Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Implementasi Pemikiran Sufistik dalam Tafsir Sufi Karya Sahl Al-Tustari

View through CrossRef
Penafsiran terhadap Al-Qur’an terus mengalami perkembangan baik dari segi metode,pendekatan dan corak dalam menafsirkan. Salah satu yang berkembang adalah penafsiran Al-Qur’an dengan menggunakna pendekatan sufistik yang pertama kali dilakukan oleh al-Tustari. Artikel ini bertujuan untuk menguraikan biografi al-Tustari, potret kitab tafsir Al-Qur’an Al-‘adhim karyanya, metode penafsiran dan contoh penafsirannya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (Library Research), yaitu informasi ataupun data-data yang didapat dari literatur-literatur yang relevan seperti: jurnal, artikel, buku, platform dan lain sebagainya. Data yang didapat dari literatur-literatur tersebut dianalisis dan kemudian dijadikan ke dalam bentuk deskriptif dengan menguraikan Biografi Sahl al-Tustari, potret kitab tafsir al-Tustari, metodologi penafsiran dan contoh penafsiran. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Sahl bin Abdullah Al-Tustari yang merupakan seorang ulama terkemuka pada abad ke-3 Hijriyah. Sahl al-Tustari dikenal dalam bidang tasawuf dan tafsir Al-Qur’an. Sahl bin Abdullah ini dalam mengembangkan pemahaman yang mendalam mengenai kedekatannya kepada Allah, yang menjadi dasar dari ajaran tasawuf. Salah satu karya tafsir dari Sahl al-Tustari ini ialah tafsir Al-Qur’an Al-Azhim atau yang dikenal dengan tafsir Al-Tustari. Akan tetapi Tafsir ini bukan ditulis langsung oleh Sahl al-Tustari, melainkan disusun oleh murid-muridnya berdasarkan penjelasan yang telah diberikan oleh Sahl al-Tustari. Adapun  dalam kitab tafsir Al-Tustari ini menonjol karena pendekatan sufistiknya, serta dalam metode penafsirannya menggunakan pendekatan harfiah dan simbolik. Yang bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai moral yang terkandung dalam Al-Qur’an. Namun, dalam penafsiran Sahl al-Tustari ini tidak menafsirkan keseluruhan dari ayat-ayat Al-Qur’an, melainkan hanya beberapa pilihan ayat-ayat yang relevan dengan tasawuf. Serta dalam penafsiran kitab ini, ia menggunakan tartib mushafi bukan tartib nuzuli, yaitu yang penafsirannya berurutan dari surah Al-Fatihah hingga surah An-Nas. Pendekatan harfiah merujuk ke makna tekstual ayat-ayat  Al-Qur’an, sedangkan pendekatan simbolik merujuk ke makna-makna tersembunyi dalam Al-Qur’an. Adapun karya-karya dari Sahl al-Tustari ini tidak hanya kitab tafsir saja, akan tetapi terdapat karya-karya yang lainnya. Namun kitab tafsir Sahl-Al-Tustari ini merupakan salah satu kitab tafsir tertua yang merujuk ke sufistik
Title: Implementasi Pemikiran Sufistik dalam Tafsir Sufi Karya Sahl Al-Tustari
Description:
Penafsiran terhadap Al-Qur’an terus mengalami perkembangan baik dari segi metode,pendekatan dan corak dalam menafsirkan.
Salah satu yang berkembang adalah penafsiran Al-Qur’an dengan menggunakna pendekatan sufistik yang pertama kali dilakukan oleh al-Tustari.
Artikel ini bertujuan untuk menguraikan biografi al-Tustari, potret kitab tafsir Al-Qur’an Al-‘adhim karyanya, metode penafsiran dan contoh penafsirannya.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (Library Research), yaitu informasi ataupun data-data yang didapat dari literatur-literatur yang relevan seperti: jurnal, artikel, buku, platform dan lain sebagainya.
Data yang didapat dari literatur-literatur tersebut dianalisis dan kemudian dijadikan ke dalam bentuk deskriptif dengan menguraikan Biografi Sahl al-Tustari, potret kitab tafsir al-Tustari, metodologi penafsiran dan contoh penafsiran.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah Sahl bin Abdullah Al-Tustari yang merupakan seorang ulama terkemuka pada abad ke-3 Hijriyah.
Sahl al-Tustari dikenal dalam bidang tasawuf dan tafsir Al-Qur’an.
Sahl bin Abdullah ini dalam mengembangkan pemahaman yang mendalam mengenai kedekatannya kepada Allah, yang menjadi dasar dari ajaran tasawuf.
Salah satu karya tafsir dari Sahl al-Tustari ini ialah tafsir Al-Qur’an Al-Azhim atau yang dikenal dengan tafsir Al-Tustari.
Akan tetapi Tafsir ini bukan ditulis langsung oleh Sahl al-Tustari, melainkan disusun oleh murid-muridnya berdasarkan penjelasan yang telah diberikan oleh Sahl al-Tustari.
Adapun  dalam kitab tafsir Al-Tustari ini menonjol karena pendekatan sufistiknya, serta dalam metode penafsirannya menggunakan pendekatan harfiah dan simbolik.
Yang bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai moral yang terkandung dalam Al-Qur’an.
Namun, dalam penafsiran Sahl al-Tustari ini tidak menafsirkan keseluruhan dari ayat-ayat Al-Qur’an, melainkan hanya beberapa pilihan ayat-ayat yang relevan dengan tasawuf.
Serta dalam penafsiran kitab ini, ia menggunakan tartib mushafi bukan tartib nuzuli, yaitu yang penafsirannya berurutan dari surah Al-Fatihah hingga surah An-Nas.
Pendekatan harfiah merujuk ke makna tekstual ayat-ayat  Al-Qur’an, sedangkan pendekatan simbolik merujuk ke makna-makna tersembunyi dalam Al-Qur’an.
Adapun karya-karya dari Sahl al-Tustari ini tidak hanya kitab tafsir saja, akan tetapi terdapat karya-karya yang lainnya.
Namun kitab tafsir Sahl-Al-Tustari ini merupakan salah satu kitab tafsir tertua yang merujuk ke sufistik.

