Javascript must be enabled to continue!
Literasi Digital Sebagai Tanggung Jawab Sosial dalam Menangkal Hoaks
View through CrossRef
Urgensi dari penelitian ini adalah literasi digital sebagai bentuk tanggung jawab sosial dalam menghadapi maraknya penyebaran hoaks di era digital. Penyebaran informasi palsu yang berlangsung cepat tanpa proses verifikasi telah menimbulkan dampak sosial dan psikologis yang signifikan, baik pada individu maupun masyarakat luas. Minimnya literasi digital di kalangan pengguna internet menjadi salah satu penyebab utama dari tingginya tingkat kerentanan terhadap disinformasi. Dalam konteks ini, literasi digital tidak dapat lagi dipahami semata sebagai keterampilan teknis, melainkan harus dipandang sebagai kompetensi sosial yang melibatkan kesadaran etis dan tanggung jawab kolektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kepustakaan, yang menganalisis berbagai sumber literatur terkait konsep literasi digital, hoaks, dan etika bermedia. Hasil kajian menunjukkan bahwa peran individu sebagai warga digital sangat penting dalam membangun ekosistem informasi yang sehat, melalui praktik verifikasi informasi, tidak menyebarkan konten tanpa sumber jelas, serta keberanian untuk mengoreksi informasi menyesatkan. Selain itu, peran keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat secara umum juga sangat krusial dalam membentuk budaya literasi digital sejak dini. Strategi penguatan literasi digital seperti integrasi dalam kurikulum pendidikan, penyelenggaraan kampanye publik anti-hoaks, serta kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting untuk menciptakan ketahanan kolektif terhadap arus disinformasi. Dengan demikian, literasi digital merupakan benteng utama dalam melawan hoaks dan menjadi tanggung jawab sosial bersama seluruh warga digital.
Pustaka Digital Indonesia
Title: Literasi Digital Sebagai Tanggung Jawab Sosial dalam Menangkal Hoaks
Description:
Urgensi dari penelitian ini adalah literasi digital sebagai bentuk tanggung jawab sosial dalam menghadapi maraknya penyebaran hoaks di era digital.
Penyebaran informasi palsu yang berlangsung cepat tanpa proses verifikasi telah menimbulkan dampak sosial dan psikologis yang signifikan, baik pada individu maupun masyarakat luas.
Minimnya literasi digital di kalangan pengguna internet menjadi salah satu penyebab utama dari tingginya tingkat kerentanan terhadap disinformasi.
Dalam konteks ini, literasi digital tidak dapat lagi dipahami semata sebagai keterampilan teknis, melainkan harus dipandang sebagai kompetensi sosial yang melibatkan kesadaran etis dan tanggung jawab kolektif.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kepustakaan, yang menganalisis berbagai sumber literatur terkait konsep literasi digital, hoaks, dan etika bermedia.
Hasil kajian menunjukkan bahwa peran individu sebagai warga digital sangat penting dalam membangun ekosistem informasi yang sehat, melalui praktik verifikasi informasi, tidak menyebarkan konten tanpa sumber jelas, serta keberanian untuk mengoreksi informasi menyesatkan.
Selain itu, peran keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat secara umum juga sangat krusial dalam membentuk budaya literasi digital sejak dini.
Strategi penguatan literasi digital seperti integrasi dalam kurikulum pendidikan, penyelenggaraan kampanye publik anti-hoaks, serta kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting untuk menciptakan ketahanan kolektif terhadap arus disinformasi.
Dengan demikian, literasi digital merupakan benteng utama dalam melawan hoaks dan menjadi tanggung jawab sosial bersama seluruh warga digital.
Related Results
Strategi Komunikasi Jabar Saber Hoaks
Strategi Komunikasi Jabar Saber Hoaks
Abstract. Communication strategy includes various steps designed to achieve communication goals. Of course, communication strategies can involve choosing the right media, clear and...
LITERASI DIGITAL DALAM MENANGKAL BERITA HOAX DI MEDIA SOSIAL (STUDI PADA MAHASISWA FISIP KOMUNIKASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU)
LITERASI DIGITAL DALAM MENANGKAL BERITA HOAX DI MEDIA SOSIAL (STUDI PADA MAHASISWA FISIP KOMUNIKASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU)
Penelitian ini mengeksplore kemampuan Literasi digital dalam menangkal berita Hoaks di kalangan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Didapatkan bahwa kemamp...
Penerapan Metode SVM dan Random Forest untuk Mendeteksi Berita Hoaks pada PT. Global Arrow
Penerapan Metode SVM dan Random Forest untuk Mendeteksi Berita Hoaks pada PT. Global Arrow
Berdasarkan statistik aduan konten yang tercatat di website kominfo yaitu https://www.kominfo.go.id pada bulan Maret 2022, total laporan mencapai 16.370 laporan dan sejak tanggal ...
Hoaks Dalam Perspektif Islam dan Hukum Positif
Hoaks Dalam Perspektif Islam dan Hukum Positif
Hoaks yang berasal dari “hocus pocus” aslinya dari bahasa latin “hoc est corpus”, berarti berita bohong. Hoaks juga berasal dari Bahasa Inggris Hoax, yang berarti berita palsu. Sec...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Membangun Rumah Literasi di Desa: Menumbuhkan Budaya Membaca dan Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Membangun Rumah Literasi di Desa: Menumbuhkan Budaya Membaca dan Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Literasi merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Namun, rendahnya tingkat literasi di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan, menj...
Peningkatan Kepedulian Masyarakat Kelurahan Tonja terhadap Informasi Hoaks
Peningkatan Kepedulian Masyarakat Kelurahan Tonja terhadap Informasi Hoaks
Perkembangan teknologi yang semakin pesat dan akses yang mudah dijangkau menyebabkan informasi yang beredar di publik semakin terbuka. Era informasi menimbulkan tidak adanya batasa...
Deteksi Berita Hoaks Berbahasa Indonesia Menggunakan One-Dimensional Convolutional Neural Network
Deteksi Berita Hoaks Berbahasa Indonesia Menggunakan One-Dimensional Convolutional Neural Network
Kemajuan teknologi informasi yang pesat telah memfasilitasi penyebaran informasi secara global, tetapi juga meningkatkan prevalensi berita hoaks, khususnya di Indonesia. Berita hoa...

