Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Reimajinasi Mahabbah dalam Islam: Perspektif Komparatif atas Pemikiran Al-Ghazali dan Jalaluddin Rumi

View through CrossRef
Kajian ini merupakan penelitian kepustakaan yang bersifat komparatif mengenai konstruksi konseptual mahabbah dalam pemikiran al-Ghazali dan Jalaluddin Rumi. Secara metodologis, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode komparatif serta analisis isi. Sumber primer yang dikaji mencakup Ihya’ ‘Ulum al-Din, Kimiya’ al-Sa‘adah, Fihi Ma Fihi, dan Mathnawi, dengan dukungan berbagai literatur sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Ghazali memahami mahabbah sebagai puncak pendakian spiritual yang dicapai secara bertahap melalui maqamat. Bagi al-Ghazali, cinta merupakan maqam tertinggi—buah dari ma‘rifah—yang pada akhirnya termanifestasi dalam ketaatan dan ketenteraman batin. Sebaliknya, Rumi memandang cinta sebagai satu-satunya jalan untuk membebaskan jiwa dari berbagai penyakit spiritual, yakni sebuah proses transformatif menuju Allah yang terealisasi melalui gnosis dan kesatuan mistis. Temuan ini memberikan kontribusi pada diskursus spiritualitas tasawuf dengan memperlihatkan bagaimana orientasi etis dan mistis terhadap cinta Ilahi membentuk jalan yang berbeda, namun saling melengkapi, dalam khazanah pemikiran Islam
Title: Reimajinasi Mahabbah dalam Islam: Perspektif Komparatif atas Pemikiran Al-Ghazali dan Jalaluddin Rumi
Description:
Kajian ini merupakan penelitian kepustakaan yang bersifat komparatif mengenai konstruksi konseptual mahabbah dalam pemikiran al-Ghazali dan Jalaluddin Rumi.
Secara metodologis, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode komparatif serta analisis isi.
Sumber primer yang dikaji mencakup Ihya’ ‘Ulum al-Din, Kimiya’ al-Sa‘adah, Fihi Ma Fihi, dan Mathnawi, dengan dukungan berbagai literatur sekunder yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Ghazali memahami mahabbah sebagai puncak pendakian spiritual yang dicapai secara bertahap melalui maqamat.
Bagi al-Ghazali, cinta merupakan maqam tertinggi—buah dari ma‘rifah—yang pada akhirnya termanifestasi dalam ketaatan dan ketenteraman batin.
Sebaliknya, Rumi memandang cinta sebagai satu-satunya jalan untuk membebaskan jiwa dari berbagai penyakit spiritual, yakni sebuah proses transformatif menuju Allah yang terealisasi melalui gnosis dan kesatuan mistis.
Temuan ini memberikan kontribusi pada diskursus spiritualitas tasawuf dengan memperlihatkan bagaimana orientasi etis dan mistis terhadap cinta Ilahi membentuk jalan yang berbeda, namun saling melengkapi, dalam khazanah pemikiran Islam.

Related Results

UNIVERSAL IDEAS IN THE PED UNIVERSAL IDEAS IN THE PEDAGOGICAL A GOGICAL ACCOUNTS OF MEVLANA JALALUDDIN RUMI UDDIN RUM
UNIVERSAL IDEAS IN THE PED UNIVERSAL IDEAS IN THE PEDAGOGICAL A GOGICAL ACCOUNTS OF MEVLANA JALALUDDIN RUMI UDDIN RUM
Introduction. In the article, the universal glorification of pedagogical ideas in the works of prominent enlightener, pedagogue-scientist Mevlana Jalaluddin Rumi has become the obj...
Mistik Kebahagiaan Dalam Perspektif Imam Al-Ghazali
Mistik Kebahagiaan Dalam Perspektif Imam Al-Ghazali
Bahasa Mistik adalah bahasa yang digunakan untuk sesuatu yang tidak dapat dipahami oleh rasio, tetapi kadang-kadang mempunyai bukti yang empirik, bahasa tersebut diperoleh melalui ...
Konsep Mahabbah Menurut Jalaluddin Rumi
Konsep Mahabbah Menurut Jalaluddin Rumi
Konsep cinta atau mahabbah saat ini mengalami reduksi makana yang menyebabakan kesalahan aplikasi seseorang terhadap perilaku beragama. Selain itu, mahabbah yang seharusnya mengant...
Imam Al-Ghazali dan Pemikirannya
Imam Al-Ghazali dan Pemikirannya
Imam Al-Ghazali memberikan pengaruh yang cukup besar dalam perjalanan sejarah umat Islam, khususnya ketika beliau tidak sependapat dengan pandangan kaum filosof yang menyatakan bah...
Karakter Sufistik Jalaluddin Rumi dalam Praktik Kesenian ‘Sholawat Emprak’ di Pesantren Kaliopak Yogyakarta
Karakter Sufistik Jalaluddin Rumi dalam Praktik Kesenian ‘Sholawat Emprak’ di Pesantren Kaliopak Yogyakarta
Islam dan Kebudayaan merupakan dua hal yang tidak terpisahkan dalam kajian Islam di Indonesia. Hal tersebut telah terbuktikan lewat hadirnya berbagai literature sejarah Islam di In...
Eşrefoğlu Rûmî ve İrfan Mektebi Eşrefiyye
Eşrefoğlu Rûmî ve İrfan Mektebi Eşrefiyye
Bu kitap, Ahmet Özkan tarafından yazılan \"Eşrefoğlu Rûmî ve İrfan Mektebi Eşrefiyye\" adlı tezden üretilmiştir. Kitap, Eşrefoğlu Rûmî'nin hayatı, düşünceleri ve Eşrefiyye Tarikatı...
KONSEP MAHABBAH JALALUDDIN RUMI
KONSEP MAHABBAH JALALUDDIN RUMI
This article explores Rumi's mahabbah concept. Currently, in society, the concept of love is degrading in meaning, resulting in its constriction. This is because the concept of mah...

Back to Top