Javascript must be enabled to continue!
PENGARUH FREKUENSI SISTEM TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA BEBAN PUNCAK MESIN RUSTON 16 RKC
View through CrossRef
Permintaan daya listrik meningkat dengan seiring bertambahnya penduduk dan penggunaan alat-alat elektronik sebagai kebutuhan primer. Pemakaian daya bertambah karena penggunaan alat elektronik seperti penanak nasi, AC, kipas angin, dan pompa air yang membuat berlebihnya daya pada beban puncak. Hal ini juga mempengaruhi pemakaian bahan bakar yang kurang efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh frekuensi sistem terhadap penggunaan bahan bakar pada mesin Ruston 16 RKC pada saat beban puncak di PT. PLN (Persero) area di PL. Sukaharja Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Persentase kenaikan sfc pada tanggal 25 Agustus 2018 mencapai 0,011 %/kWh. Rata-rata penggunaan pada bulan Agustus dengan jam operasi 24 jam pada mesin ruston adalah 0,271 ℓ/kWh. Rata-rata persentase penggunaan bahan bakar pada rata-rata penggunaan sfc bulan Agustus 2018 sebesar 0,0106 %/kWh. Jumlah Sfc pada tanggal 17 Juli 2018 adalah 0,322222 ℓ/kWh. Operasi pada beban puncak mengalami kenaikan pemakaian bahan bakar sebesar 0,0126 %/kWh. Selisih pada 17 Juli 2018 dan 25 Agustus 2018 sebesar 0,038928 ℓ/kWh. Rata-rata persentase kenaikan penggunaan bahan bakar pada bulan Juni yaitu 0,0113 %/kWh. Rata-rata persentase kenaikan penggunaan bahan bakar pada bulan Juli yaitu 0,0112 %/kWh. Frekuensi normal yang telah ditetapkan oleh Unit Pengatur Beban (UPB) yaitu 50.00 Hz. Namun terkadang UPB menaikkan frekuensi sistem hingga 50.20 Hz yang mempengaruhi pengoperasian mesin semakin banyak dan pemakaian bahan bakar yang banyak akibat adanya beban kejut. Apabila frekuensi sistem terlalu rendah maka akan merusak peralatan rumah tangga yang digunakan konsumen. Kondisi yang terjadi di Kabupaten Ketapang ini lebih tinggi daya nyata yang dibangkitkan daripada daya nyata yang dikonsumsi, sehingga seharusnya mesin dapat dimatikan satu atau dua unit tapi tetap beroperasi. Sehingga hal ini menjadi faktor pemborosan penggunaan bahan bakar, mesin harus tetap beroperasi walaupun tanpa beban maksimal hanya untuk mempertahankan frekuensi sistem.
Title: PENGARUH FREKUENSI SISTEM TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA BEBAN PUNCAK MESIN RUSTON 16 RKC
Description:
Permintaan daya listrik meningkat dengan seiring bertambahnya penduduk dan penggunaan alat-alat elektronik sebagai kebutuhan primer.
Pemakaian daya bertambah karena penggunaan alat elektronik seperti penanak nasi, AC, kipas angin, dan pompa air yang membuat berlebihnya daya pada beban puncak.
Hal ini juga mempengaruhi pemakaian bahan bakar yang kurang efisien.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh frekuensi sistem terhadap penggunaan bahan bakar pada mesin Ruston 16 RKC pada saat beban puncak di PT.
PLN (Persero) area di PL.
Sukaharja Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat.
Persentase kenaikan sfc pada tanggal 25 Agustus 2018 mencapai 0,011 %/kWh.
Rata-rata penggunaan pada bulan Agustus dengan jam operasi 24 jam pada mesin ruston adalah 0,271 ℓ/kWh.
Rata-rata persentase penggunaan bahan bakar pada rata-rata penggunaan sfc bulan Agustus 2018 sebesar 0,0106 %/kWh.
Jumlah Sfc pada tanggal 17 Juli 2018 adalah 0,322222 ℓ/kWh.
Operasi pada beban puncak mengalami kenaikan pemakaian bahan bakar sebesar 0,0126 %/kWh.
Selisih pada 17 Juli 2018 dan 25 Agustus 2018 sebesar 0,038928 ℓ/kWh.
Rata-rata persentase kenaikan penggunaan bahan bakar pada bulan Juni yaitu 0,0113 %/kWh.
