Javascript must be enabled to continue!
TRADISI PENGHORMATAN MUSHAF KUNO DI DESA SAPIT, LOMBOK TIMUR
View through CrossRef
Mushaf kuno memiliki dualitas simbol, simbol adat dan simbol agama. Aturan agama dan adat sama-sama mengharuskan masyarakat untuk menghormati mushaf kuno. Cara untuk menghormati mushaf kuno di Desa Sapit sangat beragam, mulai dari duduk ketika melihat mushaf sampai kepada penyembelihan binatang ternak sebelum membaca dan mengkaji mushaf. Ritual-ritual penghormatan mus haf di Desa Sapit tergolong unik. Teori evolusi sosial digunakan dalam menganalisis realitas tersebut. Sebelum tahun 1967, masyarakat Desa Sapit menganut aliran Islam wetu telu yang merupakan akulturasi hukum agama dan adat. Pada waktu itu, masyarakat menganggap mushaf kuno mengandung kekuatan magis dan dapat menyelamatkan mereka dari bencana. Persepsi mereka berubah ketika Tuan Guru Zainuddin Mamben datang ke Desa Sapit. Masyarakat setempat tidak lagi menghormati mushaf dengan menyembelih binatang, dan berubah menjadi tradisi tokol (duduk ketika melihat mushaf ). Saat ini, masyarakat telah melupakan sakralitas mushaf kuno. Majunya industri percetakan mushaf menjadikan masyarakat menyetarakan mushaf kuno dengan mushaf cetak yang banyak beredar.Kata KunciIslam wetu telu, mushaf kuno, evolusi sosial, Lombok
Title: TRADISI PENGHORMATAN MUSHAF KUNO DI DESA SAPIT, LOMBOK TIMUR
Description:
Mushaf kuno memiliki dualitas simbol, simbol adat dan simbol agama.
Aturan agama dan adat sama-sama mengharuskan masyarakat untuk menghormati mushaf kuno.
Cara untuk menghormati mushaf kuno di Desa Sapit sangat beragam, mulai dari duduk ketika melihat mushaf sampai kepada penyembelihan binatang ternak sebelum membaca dan mengkaji mushaf.
Ritual-ritual penghormatan mus haf di Desa Sapit tergolong unik.
Teori evolusi sosial digunakan dalam menganalisis realitas tersebut.
Sebelum tahun 1967, masyarakat Desa Sapit menganut aliran Islam wetu telu yang merupakan akulturasi hukum agama dan adat.
Pada waktu itu, masyarakat menganggap mushaf kuno mengandung kekuatan magis dan dapat menyelamatkan mereka dari bencana.
Persepsi mereka berubah ketika Tuan Guru Zainuddin Mamben datang ke Desa Sapit.
Masyarakat setempat tidak lagi menghormati mushaf dengan menyembelih binatang, dan berubah menjadi tradisi tokol (duduk ketika melihat mushaf ).
Saat ini, masyarakat telah melupakan sakralitas mushaf kuno.
Majunya industri percetakan mushaf menjadikan masyarakat menyetarakan mushaf kuno dengan mushaf cetak yang banyak beredar.
Kata KunciIslam wetu telu, mushaf kuno, evolusi sosial, Lombok.
Related Results
Penemuan Prasasti Sapit sebagai Bukti Kemajuan Peradaban Literasi Masyarakat Lombok
Penemuan Prasasti Sapit sebagai Bukti Kemajuan Peradaban Literasi Masyarakat Lombok
In the province of West Nusa Tenggara, no ancient objects in the form of inscriptions have been found. This is also supported by most research results stating that no inscriptions ...
Relics of the pre-script and script sites of Sapit Village: Evidence of the identity of Lombok’s civilization
Relics of the pre-script and script sites of Sapit Village: Evidence of the identity of Lombok’s civilization
Sapit is a village rich in natural resources and the hospitality of its people. This village is also rich in cultural diversity, not only in social norms, art, ideas, or notions bu...
Tipologi Mushaf Kuno Nusantara di Brunei Darussalam
Tipologi Mushaf Kuno Nusantara di Brunei Darussalam
Artikel ini menyajikan hasil kajian mushaf kuno Nusantara pada koleksi Arkib Negara Brunei Darussalam yang sejauh ini belum dilakukan secara khusus. Kajian ini penting dilakukan un...
Resm-i Osmânî Kâideleri Bağlamında TMSK E. H. 2 Nr. Mushaf
Resm-i Osmânî Kâideleri Bağlamında TMSK E. H. 2 Nr. Mushaf
Kur’ân-ı Kerîm kelimelerinin yazım özelliklerini inceleyen ilim dalına resm-i mushaf /resm-i Osmânî adı verilmektedir. Bu ilme, Hz. Osman’ın (ö. 35/656) halifelik devrinde (644-656...
Transnational Influences in the Making of Indonesian’s First Qur’an: A Philological Study of the Mushaf Pusaka and its Egyptian-Turkish Lineage
Transnational Influences in the Making of Indonesian’s First Qur’an: A Philological Study of the Mushaf Pusaka and its Egyptian-Turkish Lineage
This article examines the influence of Egypt and Turkey on the Mushaf Pusaka of the Republic of Indonesia as the first state-issued Qur’an. This research is a qualitative study wit...
Implementasi Peraturan Bupati Lombok Timur Nomor 41 Tahun 2020 Tentang Pencegahan Perkawinan Usia Anak Di Desa Sakra Selatan Kecamatan Sakra Kabupaten Lombok Timur
Implementasi Peraturan Bupati Lombok Timur Nomor 41 Tahun 2020 Tentang Pencegahan Perkawinan Usia Anak Di Desa Sakra Selatan Kecamatan Sakra Kabupaten Lombok Timur
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Implementasi Peraturan Bupati Lombok Timur Nomor 41 Tahun 2020 Tentang Pencegahan Perkawinan Usia Anak Di Desa Sakra Selatan Kecamatan Sakr...
MUSHAF AL-QUR'AN BRAILLE PASCA-STANDARDISASI
MUSHAF AL-QUR'AN BRAILLE PASCA-STANDARDISASI
Tulisan ini mengkaji sejarah perkembangan mushaf Al-Qur'an braille di Indonesia setelah distandarkan dan dikukuhkan sebagai Mushaf Standar Braille melalui Keputusan Menteri Agama (...
Description of the Al-Qur'an Mushaf Memorizing Aeen
Description of the Al-Qur'an Mushaf Memorizing Aeen
One of the three standard mushafs of reference of the Lajnah is the Standard Mushaf of Bahriyah. Mushaf which refers to Turkish mushaf is widely used by memorizers of the Qur'an. A...

