Ibrahim dengan menekankan pada aspek kepatuhan, ketakwaan, dan ketauhidan nabi Ibrahim kepada Allah. Doa-doa nabi Ibrahim dalam tafsir tersebut juga diimplementasikan sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari, seperti doa memohon petunjuk, doa memohon perlindungan, dan doa memohon keturunan. Secara umum, penafsiran az-Zuhaili tentang doa-doa nabi Ibrahim mengarahkan pada peningkatan hubungan hamba dengan Allah serta menggunakan nilai-nilai ketakwaan dan kepatuhan dalam beribadah.
Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia
Title: Studi Penafsiran Doa Nabi Ibrahim Dalam Kitab Tafsir Al-Munir
Description:
Doa merupakan suatu bentuk ritual ibadah yang wajib bagi setiap muslim.
Penulis memilih doa nabi Ibrahim karena nabi Ibrahim memiliki keistimewaan yang tidak ada pada nabi lainnya, sehingga menarik untuk dikaji lebih karena nabi Ibrahim juga merupakan tokoh teladan bagi umat islam.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penafsiran ayat-ayat doa nabi Ibrahim dalam kitab tafsir al-Munir karya Wahbah az-Zuhaili.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research).
Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam kitab tafsir al-Munir, Wahbah az-Zuhaili menafsirkan doa-doa nabi Ibrahim dengan menekankan pada aspek kepatuhan, ketakwaan, dan ketauhidan nabi Ibrahim kepada Allah.
Doa-doa nabi Ibrahim dalam tafsir tersebut juga diimplementasikan sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari, seperti doa memohon petunjuk, doa memohon perlindungan, dan doa memohon keturunan.
Secara umum, penafsiran az-Zuhaili tentang doa-doa nabi Ibrahim mengarahkan pada peningkatan hubungan hamba dengan Allah serta menggunakan nilai-nilai ketakwaan dan kepatuhan dalam beribadah.
Related Results
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
The Tafsir al-Azhar of HAMKA is one of the Malay world's tafsir which reveals the vastness of knowledge that encompasses and covers all disciplines of science. In this interpretati...
Doa-doa Nabi Musa dalam Al-Qur’an
Doa-doa Nabi Musa dalam Al-Qur’an
Doa merupakan bentuk ritual ibadah yang wajib bagi setiap muslim. Penulis mengambil kisah doa Nabi Musa karena memiliki keistimewaan yaitu mirip dengan kisah Nabi Muhammad dari seg...
Analisis Al-Dakhil Kisah Nabi Sulaiman dalam Tafsir Al-Iklil Karya Misbah Mustafa
Analisis Al-Dakhil Kisah Nabi Sulaiman dalam Tafsir Al-Iklil Karya Misbah Mustafa
Tafsir al-Iklil fi Ma’ani al-Tanzil Karya Misbah Mustafa menafsirkan surat al-Naml ayat 16 dengan riwayat ahli kitab bahwa ada burung dara dan katak yang bertasbih kepada Allah, da...
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
Pada abad ke-20 M, penulisan tafsir al-Qur’an yang lahir di Nusantara umumnya menampilkan ciri kemodernannya, baik dari segi bahasa dan aksara. Namun, berbeda dengan Tafsīr Tūjuh S...
Implementasi Pemikiran Sufistik dalam Tafsir Sufi Karya Sahl Al-Tustari
Implementasi Pemikiran Sufistik dalam Tafsir Sufi Karya Sahl Al-Tustari
Penafsiran terhadap Al-Qur’an terus mengalami perkembangan baik dari segi metode,pendekatan dan corak dalam menafsirkan. Salah satu yang berkembang adalah penafsiran Al-Qur’an deng...
KEISLAMAN AYAH NABI IBRAHIM (Studi Analisis Tafsir Dan Hadits Nabi Tentang Agama Ayah Nabi Ibrahim As)
KEISLAMAN AYAH NABI IBRAHIM (Studi Analisis Tafsir Dan Hadits Nabi Tentang Agama Ayah Nabi Ibrahim As)
Abstrak:Dalam buku-buku sejarah disebutkan bahwa Nabi Ibrahim asadalah seorang utusan Allah SWT yang sangat luar biasa. Ibrahimadalah utusan Allah yang berusaha dengan sekuat tenag...
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
AbstrakKegiatan tafsir Al-Qu’ran telah dimulai sejak masa Nabi Muhammad Saw dan terus mengalami perkembangan dari masa ke masa, yaitu periode Nabi Muhammad Saw dan sahabatnya, peri...
Tafsir Method of Tartib Nuzuli: An Analytical Study of Muhammad Darwazah's Kitab al-Tafsir al-Hadith and Muhammad al-Jabiri's Kitab Fahm al-Qur`an al-Hakim
Tafsir Method of Tartib Nuzuli: An Analytical Study of Muhammad Darwazah's Kitab al-Tafsir al-Hadith and Muhammad al-Jabiri's Kitab Fahm al-Qur`an al-Hakim
The study of tafsir tartib nuzuli is still quite rare. This study seeks to complete the study. Tafsir tartib nuzuli is still considered “strange” by the majority of Muslims. This s...