Rata-rata persentase kenaikan penggunaan bahan bakar pada bulan Juli yaitu 0,0112 %/kWh.
Frekuensi normal yang telah ditetapkan oleh Unit Pengatur Beban (UPB) yaitu 50.
00 Hz.
Namun terkadang UPB menaikkan frekuensi sistem hingga 50.
20 Hz yang mempengaruhi pengoperasian mesin semakin banyak dan pemakaian bahan bakar yang banyak akibat adanya beban kejut.
Apabila frekuensi sistem terlalu rendah maka akan merusak peralatan rumah tangga yang digunakan konsumen.
Kondisi yang terjadi di Kabupaten Ketapang ini lebih tinggi daya nyata yang dibangkitkan daripada daya nyata yang dikonsumsi, sehingga seharusnya mesin dapat dimatikan satu atau dua unit tapi tetap beroperasi.
Sehingga hal ini menjadi faktor pemborosan penggunaan bahan bakar, mesin harus tetap beroperasi walaupun tanpa beban maksimal hanya untuk mempertahankan frekuensi sistem.
Related Results
Pengaruh pemakaian bahan bakar premium, pertalite dan pertamax terhadap kinerja motor 4 tak
Pengaruh pemakaian bahan bakar premium, pertalite dan pertamax terhadap kinerja motor 4 tak
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh bahan bakar premium, pertalite dan pertamax terhadap kinerja motor 4 tak. Seberapa besar pengaruh pemakaian berbagai bahan bak...
Analisis Rugi Tegangan Jaringan Distribusi 20 KV Pada PT. PLN (Persero) Cabang Merauke
Analisis Rugi Tegangan Jaringan Distribusi 20 KV Pada PT. PLN (Persero) Cabang Merauke
Sistem Distribusi merupakan salah satu bagian penting dalam penyaluran energi listrik. Dalam penyalurannya, energi listrik yang disalurkan tidak seluruhnya diterima oleh konsumen. ...
KAJIAN EKSPERIMENTAL PENGARUH MEDAN MAGNET 1200 GAUSS DAN 2500 GAUSS TERHADAP MESIN BENSIN BAHAN BAKAR PREMIUM
KAJIAN EKSPERIMENTAL PENGARUH MEDAN MAGNET 1200 GAUSS DAN 2500 GAUSS TERHADAP MESIN BENSIN BAHAN BAKAR PREMIUM
Krisis energi pada saat ini sudah dirasakan pada beberapa negara, mereka berlomba-lomba untuk mengadakan penghematan dan pemakaian energi yang tepat diberbagai bidang. Salah satu m...
Studi sistem bahan bakar gas pada superheater untuk pengembangan bahan bakar alternatif
Studi sistem bahan bakar gas pada superheater untuk pengembangan bahan bakar alternatif
Kebutuhan energi di Indonesia terutama penggunaan bahan bakar solar yang semakin meningkat dan emisi gas buang yang semakin tinggi menyebabkan pemanasan global merupakan permasalah...
DAMPAK IMPLEMENTASI GREEN SHIPPING PADA PERUSAHAAN PELAYARAN
DAMPAK IMPLEMENTASI GREEN SHIPPING PADA PERUSAHAAN PELAYARAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Green Shipping pada industri Perkapalan dan Transportasi Laut Kalimantan Timur yang sesuai aturan International Maritime Or...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Studi Eksplorasi Motor Bakar Berbahan Bakar Ganda dalam Upaya Mendukung Pengembangan Motor Bakar Berbahan Bakar Gas Alam
Studi Eksplorasi Motor Bakar Berbahan Bakar Ganda dalam Upaya Mendukung Pengembangan Motor Bakar Berbahan Bakar Gas Alam
ABSTRAK Penelitian mengenai eksplorasi motor bakar berbahan bakar ganda dalam upaya mendukung pengembangan motor bakar berbahan bakar gas alam telah dilaksanakan di MIDC Bandung. P...
PENAMBAHAN OCTANE BOOSTER PADA PERTALITE TERHADAP KINERJA MESIN DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR MESIN HONDA BEAT 2014
PENAMBAHAN OCTANE BOOSTER PADA PERTALITE TERHADAP KINERJA MESIN DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR MESIN HONDA BEAT 2014
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh penambahan Pertalite pada bahan bakar terhadap performa mesin dan konsumsi bahan bakar mesin sepeda motor Honda Beat 2...

