Javascript must be enabled to continue!
ARKEOASTRONOMI MASYARAKAT NELAYAN KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR DALAM MENENTUKAN CUACA PERSFEKTIF ILMU FALAK
View through CrossRef
Dalam menjalankan mata pencahariannya sebagai nelayan, masyarakat nelayan di Kabupaten Kepulauan Selayar mengacu pada warisan para pendahulunya. Untuk menentukan apakah akan melaut atau tidak, mereka melihat kejadian alam seperti bulan, rasi bintang, arah cuaca, dan arah mata angin. Faktanya, teknologi telah berkembang pesat dibandingkan dengan saat ini, sehingga memudahkan orang untuk memenuhi kebutuhan mereka, termasuk menilai cuaca dan arah mata angin. Jenis penelitian ini menggunakan metodologi penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif. Metode wawancara (interview) dan metode dokumentasi (documentation) digunakan untuk memperoleh data. Data tersebut dievaluasi secara deskriptif, menggambarkan bagaimana rasi bintang digunakan atau dimanfaatkan sebagai fenomena alam di Kabupaten Kepulauan Selayar oleh nelayan, seperti halnya bulan. Penelitian ini mengkaji bagaimana industri perikanan di Kabupaten Kepulauan Selayar memanfaatkan peristiwa alam untuk memudahkan operasionalnya. Lantas bagaimana arkeoastronomi masyarakat nelayan di Kabupaten Kepulauan Selayar menurut analisis astronomi Mereka dapat memprediksi cuaca dengan melihat bintang-bintang yang muncul di pagi hari atau Crux yang terletak di rasi bintang Bintoeng Sapo Salayya. Jadi Ursa mayor adalah bintoeng purung-purung. Berikut ini adalah kesimpulan dari penelitian ini: 1) Saat ini masih sedikit masyarakat di Kabupaten Kepulauan Selayar yang mengenal penggunaan rasi bintang untuk memprediksi cuaca dan melihat arah mata angin. Oleh karena itu, masyarakat nelayan di Kabupaten Kepulauan Selayar perlu diajarkan kebiasaan menggunakan arah mata angin dan memprediksi cuaca dengan menggunakan rasi bintang dan bulan, kata para peneliti. Selain itu, fenomena ini juga bisa menjadi petunjuk untuk mengetahui arah mata angin. Bintoeng purung-purung, bintoeng Pattaungang, bintoeng sapo salayya, bintoeng pikka-pikka, dan bintoeng tallu adalah rasi bintang yang digunakan. Apa yang sebenarnya mereka lihat adalah bintoeng tallu, atau rasi bintang Orion, menurut ilmu astronomi.2) Karena pemahaman tentang rasi bintang masih diperlukan untuk meramal cuaca dan arah mata angin, maka peneliti berharap agar masyarakat nelayan di Kabupaten Kepulauan Selayar tetap menjaga dan melestarikan tradisi ini. Tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi modern, terlepas dari kecanggihannya, tidak selalu dapat diandalkan, terutama dalam hal prakiraan cuaca untuk daerah penangkapan ikan dan arah mata angin.
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Title: ARKEOASTRONOMI MASYARAKAT NELAYAN KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR DALAM MENENTUKAN CUACA PERSFEKTIF ILMU FALAK
Description:
Dalam menjalankan mata pencahariannya sebagai nelayan, masyarakat nelayan di Kabupaten Kepulauan Selayar mengacu pada warisan para pendahulunya.
Untuk menentukan apakah akan melaut atau tidak, mereka melihat kejadian alam seperti bulan, rasi bintang, arah cuaca, dan arah mata angin.
Faktanya, teknologi telah berkembang pesat dibandingkan dengan saat ini, sehingga memudahkan orang untuk memenuhi kebutuhan mereka, termasuk menilai cuaca dan arah mata angin.
Jenis penelitian ini menggunakan metodologi penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif.
Metode wawancara (interview) dan metode dokumentasi (documentation) digunakan untuk memperoleh data.
Data tersebut dievaluasi secara deskriptif, menggambarkan bagaimana rasi bintang digunakan atau dimanfaatkan sebagai fenomena alam di Kabupaten Kepulauan Selayar oleh nelayan, seperti halnya bulan.
Penelitian ini mengkaji bagaimana industri perikanan di Kabupaten Kepulauan Selayar memanfaatkan peristiwa alam untuk memudahkan operasionalnya.
Lantas bagaimana arkeoastronomi masyarakat nelayan di Kabupaten Kepulauan Selayar menurut analisis astronomi Mereka dapat memprediksi cuaca dengan melihat bintang-bintang yang muncul di pagi hari atau Crux yang terletak di rasi bintang Bintoeng Sapo Salayya.
