Javascript must be enabled to continue!
Konsep Mahabbah Menurut Jalaluddin Rumi
View through CrossRef
Konsep cinta atau mahabbah saat ini mengalami reduksi makana yang menyebabakan kesalahan aplikasi seseorang terhadap perilaku beragama. Selain itu, mahabbah yang seharusnya mengantarkan kepada pengalaman beragama yang benar dan mencapai tingkatang yang tidak dapat dicapai oleh akal, justru menyesatkan dan membahayakan. Tujuan dari artikel ini menjelaskan konsep mahabbah menurut Jalaluddin Rumi. Penulis menggunakan metode deskriptif untuk menjelaskan konsep mahabbah Rumi; dan menganalisanya dengan pendapat tokoh lain. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, mahabbah atau cinta bukanlah yang diartikan dalam wilayah sempit sebagai cinta secara biologis. Namun, sejatinya cinta atau mahabbah adalah jembatan untuk mencapai sesuatu yang tidak dapat dicapi oleh akal yaitu kedekatan dengan Tuhan. Selain itu, cinta yang hakiki adalah bersumber dari Tuhan. Namun, untuk mencapainya, harus melalui perantara cinta kepada makhluk. Maka di sini dapat disimpulkan bahwa, ccinta yang sesungguhnya adalah bersumber dari Tuhan dan untuk mendapatkannya adalah melalui cinta kepada makhluk dengan tujuan mencapai ma’rifatullah atau mengenal Allah. Karena cinta kepad makhluk menandakan cintanya kepada Sang Pencipta.
Title: Konsep Mahabbah Menurut Jalaluddin Rumi
Description:
Konsep cinta atau mahabbah saat ini mengalami reduksi makana yang menyebabakan kesalahan aplikasi seseorang terhadap perilaku beragama.
Selain itu, mahabbah yang seharusnya mengantarkan kepada pengalaman beragama yang benar dan mencapai tingkatang yang tidak dapat dicapai oleh akal, justru menyesatkan dan membahayakan.
Tujuan dari artikel ini menjelaskan konsep mahabbah menurut Jalaluddin Rumi.
Penulis menggunakan metode deskriptif untuk menjelaskan konsep mahabbah Rumi; dan menganalisanya dengan pendapat tokoh lain.
Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, mahabbah atau cinta bukanlah yang diartikan dalam wilayah sempit sebagai cinta secara biologis.
Namun, sejatinya cinta atau mahabbah adalah jembatan untuk mencapai sesuatu yang tidak dapat dicapi oleh akal yaitu kedekatan dengan Tuhan.
Selain itu, cinta yang hakiki adalah bersumber dari Tuhan.
Namun, untuk mencapainya, harus melalui perantara cinta kepada makhluk.
Maka di sini dapat disimpulkan bahwa, ccinta yang sesungguhnya adalah bersumber dari Tuhan dan untuk mendapatkannya adalah melalui cinta kepada makhluk dengan tujuan mencapai ma’rifatullah atau mengenal Allah.
Karena cinta kepad makhluk menandakan cintanya kepada Sang Pencipta.
Related Results
UNIVERSAL IDEAS IN THE PED UNIVERSAL IDEAS IN THE PEDAGOGICAL A GOGICAL ACCOUNTS OF MEVLANA JALALUDDIN RUMI UDDIN RUM
UNIVERSAL IDEAS IN THE PED UNIVERSAL IDEAS IN THE PEDAGOGICAL A GOGICAL ACCOUNTS OF MEVLANA JALALUDDIN RUMI UDDIN RUM
Introduction. In the article, the universal glorification of pedagogical ideas in the works of prominent enlightener, pedagogue-scientist Mevlana Jalaluddin Rumi has become the obj...
KONSEP KOSMOLOGI MENURUT JALALUDDIN RUMI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP CARA MEMPERLAKUKAN ALAM SEMESTA
KONSEP KOSMOLOGI MENURUT JALALUDDIN RUMI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP CARA MEMPERLAKUKAN ALAM SEMESTA
The talk of cosmology is a very interesting matter. Because studied by scientists, theologians and also Sufis. Cosmology according to Annaemarie Schimmel is categorized as Islamic ...
Toleransi Menurut Jalaluddin al-Rumi dan Pengaruhnya dalam Tamadun Turki Uthmaniyah/ Tolerance According to Jalaluddin al-Rumi and His Influence in Ottoman Turkish Civilization
Toleransi Menurut Jalaluddin al-Rumi dan Pengaruhnya dalam Tamadun Turki Uthmaniyah/ Tolerance According to Jalaluddin al-Rumi and His Influence in Ottoman Turkish Civilization
Jalaluddin al-Rumi was a Sufi scholar who was born in 1207 AD when the Seljuk Sultanate was ruling Anatolia. This kingdom then developed into the Ottoman Turkish Caliphate in 1299 ...
Eşrefoğlu Rûmî ve İrfan Mektebi Eşrefiyye
Eşrefoğlu Rûmî ve İrfan Mektebi Eşrefiyye
Bu kitap, Ahmet Özkan tarafından yazılan \"Eşrefoğlu Rûmî ve İrfan Mektebi Eşrefiyye\" adlı tezden üretilmiştir. Kitap, Eşrefoğlu Rûmî'nin hayatı, düşünceleri ve Eşrefiyye Tarikatı...
Konstruksi Cinta Ilahi Jalaluddin Rumi
Konstruksi Cinta Ilahi Jalaluddin Rumi
Jalaluddin Rumi adalah seorang sufi dan penyair muslim yang memberikan sumbangsih terhadap pemaknaan akan cinta Ilahi. Menariknya, Rumi lebih memilih syair sebagai media ekspresi k...
Karakter Sufistik Jalaluddin Rumi dalam Praktik Kesenian ‘Sholawat Emprak’ di Pesantren Kaliopak Yogyakarta
Karakter Sufistik Jalaluddin Rumi dalam Praktik Kesenian ‘Sholawat Emprak’ di Pesantren Kaliopak Yogyakarta
Islam dan Kebudayaan merupakan dua hal yang tidak terpisahkan dalam kajian Islam di Indonesia. Hal tersebut telah terbuktikan lewat hadirnya berbagai literature sejarah Islam di In...
انسانی صفات وقویٰ کے مابعد الطبیعی تصورات: خلیفہ عبدالحکیم کے افکار کا مطالعہ
انسانی صفات وقویٰ کے مابعد الطبیعی تصورات: خلیفہ عبدالحکیم کے افکار کا مطالعہ
[1] Dr. Khalifa Abdul Hakeem, Hikmat-e- Rūmī (Lahore: Idāra Saqāfat-e-Islāmia, 2017),45.
[1] Dr. Khalipha Abdul Hakeem, Afkār-e- Ghālib , (Lahore: Idāra Saqāfat-e-Islāmia, 2016),61...
Fihi Ma fihi of Rumi: From Philosophical Questions to the Political Problems
Fihi Ma fihi of Rumi: From Philosophical Questions to the Political Problems
The article examines the issues of spirituality in human life raised in Jalal ud Din Rumi's work "Fihi Ma fihi." It is known that Mawlana attached particular importance to spiritua...

