Javascript must be enabled to continue!
PENGARUH PENAMBAHAN ETANOL DI BAHAN BAKAR TERHADAP PRESTASI MESIN 4 TAK
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan etanol berkadar 96% dalam bahan bakar. Data hasil pengujian menyebutkan bahan bakar pertalit memiliki nilai kadar Karbon Monoksida (CO) yang lebih tinggi dari pada bahan bakar variasi campuran pertalit dan etanol. Nilai paling tinggi pada rpm 7000 di semua variasi bahan bakar , kadar CO sebesar 7.82 % bahan bakar pertalit. Kadar CO paling rendah di rpm 7000 sebesar 5,76 % dengan bahan bakar pertalit + etanol 15% campuran. Kadar HC paling tinggi adalah sebesar 286 ppm pada variasi bahan bakar campuran pertalit + etanol 5% campuran. Kandungan hc paling rendah di rpm 7000 adalah sebesar 210 ppm menggunakan bahan bakar campuran pertalit + etanol 10% volume campuran. Kandungan CO2 paling tinggi yaitu hasil pembakaran diruang pembakaran dengan bahan bakar campuran pertalit+etanol 15% volume campuran saat rpm diatas 5000 dibandingkan dengan semua variasi bahan bakar yang di uji. Kandungan CO2 terbesar di rpm 9000 dengan menggunakan bahan bakar campuran pertalit+etanol 15%volume campuran, kandungan CO2 sebesar 11,8 dan paling rendah di rpm yang sama adalah kandungan CO2 dengan menggunakan bahan bakar pertalit sebesar 8,7. Torsi paling besar di rpm 6000 dengan bahan bakar campuran pertalit + etanol 15 % volume campuran sebesar 8,8 Nm. Daya motor tertinggi dengan bahan bakar campuran pertalit + etanol 15 % campuran yaitu sebesar 9,65 ps di rpm 8000. Kata kunci: Pertalit, etanol, daya, torsi, CO,HC.
Title: PENGARUH PENAMBAHAN ETANOL DI BAHAN BAKAR TERHADAP PRESTASI MESIN 4 TAK
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan etanol berkadar 96% dalam bahan bakar.
Data hasil pengujian menyebutkan bahan bakar pertalit memiliki nilai kadar Karbon Monoksida (CO) yang lebih tinggi dari pada bahan bakar variasi campuran pertalit dan etanol.
Nilai paling tinggi pada rpm 7000 di semua variasi bahan bakar , kadar CO sebesar 7.
82 % bahan bakar pertalit.
Kadar CO paling rendah di rpm 7000 sebesar 5,76 % dengan bahan bakar pertalit + etanol 15% campuran.
Kadar HC paling tinggi adalah sebesar 286 ppm pada variasi bahan bakar campuran pertalit + etanol 5% campuran.
Kandungan hc paling rendah di rpm 7000 adalah sebesar 210 ppm menggunakan bahan bakar campuran pertalit + etanol 10% volume campuran.
Kandungan CO2 paling tinggi yaitu hasil pembakaran diruang pembakaran dengan bahan bakar campuran pertalit+etanol 15% volume campuran saat rpm diatas 5000 dibandingkan dengan semua variasi bahan bakar yang di uji.
Kandungan CO2 terbesar di rpm 9000 dengan menggunakan bahan bakar campuran pertalit+etanol 15%volume campuran, kandungan CO2 sebesar 11,8 dan paling rendah di rpm yang sama adalah kandungan CO2 dengan menggunakan bahan bakar pertalit sebesar 8,7.
Torsi paling besar di rpm 6000 dengan bahan bakar campuran pertalit + etanol 15 % volume campuran sebesar 8,8 Nm.
Daya motor tertinggi dengan bahan bakar campuran pertalit + etanol 15 % campuran yaitu sebesar 9,65 ps di rpm 8000.
Kata kunci: Pertalit, etanol, daya, torsi, CO,HC.
Related Results
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
EFEK PENAMBAHAN ADITIF OKSIGENAT KEDALAM BAHAN BAKAR DIESEL PADA PRESTASI MESIN
EFEK PENAMBAHAN ADITIF OKSIGENAT KEDALAM BAHAN BAKAR DIESEL PADA PRESTASI MESIN
Pada saat sekarang ini pencarian bahan bakar ramah lingkungan difokuskan dengan menggunakan aditif berbahan dasar alami. Masalah tersebut penting karena kekurangan bahan bakar fosi...
Studi Eksplorasi Motor Bakar Berbahan Bakar Ganda dalam Upaya Mendukung Pengembangan Motor Bakar Berbahan Bakar Gas Alam
Studi Eksplorasi Motor Bakar Berbahan Bakar Ganda dalam Upaya Mendukung Pengembangan Motor Bakar Berbahan Bakar Gas Alam
ABSTRAK Penelitian mengenai eksplorasi motor bakar berbahan bakar ganda dalam upaya mendukung pengembangan motor bakar berbahan bakar gas alam telah dilaksanakan di MIDC Bandung. P...
PENGARUH PENGGUNAAN CDI UNLIMITER TERHADAP DAYA DAN TORSI HONDA KARISMA
PENGARUH PENGGUNAAN CDI UNLIMITER TERHADAP DAYA DAN TORSI HONDA KARISMA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui effektifitas penggunaan bahan bakar dari campuran gasoline-etanol dan penggunaan CDI limiter dan unlimiter. Pengujian menggunakan motor 4 ...
PENGARUH PEMBERIAN ADITIF TERHADAP PRESTASI MESIN DIESEL OM 444LA
PENGARUH PEMBERIAN ADITIF TERHADAP PRESTASI MESIN DIESEL OM 444LA
Motor diesel banyak digunakan sebagai motor penggerak. Untuk pengoperasian motor digunakan bahan bakar dieselyang merupakan bahan bakar cair. Bahan bakar diesel (solar) diproduksi ...
KAJIAN PERFORMANSI MESIN DIESEL 1 SILINDER MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR CAMPURAN SOLAR DAN BIODIESEL MINYAK KANOLA DENGAN HI-CESTER
KAJIAN PERFORMANSI MESIN DIESEL 1 SILINDER MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR CAMPURAN SOLAR DAN BIODIESEL MINYAK KANOLA DENGAN HI-CESTER
Seiring perkembangan teknologi, dibutuhkan sumber energi yang besar pula. Selain menggunakan sumber energi dari bahan bakar fosil, dapat juga menggunakan bahan bakar biodiesel seba...
PENGARUH FREKUENSI SISTEM TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA BEBAN PUNCAK MESIN RUSTON 16 RKC
PENGARUH FREKUENSI SISTEM TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA BEBAN PUNCAK MESIN RUSTON 16 RKC
Permintaan daya listrik meningkat dengan seiring bertambahnya penduduk dan penggunaan alat-alat elektronik sebagai kebutuhan primer. Pemakaian daya bertambah karena penggunaan alat...
PENGGUNAAN MINYAK JAGUNG SEBAGAI BAHAN BAKU BIODIESEL
PENGGUNAAN MINYAK JAGUNG SEBAGAI BAHAN BAKU BIODIESEL
Bahan bakar minyak (BBM) merupakan permintaan energi global terbesar yang konsumsinya diperkirakan oleh Energy Information Administration (bagian dari Departemen Energi AS) meningk...


