Javascript must be enabled to continue!
IDENTIFIKASI INOVASI KONSEP RUANG RUMAH SEDERHANA AKIBAT PERUBAHAN PERSEPSI KEBUTUHAN MASYARAKAT KOTA KUPANG
View through CrossRef
Abstract: A simple house is a livable place where the indoor and outdoor spaces are limited, so that it can be a solution to the problem of lack of land and costs to build a house. This concept has been around for a long time and the government has set a minimum standard for a comfortable area in a simple house and has been applied by developers to build throughout Indonesia, including in the city of Kupang. In the process of growth, the people of Kupang City experienced a change in perception regarding the need for space which led to the emergence of new activities, which had an impact on the inability of the existing spaces in modest homes to accommodate new occupants' activities. The purpose of this paper is to identify innovative simple house space concepts due to changes in the perception of the needs of the people of Kupang City. The method used is a qualitative method using Habraken's theory as a basic reference, namely the theory of zoning and spatial components, and data collection using observation and questionnaire methods. The results of this study indicate that changes in the perception of the space requirements of the people of Kupang City have an impact on the addition of new activities to indoor and outdoor spaces resulting in changes to the zoning and patterns of simple residential spaces.Abstrak: Rumah sederhana ialah tempat kediaman layak huni yang luasan ruang dalam dan luarnya terbatas, sehingga dapat menjadi solusi mengatasi masalah kurangnya lahan dan biaya untuk membangun rumah tinggal. Konsep ini telah ada sejak lama dan pemerintah telah menetapkan standar minimal luasan yang nyaman pada sebuah rumah sederhana dan telah diaplikasikan oleh pihak pengembang untuk membangun di seluruh wilayah Indonesia termasuk di Kota Kupang. Pada proses bertumbuhnya, masyarakat Kota Kupang mengalami perubahan persepsi terkait kebutuhan ruang yang menyebabkan munculnya aktivitas baru, sehingga berdampak pada ketidakmampuan ruang-ruang yang ada pada rumah sederhana saat ini untuk mengakomodasi aktivitas baru penghuni. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengidentifikasi inovasi konsep ruang rumah sederhana akibat perubahan persepsi kebutuhan masyarakat Kota Kupang. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan teori Habraken sebagai dasar acuan yaitu teori zonasi dan komponen penyusun ruang, dan pengumpulan data menggunakan metode observasi dan kuesioner. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa perubahan persepsi kebutuhan ruang masyarakat Kota Kupang berdampak pada penambahan aktivitas baru pada ruang dalam dan luar sehingga mengakibatkan zonasi dan pola ruang hunian sederhana mengalami perubahan.
Universitas Kebangsaan
Title: IDENTIFIKASI INOVASI KONSEP RUANG RUMAH SEDERHANA AKIBAT PERUBAHAN PERSEPSI KEBUTUHAN MASYARAKAT KOTA KUPANG
Description:
Abstract: A simple house is a livable place where the indoor and outdoor spaces are limited, so that it can be a solution to the problem of lack of land and costs to build a house.
This concept has been around for a long time and the government has set a minimum standard for a comfortable area in a simple house and has been applied by developers to build throughout Indonesia, including in the city of Kupang.
In the process of growth, the people of Kupang City experienced a change in perception regarding the need for space which led to the emergence of new activities, which had an impact on the inability of the existing spaces in modest homes to accommodate new occupants' activities.
The purpose of this paper is to identify innovative simple house space concepts due to changes in the perception of the needs of the people of Kupang City.
The method used is a qualitative method using Habraken's theory as a basic reference, namely the theory of zoning and spatial components, and data collection using observation and questionnaire methods.
The results of this study indicate that changes in the perception of the space requirements of the people of Kupang City have an impact on the addition of new activities to indoor and outdoor spaces resulting in changes to the zoning and patterns of simple residential spaces.
Abstrak: Rumah sederhana ialah tempat kediaman layak huni yang luasan ruang dalam dan luarnya terbatas, sehingga dapat menjadi solusi mengatasi masalah kurangnya lahan dan biaya untuk membangun rumah tinggal.
Konsep ini telah ada sejak lama dan pemerintah telah menetapkan standar minimal luasan yang nyaman pada sebuah rumah sederhana dan telah diaplikasikan oleh pihak pengembang untuk membangun di seluruh wilayah Indonesia termasuk di Kota Kupang.
