Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT AKSEPTOR KB TERHADAP KONTRASEPSI IMPLANT DI PUSKESMAS SUNGAI TABUK 1

View through CrossRef
Latar Belakang: Banyak perempuan yang mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan jenis kontrasepsi. Hal ini tidak hanya karena terbatasnya metode yang tersedia. Kelebihan implan adalah cocok untuk wanita yang tidak boleh menggunakan obat yang mengandung estrogen, perdarahan yang terjadi lebih ringan, tidak menaikan tekanan darah, resiko terjadi nya kehamilan ektopik lebih kecil jika dibandingkan dengan pemakaian alat kontrasepsi dalam rahim. Metode kontrasepsi implan yang merupakan salah satu dari metode yang tersedia pada saat ini, nampaknya kurang diminati masyarakat khususnya pasangan usia subur meskipun efektifitas kontrasepsi implant ini sangat tinggi yaitu kegagalannya 0,2-1 kehamilan per100 perempuan. Terdapat banyak faktor yang memengaruhi seseorang dalam pemilihan kontrasepsi yang akan digunakan. Faktor yang menjadi pertimbangan seseorang dalam memilih alat kontrasepsi antara lain faktor individu seperti umur, paritas,pendidikan, dan pengetahuan. Tujuan: untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi peminatan metode KB imlpan di wilayah Puskesmas Sungai Tabuk 1. Metode: Rancangan penelitian ini menggunakan noneksperimen penelitian deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel adalah Simplerandom sampling. Sampel kasus pada penelitian ini adalah Akseptor KB di wilayah Puskesmas Sungai Tabuk 1 sebanyak 87 responden. Analisa data menggunakn chi-square dengan instrument kuesioner. Hasil: Hasil penelitian didapatkan adalah umur ibu sebanyak 62.1%, pengetahuan yang kurang sebanyak 40.2%, paritas sebagai faktor tidak berminat pada implan ada 59.8%, dan pendidikan 60.9%. Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan hubungan umur (ρ=0,000), pengetahuan (ρ= 0,000), paritas (ρ= 0,000) dan pendidikan (ρ= 0,000) dengan minat peserta KB Implan. Kesimpulan: ada hubungan yang signifikan antara umur, pengetahuan, paritas dan Pendidikan terhadap minat menggunakan KB Implan di Puskesmas Sungai Tabuk 1. Sarannya diharapkan mendapatkan wawasan pengetahuan lebih banyak tentang Metode KB Implan Kata kunci : Akseptor, Implan, Minat
Title: ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT AKSEPTOR KB TERHADAP KONTRASEPSI IMPLANT DI PUSKESMAS SUNGAI TABUK 1
Description:
Latar Belakang: Banyak perempuan yang mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan jenis kontrasepsi.
Hal ini tidak hanya karena terbatasnya metode yang tersedia.
Kelebihan implan adalah cocok untuk wanita yang tidak boleh menggunakan obat yang mengandung estrogen, perdarahan yang terjadi lebih ringan, tidak menaikan tekanan darah, resiko terjadi nya kehamilan ektopik lebih kecil jika dibandingkan dengan pemakaian alat kontrasepsi dalam rahim.
Metode kontrasepsi implan yang merupakan salah satu dari metode yang tersedia pada saat ini, nampaknya kurang diminati masyarakat khususnya pasangan usia subur meskipun efektifitas kontrasepsi implant ini sangat tinggi yaitu kegagalannya 0,2-1 kehamilan per100 perempuan.
Terdapat banyak faktor yang memengaruhi seseorang dalam pemilihan kontrasepsi yang akan digunakan.
Faktor yang menjadi pertimbangan seseorang dalam memilih alat kontrasepsi antara lain faktor individu seperti umur, paritas,pendidikan, dan pengetahuan.
Tujuan: untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi peminatan metode KB imlpan di wilayah Puskesmas Sungai Tabuk 1.
Metode: Rancangan penelitian ini menggunakan noneksperimen penelitian deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional.
Teknik pengambilan sampel adalah Simplerandom sampling.
Sampel kasus pada penelitian ini adalah Akseptor KB di wilayah Puskesmas Sungai Tabuk 1 sebanyak 87 responden.
Analisa data menggunakn chi-square dengan instrument kuesioner.
Hasil: Hasil penelitian didapatkan adalah umur ibu sebanyak 62.
1%, pengetahuan yang kurang sebanyak 40.
2%, paritas sebagai faktor tidak berminat pada implan ada 59.
8%, dan pendidikan 60.
9%.
Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan hubungan umur (ρ=0,000), pengetahuan (ρ= 0,000), paritas (ρ= 0,000) dan pendidikan (ρ= 0,000) dengan minat peserta KB Implan.
Kesimpulan: ada hubungan yang signifikan antara umur, pengetahuan, paritas dan Pendidikan terhadap minat menggunakan KB Implan di Puskesmas Sungai Tabuk 1.
Sarannya diharapkan mendapatkan wawasan pengetahuan lebih banyak tentang Metode KB Implan Kata kunci : Akseptor, Implan, Minat.

Related Results

KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT PENGUNAAKSEPTOR KB TERHADAP KONTRASEPSI IMPLANTDI PUSKESMAS DARUL AZHAR
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT PENGUNAAKSEPTOR KB TERHADAP KONTRASEPSI IMPLANTDI PUSKESMAS DARUL AZHAR
Puskesmas Darul Azhar merupakan salah satu Puskesmas di Kabupaten Tanah Bumbu dengan jumlah penduduk 17.715 jiwa. WUS di Puskesmas Darul Azhar sebanyak 6.643 jiwa, dan yang menggun...
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN DENGAN MINAT PENGGUNAAN KONTRASEPSI IUD DI PUSKESMAS PENDOPO KABUPATEN EMPAT LAWANG
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN DENGAN MINAT PENGGUNAAN KONTRASEPSI IUD DI PUSKESMAS PENDOPO KABUPATEN EMPAT LAWANG
Pendahuluan: Cakupan pelayanan penggunaan alat kontrasepsi pasca persalinan di Pendopo Kabupaten Empat Lawang masih sangat rendah, Tahun 2023 tercatat hanya 1.250 ibu nifas yang me...
Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Suntik Progestin Dengan Siklus Menstruasi
Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Suntik Progestin Dengan Siklus Menstruasi
Pendahuluan : Kontrasepsi suntik merupakan kontrasepsi yang paling banyak digunakan oleh WUS di Indonesia. Penggunaan kontrasepsi suntik progestin meningkat beberapa waktu belakang...
Determinan Pengambilan Keputusan Menjadi Akseptor Kontrasepsi Implan
Determinan Pengambilan Keputusan Menjadi Akseptor Kontrasepsi Implan
Penelitian ini dilakukan karena angka akseptor KB khususnya kontrasepsi implan di Puskesmas Rijali Kota Ambon ini  masih  di  bawah  Standar  Pelayanan  Minimal (SPM)  kesehatan ya...

Back to Top