Jadi Ursa mayor adalah bintoeng purung-purung.
Berikut ini adalah kesimpulan dari penelitian ini: 1) Saat ini masih sedikit masyarakat di Kabupaten Kepulauan Selayar yang mengenal penggunaan rasi bintang untuk memprediksi cuaca dan melihat arah mata angin.
Oleh karena itu, masyarakat nelayan di Kabupaten Kepulauan Selayar perlu diajarkan kebiasaan menggunakan arah mata angin dan memprediksi cuaca dengan menggunakan rasi bintang dan bulan, kata para peneliti.
Selain itu, fenomena ini juga bisa menjadi petunjuk untuk mengetahui arah mata angin.
Bintoeng purung-purung, bintoeng Pattaungang, bintoeng sapo salayya, bintoeng pikka-pikka, dan bintoeng tallu adalah rasi bintang yang digunakan.
Apa yang sebenarnya mereka lihat adalah bintoeng tallu, atau rasi bintang Orion, menurut ilmu astronomi.
2) Karena pemahaman tentang rasi bintang masih diperlukan untuk meramal cuaca dan arah mata angin, maka peneliti berharap agar masyarakat nelayan di Kabupaten Kepulauan Selayar tetap menjaga dan melestarikan tradisi ini.
Tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi modern, terlepas dari kecanggihannya, tidak selalu dapat diandalkan, terutama dalam hal prakiraan cuaca untuk daerah penangkapan ikan dan arah mata angin.
.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PKM INOVASI PEMBUATAN KARAMBA JARING DASAR UNTUK BUDIDAYA LOBSTER DI PERAIRAN DESA TAMANGAPA KEC. MA’RANG KABUPATEN PANGKEP
PKM INOVASI PEMBUATAN KARAMBA JARING DASAR UNTUK BUDIDAYA LOBSTER DI PERAIRAN DESA TAMANGAPA KEC. MA’RANG KABUPATEN PANGKEP
PKM Inovasi Pembuatan Karamba Jaring Dasar Untuk Budidaya Lobster di Perairan Desa Tamangapa Kecamatan Ma’rang Kabupaten Pangkep. Setiap hari nelayan menangkap lobster, tetapi terk...
Antisipasi Pemuda Nelayan dalam Menghadapi Konflik
Antisipasi Pemuda Nelayan dalam Menghadapi Konflik
Nelayan sering menghadapi kendala-kendala ketika melaut. Berdasarkan observasi ditemukan konflik antar nelayan payang Desa Weru, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan dan nelayan t...
STUDI ANALISIS PERKEMBANGAN INSTRUMEN ILMU FALAK DI INDONESIA
STUDI ANALISIS PERKEMBANGAN INSTRUMEN ILMU FALAK DI INDONESIA
Sejarah perkembangan ilmu falak, instrumen ilmu falak memiliki fungsi yang sangat urgen bagi kemajuan astronomi maupun ilmu falak. Dengan keberadaan instrumen tersebut ilmu falak y...
Ikhtiar Akademis Abbas Padil dalam Pengembangan Ilmu Falak di Sulawesi Selatan
Ikhtiar Akademis Abbas Padil dalam Pengembangan Ilmu Falak di Sulawesi Selatan
Ilmu falak merupakan ilmu yang tergolong langkah di Indonesia, peran ahli falak sangat dibutuhkan untuk menjawab diskursus ilmu falak di masyarakat sebagai bentuk ijtihad, memberik...
STRATEGI PENINGKATAN KESEJAHTERAAN NELAYAN TRADISIONAL DI KECAMATAN WARA TIMUR KOTA PALOPO
STRATEGI PENINGKATAN KESEJAHTERAAN NELAYAN TRADISIONAL DI KECAMATAN WARA TIMUR KOTA PALOPO
Nelayan tradisional dicirikan memiliki kualitas sumberdaya manusia dan produktivitas yang rendah. Nelayan tradisional di Kecamatan Wara Timur memiliki keterbatasan sumberdaya, sara...
Akurasi Arah Kiblat Masjid dan Makam di Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar
Akurasi Arah Kiblat Masjid dan Makam di Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar
Akurasi arah kiblat masjid dan makam di Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar. Dalam artikel ini menyajikan dua pokok permasalahan yakni metode dan akurasi arah kiblat ma...
Jaringan Ulama Falak Nusantara
Jaringan Ulama Falak Nusantara
Ilmu Falak yang sampai ke kita saat ini merupakan perjalanan panjang dari satu tokoh ke tokoh yang lain, dari satu daerah ke daerah yang lain, melintasi banyak ruang dan waktu. Mul...