Related Results

Ragam Corak Tafsir: Tafsir Sufi
Ragam Corak Tafsir: Tafsir Sufi
Karya-karya tafsir al-Qur’ân bercorak sufistik  seperti halnya tasawuf sebagai disiplin ilmu, mendapat label plus-minus dari para pengkaji. Imam al-Thusiy mengomentari penafsiran s...
Wali dan Karamah dalam Perspektif Tafsir Ishārī Sahl al-Tustarī
Wali dan Karamah dalam Perspektif Tafsir Ishārī Sahl al-Tustarī
Abstract: This article analyzes the esoteric interpretation of Sahl al-Tustarī in his work Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm. As a Sufi master well-known for his asceticism, al-Tustarī lai...
Tafsir Esoteris (Isyari) dalam Kitab Tafsir al-Qur’an al-Adhim Karya Ahmad Sahal Al-Tustari
Tafsir Esoteris (Isyari) dalam Kitab Tafsir al-Qur’an al-Adhim Karya Ahmad Sahal Al-Tustari
<span lang="EN-US">Penelitian ini berusaha untuk mengungkap nilai-nilai esoteris dalam ayat-ayat al-Qur’an dengan <em>“Tafsir al-Qur’an al-Adhim” </em>karya dari ...
Tafsir Sufi: Memahami Pengertian, Genealogi, Serta Urgensinya dalam Khazanah Keilmuan Al-Qur’an
Tafsir Sufi: Memahami Pengertian, Genealogi, Serta Urgensinya dalam Khazanah Keilmuan Al-Qur’an
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pemahaman mengenai tafsir sufi, meliputi pengertian, genealogi, dan urgensinya dalam khazanah keilmuan Al-Qur’an. Permasalahan utama yang di...
STUDI KRITIS TAFSIR AL-MANAR KARYA MUHAMMAD ABBDUH DAN RASYID RIDLA
STUDI KRITIS TAFSIR AL-MANAR KARYA MUHAMMAD ABBDUH DAN RASYID RIDLA
Al-Qur’an, dalam tradisi pemikiran Islam, telah melahirkan sederetan teks turunan yang demikian luas dan mengagumkan yang disebut Tafsir. Tafsir al-Qur’an adalah penjelasan tentang...
Pembelajaran Tafsir Di Dayah Ummul Ayman Samalanga
Pembelajaran Tafsir Di Dayah Ummul Ayman Samalanga
Dayah Ummul Ayman is one of the largest dayah in Aceh. The teaching of tafsir in this dayah is carried out through dayah curriculum and adapted to the abilities of students. Standa...

Back to Top