Pada proses bertumbuhnya, masyarakat Kota Kupang mengalami perubahan persepsi terkait kebutuhan ruang yang menyebabkan munculnya aktivitas baru, sehingga berdampak pada ketidakmampuan ruang-ruang yang ada pada rumah sederhana saat ini untuk mengakomodasi aktivitas baru penghuni.
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengidentifikasi inovasi konsep ruang rumah sederhana akibat perubahan persepsi kebutuhan masyarakat Kota Kupang.
Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan teori Habraken sebagai dasar acuan yaitu teori zonasi dan komponen penyusun ruang, dan pengumpulan data menggunakan metode observasi dan kuesioner.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa perubahan persepsi kebutuhan ruang masyarakat Kota Kupang berdampak pada penambahan aktivitas baru pada ruang dalam dan luar sehingga mengakibatkan zonasi dan pola ruang hunian sederhana mengalami perubahan.
Related Results
Pelaksanaan Pengawasan Dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Oleh Pemerintah Kota Payakumbuh
Pelaksanaan Pengawasan Dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Oleh Pemerintah Kota Payakumbuh
Kebijakan penataan ruang merupakan langkah yang ditetapkan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah untuk dilaksanakan dan diwujudkan dalam penyelenggaraan penataan ruang di Indon...
PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG CITRA KOTA CIMAHI SEBAGAI KAWASAN MILITER
PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG CITRA KOTA CIMAHI SEBAGAI KAWASAN MILITER
Citra Kota Cimahi Sebagai Kawasan Militer telah dicanangkan pada bulan Februari tahun 2010 yang lalu, pencanangan ini dilakukan oleh pihak pemerintah Kota Cimahi beserta jajaran in...
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
The role of house worker is very important in our daily life. Developing of work frame fo house worker are more extend and complex as advance as the era. Kencana foundation is foun...
ANALISIS KECUKUPAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) KOTA LANGSA MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
ANALISIS KECUKUPAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) KOTA LANGSA MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi kondisi yang ada di lapangan (eksisting) ruang terbuka hijau di Kota Langsa, melihat perubahan ruang terbuka hijau di Kota Langsa ...
PERAN RUANG KOMUNAL DALAM MENCIPTAKAN SENSE OF COMMUNITY STUDI KOMPARASI PERUMAHAN TERENCANA DAN PERUMAHAN TIDAK TERENCANA
PERAN RUANG KOMUNAL DALAM MENCIPTAKAN SENSE OF COMMUNITY STUDI KOMPARASI PERUMAHAN TERENCANA DAN PERUMAHAN TIDAK TERENCANA
Sense of community merupakan penentu signifikan kualitas hidup secara umum dan kepuasan dalam kesejahteraan. Dalam kehidupan bermukim, anggotanya harus memiliki sense of community ...
KAJIAN PERSEPSI TERHADAP RUANG ARSITEKTUR MELALUI MEDIA FOTOGRAFI STUDI KASUS: KAMPUNG KOREA BANDUNG
KAJIAN PERSEPSI TERHADAP RUANG ARSITEKTUR MELALUI MEDIA FOTOGRAFI STUDI KASUS: KAMPUNG KOREA BANDUNG
Abstrak- Arsitektur, dianggap sebagai salah satu instrumen utama untuk menghubungkan seorang individu dengan dimensi ruang dan waktu. Namun, seriring dengan berkembangnya budaya d...
Kesesuaian Komponen Fisik Taman Kota dalam Mendukung Penerapan Konsep Kota Berkelanjutan di Kota Surakarta: Studi Kasus Stadion Manahan dan Stadion Sriwedari
Kesesuaian Komponen Fisik Taman Kota dalam Mendukung Penerapan Konsep Kota Berkelanjutan di Kota Surakarta: Studi Kasus Stadion Manahan dan Stadion Sriwedari
<p><em>Kota Surakarta </em><em>memiliki visi </em><em>menjaga keseimbangan kebutuhan lahan dan daya tampung lingkungan dengan pertumbuhan pendud...
Penerapan Konsep Green City pada Taman Kota (Studi Kasus: Taman Kota Blang Padang, Kota Banda Aceh)
Penerapan Konsep Green City pada Taman Kota (Studi Kasus: Taman Kota Blang Padang, Kota Banda Aceh)
<p><span lang="IN">Konsep </span><em><span lang="IN">green city</span></em><span lang="IN"> menerapkan konsep ramah lingkungan yang ...

