Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Dekonstruksi Ilmiah Triangulasi Bintang dalam Navigasi Mesir Kuno

View through CrossRef
Pengetahuan astronomi Mesir Kuno telah lama menjadi pusat perhatian dalam studi sejarah sains, namun sebagian besar interpretasinya masih bersifat spekulatif dan belum sepenuhnya dikaji secara sistematis. Problematika utama yang diangkat dalam artikel ini adalah ketidakjelasan metodologi ilmiah yang digunakan masyarakat Mesir Kuno dalam menentukan arah dan posisi, khususnya melalui sistem triangulasi bintang. Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi kembali praktik triangulasi bintang berdasarkan data historis dan pendekatan ilmiah kontemporer, serta mengevaluasi validitas metode tersebut dalam konteks navigasi dan orientasi bangunan suci pada masa itu. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pendekatan interdisipliner, yakni menggabungkan kajian astronomi falak, arkeoastronomi, dan epistemologi sejarah kuno dalam satu analisis terpadu. Artikel ini menjawab dua sub masalah utama: (1) bagaimana metode triangulasi bintang direkonstruksi secara ilmiah dari sumber Mesir Kuno, dan (2) bagaimana akurasi serta fungsi praktis sistem tersebut dalam konteks orientasi spasial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif, berbasis studi pustaka, analisis naskah kuno, serta pemodelan visual bintang dengan perangkat lunak astronomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mesir Kuno memiliki pemahaman sistematis terhadap siklus bintang, terutama Sirius dan sabuk Orion, dan menggunakan prinsip triangulasi untuk orientasi waktu dan ruang, meskipun tanpa terminologi modern. Dekonstruksi ini membuka perspektif baru dalam memahami kecanggihan kosmologis peradaban kuno secara lebih rasional dan ilmiah.
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Title: Dekonstruksi Ilmiah Triangulasi Bintang dalam Navigasi Mesir Kuno
Description:
Pengetahuan astronomi Mesir Kuno telah lama menjadi pusat perhatian dalam studi sejarah sains, namun sebagian besar interpretasinya masih bersifat spekulatif dan belum sepenuhnya dikaji secara sistematis.
Problematika utama yang diangkat dalam artikel ini adalah ketidakjelasan metodologi ilmiah yang digunakan masyarakat Mesir Kuno dalam menentukan arah dan posisi, khususnya melalui sistem triangulasi bintang.
Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi kembali praktik triangulasi bintang berdasarkan data historis dan pendekatan ilmiah kontemporer, serta mengevaluasi validitas metode tersebut dalam konteks navigasi dan orientasi bangunan suci pada masa itu.
Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pendekatan interdisipliner, yakni menggabungkan kajian astronomi falak, arkeoastronomi, dan epistemologi sejarah kuno dalam satu analisis terpadu.
Artikel ini menjawab dua sub masalah utama: (1) bagaimana metode triangulasi bintang direkonstruksi secara ilmiah dari sumber Mesir Kuno, dan (2) bagaimana akurasi serta fungsi praktis sistem tersebut dalam konteks orientasi spasial.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif, berbasis studi pustaka, analisis naskah kuno, serta pemodelan visual bintang dengan perangkat lunak astronomi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mesir Kuno memiliki pemahaman sistematis terhadap siklus bintang, terutama Sirius dan sabuk Orion, dan menggunakan prinsip triangulasi untuk orientasi waktu dan ruang, meskipun tanpa terminologi modern.
Dekonstruksi ini membuka perspektif baru dalam memahami kecanggihan kosmologis peradaban kuno secara lebih rasional dan ilmiah.

Related Results

Hubungan Indeks Masa Tubuh Dengan Kejadian Hipertensi di RS. Pertamina Bintang Amin
Hubungan Indeks Masa Tubuh Dengan Kejadian Hipertensi di RS. Pertamina Bintang Amin
ABSTRACT According to the annual report at Pertamina Bintang Amin Hospital, it is known that hypertension cases are ranked first compared to other non-communicable diseases, where ...
DEKONSTRUKSI DALAM CERPEN “MANDI BUNGAS” KARYA RAHMIYATI
DEKONSTRUKSI DALAM CERPEN “MANDI BUNGAS” KARYA RAHMIYATI
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dekonstruksi dalam cerpen “Mandi Bungas” karya Rahmiyati. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini mengg...
Personalisasi Diri dan Dunia sebagai Jati Diri Manusia: Pengembangan dari Dekonstruksi terhadap Analisis Diri
Personalisasi Diri dan Dunia sebagai Jati Diri Manusia: Pengembangan dari Dekonstruksi terhadap Analisis Diri
Artikel ini memberikan sebuah cara pandang baru terhadap realitas diri manusia. Cara pandang ini dihasilkan melalui pengembangan dari dekonstruksi terhadap analisis diri manusia. A...
SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM DI MESIR
SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM DI MESIR
Pendidikan Islam menjadi suatu khazanah yang sangat penting untuk ditelusuri seluk beluknya. Puncak kejayaan agama Islam dapat dilihat dari kemampuannya dalam memerintah berbagai n...
Tipologi Mushaf Kuno Nusantara di Brunei Darussalam
Tipologi Mushaf Kuno Nusantara di Brunei Darussalam
Artikel ini menyajikan hasil kajian mushaf kuno Nusantara pada koleksi Arkib Negara Brunei Darussalam yang sejauh ini belum dilakukan secara khusus. Kajian ini penting dilakukan un...
DEKONSTRUKSI DERRIDA PADA KAJIAN LINGUISTIK KOGNITIF
DEKONSTRUKSI DERRIDA PADA KAJIAN LINGUISTIK KOGNITIF
Bahasa merupakan sekumpulan tanda-tanda yang menggiring pada suatu makna tertentu. Strukturalisme Ferdinand de Saussure beranggapan penanda (signifier) berkaitan erat dengan petand...
ARKEOASTRONOMI MASYARAKAT NELAYAN KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR DALAM MENENTUKAN CUACA PERSFEKTIF ILMU FALAK
ARKEOASTRONOMI MASYARAKAT NELAYAN KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR DALAM MENENTUKAN CUACA PERSFEKTIF ILMU FALAK
Dalam menjalankan mata pencahariannya sebagai nelayan, masyarakat nelayan di Kabupaten Kepulauan Selayar mengacu pada warisan para pendahulunya. Untuk menentukan apakah akan melaut...
TRADISI PENGHORMATAN MUSHAF KUNO DI DESA SAPIT, LOMBOK TIMUR
TRADISI PENGHORMATAN MUSHAF KUNO DI DESA SAPIT, LOMBOK TIMUR
Mushaf kuno memiliki dualitas simbol, simbol adat dan simbol agama. Aturan agama dan adat sama-sama mengharuskan masyarakat untuk menghormati mushaf kuno. Cara untuk menghormati mu...

Back to Top