Javascript must be enabled to continue!
Faktor Yang Berhubungan dengan Pemakaian Kontrasepsi Implan
View through CrossRef
Penggunaan alat kontrasepsi menjadi salah satu aspek penting dalam perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi. Pemilihan alat kontrasepsi yang tepat dapat membantu pasangan untuk mengendalikan jumlah dan jarak kelahiran, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, umur dan dukungan suami dengan pemakaian alat kontrasepsi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Peninjauan Kabupaten OKU Tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan dengan pendekatan cross sectional dengan populasi 2.678 akseptor KB dan sampel sebanyak 110. Analisis data menggunakan uji statistic Chi Square alat ukur kuesioner dengan p-value < nilai α = 0,05. Hasil penelitian ini dari 66 responden yang pengetahuan baik 54 (81,3 %) menggunakan implan p.value = 0,001, dari 61 responden yang umur beresiko rendah 48 (78,7 %) menggunakan implan p.value = 0,001, sedangkan dari 66 responden yang mendapat dukungan suami 52 (78,8 %) menggunakan implan p.value = 0,001. Peneliti menyimpulkan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan, umur dan dukungan suami dengan pemakaian alat kontrasepsi implan. Bidan diharapkan memberikan edukasi kepada akseptor KB agar dapat memilih secara bijak alat kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhannya.
Title: Faktor Yang Berhubungan dengan Pemakaian Kontrasepsi Implan
Description:
Penggunaan alat kontrasepsi menjadi salah satu aspek penting dalam perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi.
Pemilihan alat kontrasepsi yang tepat dapat membantu pasangan untuk mengendalikan jumlah dan jarak kelahiran, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, umur dan dukungan suami dengan pemakaian alat kontrasepsi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Peninjauan Kabupaten OKU Tahun 2023.
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan dengan pendekatan cross sectional dengan populasi 2.
678 akseptor KB dan sampel sebanyak 110.
Analisis data menggunakan uji statistic Chi Square alat ukur kuesioner dengan p-value < nilai α = 0,05.
Hasil penelitian ini dari 66 responden yang pengetahuan baik 54 (81,3 %) menggunakan implan p.
value = 0,001, dari 61 responden yang umur beresiko rendah 48 (78,7 %) menggunakan implan p.
value = 0,001, sedangkan dari 66 responden yang mendapat dukungan suami 52 (78,8 %) menggunakan implan p.
value = 0,001.
Peneliti menyimpulkan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan, umur dan dukungan suami dengan pemakaian alat kontrasepsi implan.
Bidan diharapkan memberikan edukasi kepada akseptor KB agar dapat memilih secara bijak alat kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhannya.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
HUBUNGAN PENGETAHUAN PASANGAN USIA SUBUR TENTANG METODE KONTRASEPSI DENGAN PEMAKAIAN KONTRASEPSI
HUBUNGAN PENGETAHUAN PASANGAN USIA SUBUR TENTANG METODE KONTRASEPSI DENGAN PEMAKAIAN KONTRASEPSI
Kontrasepsi merupakan suatu metode yang digunakan untuk mecegah kehamilan dengan menggunakan obat-obatan atau alat alat, yang terdiri dari kontrasepsi yang mengandung hormonal dan...
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT AKSEPTOR KB TERHADAP KONTRASEPSI IMPLANT DI PUSKESMAS SUNGAI TABUK 1
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT AKSEPTOR KB TERHADAP KONTRASEPSI IMPLANT DI PUSKESMAS SUNGAI TABUK 1
Latar Belakang: Banyak perempuan yang mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan jenis kontrasepsi. Hal ini tidak hanya karena terbatasnya metode yang tersedia. Kelebihan implan ...
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP AKSEPTOR KB AKTIF TENTANG KONTRASEPSI IMPLAN DI DESA DOKO KECAMATAN NGASEM KABUPATEN KEDIRI
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP AKSEPTOR KB AKTIF TENTANG KONTRASEPSI IMPLAN DI DESA DOKO KECAMATAN NGASEM KABUPATEN KEDIRI
Kontrasepsi dibutuhkan untuk membatasi jumlah penduduk. Masyarakat banyak yang sudah mengetahui mengenai keluarga berencana, namun hanya beberapa orang saja yang tertarik untuk men...
PENGARUH KARAKTERISTIK AKSEPTOR KB TERHADAP KETIDAKIKUTSERTAAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI IMPLAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WONOKROMO
PENGARUH KARAKTERISTIK AKSEPTOR KB TERHADAP KETIDAKIKUTSERTAAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI IMPLAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WONOKROMO
Di wilayah Wonokromo jumlah peserta KB aktif yakni, 4.099 akseptor KB. Terdiri dari IUD 754 akseptor, MOW/MOP 768 akseptor, implan 145 akseptor, suntik 1.220 akseptor, pil 29 aksep...
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG DI DESA RISEH TEUNGOH KECAMATAN SAWANG KABUPATEN ACEH UTARA
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG DI DESA RISEH TEUNGOH KECAMATAN SAWANG KABUPATEN ACEH UTARA
Metode kontrasepsi jangka panjang merupakan suatu program Pemerintah untuk menekan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia. Rendahnya minat penggunaan metode kontrasepsi jangka panj...
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KURANGNYA MINAT IBU TERHADAP PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI IMPLANT DI WILAYAH PUSKESMAS PONRE KECAMATAN GANTARANG KABUPATEN BULUKUMBA
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KURANGNYA MINAT IBU TERHADAP PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI IMPLANT DI WILAYAH PUSKESMAS PONRE KECAMATAN GANTARANG KABUPATEN BULUKUMBA
Kontrasepsi adalah obat atau alat untuk mencegah terjadinya konsepsi/kehamilan. Implant merupakan salah satu metode kontrasepsi hormonal yang efektif, yang diinsersikan tepat di ba...

