Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ETOS KERJA DALAM PERSPEKTIF HADIS

View through CrossRef
Penelitian ini membahas etos kerja dalam perspektif Hadis, menekankan bahwa bekerja bukan hanya aktivitas ekonomi tetapi juga ibadah. Etos kerja Islami mencakup kejujuran, tanggung jawab, disiplin, keadilan, ketekunan, dan keikhlasan, berlandaskan Al-Qur’an dan Hadis. Secara terminologis, etos kerja adalah semangat kerja khas individu atau kelompok. Dalam Islam, etos kerja dipandang sebagai manifestasi amal saleh bernilai ibadah. Al- Qur'an, seperti dalam QS. An-Najm/53:39-40 dan QS. At-Taubah/9:105, menekankan pentingnya usaha dan produktivitas. Hadis Nabi Muhammad Saw. juga menggarisbawahi keutamaan bekerja, seperti tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah dan pahala menafkahi keluarga. Karakteristik etos kerja dalam Hadis meliputi niat ikhlas, kejujuran, tanggung jawab, keadilan, ketekunan dan menghindari kemalasan, menghargai waktu, sabar, berusaha berkembang, dan memberikan yang terbaik (itqan). Etos kerja Islami mendorong profesionalisme dengan orientasi duniawi dan ukhrawi.
Title: ETOS KERJA DALAM PERSPEKTIF HADIS
Description:
Penelitian ini membahas etos kerja dalam perspektif Hadis, menekankan bahwa bekerja bukan hanya aktivitas ekonomi tetapi juga ibadah.
Etos kerja Islami mencakup kejujuran, tanggung jawab, disiplin, keadilan, ketekunan, dan keikhlasan, berlandaskan Al-Qur’an dan Hadis.
Secara terminologis, etos kerja adalah semangat kerja khas individu atau kelompok.
Dalam Islam, etos kerja dipandang sebagai manifestasi amal saleh bernilai ibadah.
Al- Qur'an, seperti dalam QS.
An-Najm/53:39-40 dan QS.
At-Taubah/9:105, menekankan pentingnya usaha dan produktivitas.
Hadis Nabi Muhammad Saw.
juga menggarisbawahi keutamaan bekerja, seperti tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah dan pahala menafkahi keluarga.
Karakteristik etos kerja dalam Hadis meliputi niat ikhlas, kejujuran, tanggung jawab, keadilan, ketekunan dan menghindari kemalasan, menghargai waktu, sabar, berusaha berkembang, dan memberikan yang terbaik (itqan).
Etos kerja Islami mendorong profesionalisme dengan orientasi duniawi dan ukhrawi.

Related Results

PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
Hadis merupakan sumber utama pedoman hidup setelah al-Qur’an. Berdasarkan faktanya tidak semua hadis bersumber dari Rasulullah, pasal ini dilihat dari konteks sejarah perkembangann...
Metode Penelitian Fiqh al-Hadis
Metode Penelitian Fiqh al-Hadis
Hadis Nabi dalam hierarki sumber hukum Islam berada pada kedudukan kedua selepas al-Quran. Hadis berfungsi untuk menjelaskan, menafsirkan apa yang terkandung dalam al-Qur...
PENGGUNAAN HADIS DALAM TAFSIR AL-MARAGHI
PENGGUNAAN HADIS DALAM TAFSIR AL-MARAGHI
"> Penafsiran Al-Quran telah berlangsung sejak zaman sahabat hingga zaman modern. Berbagai metodedan teori serta teknik penafsiran telah tumbuh berkembang. Seiring dengan mobili...
Peran Hadratus Syaikh Kh. Hasyim Asyari dalam Pengembangan Hadis di Indonesia
Peran Hadratus Syaikh Kh. Hasyim Asyari dalam Pengembangan Hadis di Indonesia
Sebagai negara yang penduduknya mayoritas Muslim, perkembangan hadis tentunya masuk ke Indonesia, menjadi menarik untuk dibahas karena sebagian besar penikmat ilmu hadis sendiri be...
HISTORITAS PERKEMBANGAN HADIS (DARI PERIODE KLASIK HINGGA KONTEMPORER)
HISTORITAS PERKEMBANGAN HADIS (DARI PERIODE KLASIK HINGGA KONTEMPORER)
ABSTRACT The history of the study of hadith from time to time experienced a very significant development, initially the study of hadith from oral to oral developed into writing, t...
METODE DAN PENDEKATAN DALAM MENGATASI MUKHTALIF HADIS
METODE DAN PENDEKATAN DALAM MENGATASI MUKHTALIF HADIS
Hadis adalah sumber hukum kedua dalam Islam setelah Al-Quran. Hadis merangkum ajaran, tindakan, dan persetujuan dari Nabi Muhammad SAW, yang menjadi pedoman bagi umat Muslim dalam ...
UPAYA MENJAGA HADIS DARI PEMALSUAN: PERSPEKTIF ABI AL-HASAN IBN ‘ALI IBN MUHAMMAD IBN ‘IRĀQ AL-KINĀNĪ
UPAYA MENJAGA HADIS DARI PEMALSUAN: PERSPEKTIF ABI AL-HASAN IBN ‘ALI IBN MUHAMMAD IBN ‘IRĀQ AL-KINĀNĪ
Penelitian ini berangkat dari peristiwa pemalsuan hadis yang menjadi warna dalam sejarah perkembangan Islam. Karena pemalsuan hadis semakin berkembang dan membahayakan pemahaman ag...
Autentisitas Hadis Menurut Syiah
Autentisitas Hadis Menurut Syiah
In the Ahlussunah manhaj, the parameter in interacting with ḥadīṡ is understanding ṡubūt al-Sunnah, namely being able to determine the authenticity or knowing the accuracy of a ḥad...

Back to Top